Nama Rivan Nurmulki kini tengah menjadi sorotan para pencinta voli Indonesia.
Pasalnya pemain kelahiran Jambi ini tidak masuk ke dalam skuad tim nasional voli putra Indonesia yang akan tampil di Asian Games 2023 di Hangzhou, China pada 28 September sampai 8 Oktober mendatang.
merdeka.com
Keputusan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tak memanggil Rivan ini menuai perdebatan dari warganet.
Advertisement
Pasalnya pemain 28 tahun ini merupakan salah satu opposite terbaik Indonesia yang memiliki segudang pengalaman.
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
Punya tinggi badan yang menjulang, Rivan mulai kerap mengikuti berbagai turnamen voli di daerah asalnya, Merangin, saat dirinya duduk di bangku SMA.
Bakatnya lantas terpantau oleh klub Surabaya Samator saat dirinya bermain di ajang Kapolda Cup. Ia pun mendapat tawaran untuk bergabung dengan klub yang bermarkas di Sidoarjo, Jawa Timur itu.
merdeka.com
Advertisement
Berniat mencari tantangan baru, pada 2019 Rivan juga sempat bergabung dengan klub asal Thailand, Nakhon Ratchasima The Mall. Berkarier di negeri tetangga, ia sukses mempersembahkan medali emas di ajang Volleyball Thai-Denmark Super League 2019.
Rivan juga diketahui sempat bergabung dengan klub asal Jepang, VC Nagano Tridents.
Ia berkarier di Negeri Matahari Terbit pada 2021-2022.
merdeka.com
Advertisement
Usai berkarier di Jepang, Rivan kembali memperkuat tim pertamanya yang kini berganti nama menjadi Surabaya BIN Samator pada Proliga 2023 ini.
Selain sukses membawa timnya juara, Rivan juga kerap menyabet sejumlah penghargaan individual, mulai dari MVP dan Best Spiker Proliga 2016, Best Opposite Spiker Kejuaraan Voli Asia 2017, hingga MVP Volleyball Thai-Denmark Super League 2019.
Advertisement
Di level tim nasional, Rivan juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi, termasuk 3 medali emas di ajang SEA Games.