Bacaan Tarhim Lengkap dengan Teks Latin dan Artinya

Ketika azan telah berkumandang, kita sebagai umat Islam memang seharusnya bergegas memenuhi panggilan tersebut. Terlebih karena ada keutamaan luar biasa dari azan dan saat menempati shaf pertama.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Bacaan Tarhim Lengkap dengan Teks Latin dan Artinya
Ilustrasi masjid. ©2019 Merdeka.com/Free Images

Ibadah salat adalah kewajiban utama yang harus segera dilaksanakan umat Islam begitu tiba waktunya. Untuk mengetahui kapan waktu salat tiba, umat Islam menggunakan seruan azan untuk memanggil kaum muslimin untuk datang ke masjid dan salat berjemaah.

Ya, azan bukan hanya sebagai tanda bahwa telah tiba waktu salat, tapi juga menjadi panggilan untuk umat Islam agar segera datang ke masjid dan meninggalkan segala aktivitasnya. ‘Aisyah menjelaskan terkait hal ini saat ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah,

Baca juga: Lirik Sholawat Badar Dan Artinya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya, ketika ada panggilan salat jemaah, beliau bergegas pergi menunaikan salat.” (HR. Bukhari).

Ketika azan telah berkumandang, kita sebagai umat Islam memang seharusnya bergegas memenuhi panggilan tersebut. Terlebih karena ada keutamaan luar biasa dari azan dan saat menempati shaf pertama.

Di Indonesia sendiri, khususnya di waktu subuh saat bulan Ramadan, ada bacaan tarhim yang dikumandangkan beberapa waktu sebelum azan atau menjelang azan subuh. Isi dari bacaan tarhim ini adalah pujian dan selawat. Dalam artikel ini, kami sampaikan bagaimana bacaan tarhim beserta latin dan artinya yang perlu Anda tahu.

Bacaan tarhim adalah bacaan yang dikumandangkan di masjid sesaat sebelum azan. Bacaan tarhim ini berupa selawat yang biasa bergema sebelum azan subuh dikumandangkan. Tujuannya adalah untuk memberi aba-aba kepada kaum muslimin yang hendak menunaikan salat subuh, dan juga sebagai peringatan bagi umat muslim yang hendak berpuasa di hari itu untuk segera menyelesaikan sahurnya karena akan memasukki waktu subuh.

Dikutip dari laman risalahislam.com, selawat dalam bacaan tarhim ini diciptakan oleh Syekh Mahmud Khalil Al-Husshari (1917-1980), yang merupakan seorang qari’ ternama lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Kemudian selawat ini sampai di Indonesia pada tahun 1960-an, di mana saat itu, Syeikh Mahmud diminta untuk merekam Shalawat Tarhim di Radio Lokananta, Solo. Hasil rekaman ini lalu disiarkan oleh Radio Lokananta, Solo, dan juga Radio Yasmara, yang ada di Surabaya. Inilah yang kemudian menjadi awal mula bacaan tarhim populer dan banyak dikumandangkan di Indonesia.

Berikut ini adalah bacaan tarhim, dari teks Arab, latin, dan juga artinya:

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ

۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ

وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ

وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞

يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞

صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞

Bacaan tarhim latin:

Ash-sholatu was-salamu ‘alayk

Ya imamal mujahidîn ya Rasulallah

Ash-sholatu was-salamu ‘alayk

Ya nashiral huda ya khayra khalqillaah

Ash-sholatu was-salamu ‘alayk

Ya nashiral haqqi yâ Rasulallah

Ash-shalatu was-salamu ‘alayk

Ya Man asro bikal muhayminu laylan nilta ma nilta wal-anamu niyamu

Wa taqaddamta lish-shalati fashalla kulu man fis-samai wa antal imamu

Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman

Wa ilal muntaha rufi’ta karîman wa sai’tan nida ‘alaykas salam

Ya karîmal akhlaq yâ Rasulallah

Shallallahu ‘alayka wa ‘ala alika wa ashhabika ajma’in

Arti bacaan tarhim:

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu

Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur

Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu

dan engkau menjadi imam

Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu

dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Terkait hukum selawat tarhim, terdapat dua pendapat yang membolehkannya dan juga yang melarangnya karena dianggap sebagai bid'ah.

Namun, mayoritas ulama memperbolehkan selawat tarhim dikumandangkan sebelum azan karena menilai adanya manfaat di balik bacaan ini. Mereka menilai bahwa bacaan tarhim bermanfaat untuk mengingatkan kaum muslimin untuk segera mempersiapkan diri untuk mendirikan salat, khususnya saat salat subuh.

Dasarnya adalah hadis berikut, yang artinya,

"Sesungguhnya Nabi Saw ketika sudah sepertiga malam, beliau bangun dan berkata; Wahai manusia, ingatlah kalian kepada Allah, pasti datang tiupan sangkakala pertama yang diikuti dengan yang kedua, datang kematian dengan kengeriannya, datang kematian dengan kengeriannya." (HR Tirmidzi).

Wallahu a'lam.

Setelah mengetahui teks tarhim subuh ya arhamarrohimin irhamna latin, terakhir akan dijelaskan manfaat keutamaannya. 

Bacaan tarhim adalah serangkaian doa dan zikir yang dibacakan sebelum azan subuh. Keutamaan membaca bacaan tarhim antara lain sebagai berikut:

  1. Mengingatkan Umat untuk Salat Subuh: Bacaan tarhim membantu membangunkan dan mengingatkan umat Islam untuk melaksanakan salat subuh tepat waktu.

  2. Menghidupkan Sunah: Menghidupkan amalan-amalan sunah, termasuk bacaan tarhim, mendapatkan pahala tersendiri dalam Islam.

  3. Menambah Keberkahan Waktu Subuh: Waktu subuh adalah waktu yang penuh berkah. Membaca doa dan zikir pada waktu ini dapat menambah keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menenangkan Hati: Mendengarkan atau membaca doa dan zikir dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  5. Meningkatkan Ketakwaan: Dengan rutin mengamalkan bacaan tarhim, seseorang dapat meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

  6. Mengikuti Teladan Salafus Shalih: Bacaan tarhim merupakan tradisi yang diikuti oleh banyak ulama dan orang-orang saleh terdahulu, sehingga mengamalkannya berarti mengikuti jejak mereka.

Rekomendasi