Momen Warga Jambi Tetap Semangat Salat Tarawih Meski Harus Berangkat Naik Perahu Ini Viral, Tuai Pujian

Meski desa mereka terendam banjir, warga tetap semangat pergi ke masjid untuk melaksanakan tarawih pertama.

Astuti Dwi Ramadhani
Oleh Astuti Dwi Ramadhani - Reporter
Momen Warga Jambi Tetap Semangat Salat Tarawih Meski Harus Berangkat Naik Perahu Ini Viral, Tuai Pujian
Momen warga Jambi tetap semangat tarawih meski banjir dan harus naik perahu ke masjid ini viral. (© 2024 merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Memasuki Ramadan, setiap orang tentu akan berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah. Bagaimana tidak, di bulan yang suci ini, setiap pahala kita akan dilipatgandakan.

Tak heran jika di setiap bulan Ramadan warga berbondong-bondong pergi ke masjid untuk mengikuti salat tarawih berjemaah. Begitu juga warga di Desa Ulu Gedong, kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

Meski desa mereka terendam banjir, warga tetap semangat pergi ke masjid untuk melaksanakan tarawih pertama. Bukan berjalan kaki, mereka pergi ke masjid dengan perahu. Video yang diunggah akun @kausaradinata ini pun viral dan mencuri perhatian warganet.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Masjid Tetap Penuh

Meski dalam kondisi banjir yang cukup tinggi, hal ini tak menyurutkan semangat para warga Desa Ulu Gedong untuk menyambut bulan suci Ramadan. Tampak masjid di desa ini tetap ramai dan dipenuhi para jemaah.

tiktok.com

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Dalam kondisi banjir, para warga desa menggunakan perahu saat berangkat dan pulang dari masjid. Alhasil, halaman masjid pun menjadi tempat parkir perahu milik para warga.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Usai selesai melaksanakan salat tarawih, para warga pun naik ke perahunya masing-masing. Ada yang sendiri, ada juga yang menggunakan perahu untuk beberapa orang.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Video ini pun viral hingga ditonton lebih dari 2,6 juta kali dan mencuri perhatian warganet.
"Ini emg kampung apung atau banjir kk?" tanya seorang warganet penasaran.
"Memang setiap tahunnya ada banjir, tapi semua warga dari jaman nenek moyang kita semua sudah tahu itu jdi sampai ke anak cucunya sudah mempersiapkan keadaan ini, setiap rumah betiang tinggi rmhnya," jawab seorang warganet.
"Pahalanya dihitung per skali dayung," tulis seorang warganet.
"Balek teraweh bukan nyari sendal tapi nyari perahu," tulis warganet lain.
"Ini banjir?" tanya warganet lain yang diiyakan oleh pemilik video.
"Kita yg tinggal jalan sama pake motor aja masih pada males," ujar yang lain.

Rekomendasi