Mysophobia adalah ketakutan yang ekstrem terhadap kuman dan bakteri. Orang dengan mysophobia berusaha keras untuk menghindari kontak dengan apa pun yang dapat terkontaminasi, termasuk orang lain dan benda.
Ketakutan terhadap kuman dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan, karena mereka mungkin akan kesulitan atau bahkan tidak dapat berpartisipasi dalam banyak aktivitas atau bersosialisasi dengan orang lain.
Fobia ini sering dikaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD), tetapi orang yang tidak menderita OCD juga dapat mengalaminya. Fobia ini diyakini cukup umum dan dapat memengaruhi setiap orang.
Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang mysophobia yang dikutip dari laman verywellmind.com.
Advertisement
Gejala Mysophobia
Gejala umum dari mysophobia termasuk perilaku yang biasa dilakukan untuk menghindari paparan kuman atau kontaminasi. Gejala-gejala ini bisa termasuk:
- Menghindari tempat-tempat yang diduga banyak mengandung kuman atau kotoran
- Ketakutan ekstrem akan kontaminasi
- Mencuci tangan secara berlebihan
- Terobsesi dengan kebersihan
- Penggunaan produk pembersih atau sanitasi yang berlebihan
Jika Anda menderita mysophobia, Anda mungkin mengalami gejala tertentu saat terpapar kotoran atau bakteri. Gejala-gejala tersebut dapat meliputi:
- Menangis
- Palpitasi jantung
- Gemetar
- Berkeringat
Gejala ini mungkin terjadi hanya jika objek fobia Anda terlihat, seperti saat menggali di taman, atau saat Anda yakin telah terjadi kontak dengan sesuatu yang dihinggapi kuman, seperti saat berjabat tangan dengan seseorang atau menggunakan gagang pintu.
Anda bahkan bisa mandi beberapa kali sehari. Anda mungkin sering membawa dan menggunakan pembersih tangan. Anda mungkin enggan menggunakan toilet umum, berbagi makanan, atau menggunakan transportasi umum.
Advertisement
Penyebab Mysophobia
Penyebab pasti mysophobia tidak sepenuhnya jelas, meskipun sejumlah faktor berbeda diyakini dapat berperan terhadap munculnya fobia ini. Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya fobia seperti mysophobia antara lain:
- Riwayat kecemasan, depresi, atau fobia lainnya dalam keluarga
- Mengalami peristiwa traumatis yang menyebabkan seseorang terlalu fokus pada kuman, kotoran, atau kontaminasi
- Memiliki gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
Komplikasi
Karena orang dengan mysophobia takut akan kuman yang dibawa oleh orang lain, kondisi tersebut dapat membuat orang menghindari situasi sosial. Anda mungkin menghindari pertemuan atau acara kumpul-kumpul seperti pesta di tempat kerja, kumpul-kumpul liburan, dan rapat. Ketika Anda berpartisipasi, Anda mungkin akan mencoba untuk menghindari kontak fisik dan lebih sering membersihkan tangan Anda.
Seiring waktu, perilaku ini dapat menyebabkan isolasi. Teman dan kerabat Anda mungkin tidak memahami kondisi Anda, dan mereka mungkin menganggap Anda dengan kesan yang negatif atau bahkan paranoid. Dari fobia ini, Anda bisa mengembangkan fobia sosial, di mana Anda mulai takut berhubungan dengan orang lain.
Advertisement
Perawatan
Meski dapat memicu munculnya fobia lain, mysophobia dapat dikelola dengan baik. Penting untuk mengunjungi ahli kesehatan mental sesegera mungkin karena kondisinya cenderung memburuk dari waktu ke waktu. Perawatan yang mungkin direkomendasikan oleh terapis bisa berupa pengobatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.
Pengobatan
Obat biasanya tidak diresepkan sendiri untuk mengatasi fobia spesifik seperti mysophobia. Namun, terkadang obat-obatan dapat diresepkan untuk membantu mengelola beberapa gejala atau untuk mengobati kondisi kesehatan mental yang terjadi bersamaan. Obat-obatan paling efektif bila digunakan bersama dengan psikoterapi.
Psikoterapi
Bergantung pada orientasi terapis Anda, Anda mungkin didorong untuk mengeksplorasi akar fobia, atau Anda mungkin hanya diajari cara mengelola gejalanya. Ada sejumlah jenis terapi yang dapat digunakan untuk membantu mengobati fobia, tetapi dua pendekatan yang paling efektif adalah terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi pemaparan.
- Terapi perilaku kognitif melibatkan identifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang berkontribusi pada fobia.
- Terapi pemaparan berfokus pada paparan secara bertahap dan progresif pada orang terhadap sumber ketakutan mereka. Seiring waktu, orang dapat belajar untuk rileks dan respons rasa takut mulai berkurang.
Terapi online mungkin merupakan pilihan lain yang mungkin ingin Anda pertimbangkan. Terapi online terbukti efektif dalam pengobatan sejumlah kondisi kesehatan mental. Studi juga menunjukkan bahwa terapi paparan realitas virtual bisa sama efektifnya dengan terapi paparan dunia nyata.
Selain itu, ada strategi lain yang dapat Anda lakukan sendiri untuk membantu mendapatkan rasa lega dari fobia ini. Beberapa teknik yang bisa Anda coba meliputi:
- Bernapas dalam-dalam
- Berolahraga secara teratur
- Tidur yang cukup
- Mengekspos diri pada ketakutan secara bertahap
- Menurunkan asupan kafein
- Meditasi
- Mindfulness
- Yoga
Anda juga dapat terbantu jika bergabung dengan kelompok pendukung fobia di mana Anda dapat mendiskusikan strategi untuk mengatasinya dengan orang-orang yang memiliki pengalaman serupa.