Sejarah 16 Juni 1963: Valentina Tereshkova Menjadi Wanita Pertama di Luar Angkasa

Rabu, 16 Juni 2021 06:00 Reporter : Andre Kurniawan
Sejarah 16 Juni 1963: Valentina Tereshkova Menjadi Wanita Pertama di Luar Angkasa Valentina Tereshkova. wetaya.com

Merdeka.com - Ruang angkasa adalah tempat yang sangat luas, sunyi, dan misterius. Tidak sembarang orang bisa berkunjung ke tempat ini. Diperlukan latihan dan pengetahuan khusus bagi seseorang jika ingin menjelajahi ruang hampa ini.

Orang-orang khusus tersebut kita kenal dengan sebutan antariksawan. Antariksawan adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat antariksa.

Kita mungkin lebih mengenalnya dengan astronaut. Namun, sebutan itu kadang digunakan untuk merujuk pada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat. Kemudian, ada pula istilah kosmonaut, yang merujuk pada antariksawan yang berasal dari Uni Soviet atau Rusia.

Antariksawan juga tidak hanya diisi oleh kaum pria saja. Karena ada sosok wanita-wanita hebat yang telah meninggalkan jejaknya di luar angkasa. Salah satunya adalah kisah dari Valentina Tereshkova, yang menjadi kosmonaut wanita pertama ke ruang angkasa dengan Vostok 6.

2 dari 4 halaman

Profil Singkat

16 Juni 1963, di atas Vostok 6, Kosmonaut asal Uni Soviet, Valentina Tereshkova, menjadi wanita pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Setelah 48 orbit dan 71 jam, dia kembali ke bumi. Waktu yang dia habiskan di luar angkasa lebih banyak daripada gabungan semua astronot AS pada saat itu.

Tapi, siapa Valentina Tereshkova?

Dikutip dari history.com, Valentina Vladimirovna "Valya" Tereshkova lahir pada 6 Maret 1937, di Maslennikovo, sebuah desa di dekat Sungai Volga sekitar 277 kilometer timur laut Moskow. Orang tuanya bekerja di pertanian, dan ayahnya terbunuh selama Perang Dunia II. Valentina meninggalkan sekolah ketika dia berusia 16 tahun dan bekerja di sebuah pabrik tekstil, tetapi melanjutkan pendidikannya melalui kursus korespondensi.

Dirinya tertarik pada aktivitas terjun payung, dan pada usia 22 dia melakukan terjun payung pertamanya di bawah naungan klub penerbangan lokal. Antusiasmenya pada terjun payung membawanya ke program luar angkasa Uni Soviet, yang berusaha menempatkan seorang wanita di luar angkasa pada awal 1960-an untuk mengungguli Amerika Serikat yang belum melakukannya.

Sebagai penerjun payung ulung, Tereshkova dipersiapkan dengan baik untuk menangani salah satu misi paling menantang dari penerbangan luar angkasa, yaitu Vostok 6. Pada Februari 1962, ia terpilih bersama tiga penerjun payung wanita dan seorang pilot wanita untuk memulai pelatihan intensif menjadi kosmonot.

3 dari 4 halaman

Terinspirasi Gagarin

Setelah Yuri Gagarin menjadi manusia pertama di luar angkasa pada tahun 1961, Tereshkova mengajukan diri untuk program luar angkasa Soviet. Dilansir dari laman space.com, dia diterima dalam program luar angkasa bukan karena pengalamannya sebagai pilot, tapi karena pengalaman 126 lompatan parasutnya. Karena memang pada saat itu, kosmonaut diharuskan terjun payung dari kapsul mereka beberapa detik sebelum mereka menyentuh tanah saat kembali ke Bumi.

valentina tereshkova
sciencephoto.com

Bersama empat wanita lainnya, Tereshkova menerima pelatihan selama 18 bulan, yang mencakup tes untuk menentukan bagaimana dia akan bereaksi terhadap waktu yang lama sendirian, terhadap kondisi gravitasi ekstrem, dan kondisi gravitasi nol. Dari lima wanita, hanya Tereshkova yang pergi ke luar angkasa.

Tereshkova dipilih untuk menjadi pilot Vostok 6. Itu akan menjadi misi ganda. Kosmonot Valeriy Bykovsky diluncurkan di Vostok 5 pada 14 Juni 1963. Dua hari kemudian, Tereshkova diluncurkan. Kedua pesawat ruang angkasa mengambil orbit yang berbeda dan datang dalam jarak 3 mil (5 km) satu sama lain.

4 dari 4 halaman

Peninggalan Tereshkova

Tereshkova tetap aktif dalam komunitas luar angkasa, dan warisannya dirayakan secara luas dalam berbagai bentuk, mulai dari buku, museum, hingga produksi panggung. Pada tahun 2017, Museum Sains London membuka pameran sementara yang disebut "Valentina Tereshkova: Wanita Pertama di Luar Angkasa," yang merayakan kontribusinya melalui artefak serta foto.

Pada tahun yang sama, sutradara panggung dan produser Valentina Fratti — yang dinamai Tereshkova — merilis drama Broadway "They Promised Her the Moon." Produksi ini melihat kehidupan awal Jerrie Cobb, seorang pilot Amerika yang kemudian menjadi terkenal karena dia adalah wanita yang "hampir menjadi yang pertama" di luar angkasa. Drama 2017-18 lainnya oleh Chicago's Theatre Unspeakable, "Moonshot," juga memasukkan Tereshkova sebagai salah satu karakternya.

Kemudian pada tahun 2014, BBC menayangkan film dokumenter berjudul "Kosmonot: Bagaimana Rusia Memenangkan Perlombaan Antariksa," yang merangkum perlombaan awal antariksa dari perspektif Uni Soviet.

Tereshkova juga mengambil peran untuk membawa obor Olimpiade pada 2008, selama pertandingan St. Petersburg untuk Olimpiade Musim Panas ke-29 di Beijing, dan pada 2014, menjelang Olimpiade Musim Dingin ke-22 di Sochi, Rusia.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini