Al Quran Diturunkan pada Bulan Ramadan, Berikut Sejarahnya yang Wajib Diketahui

Al Quran menjadi cahaya karena ia menerangi manusia dengan kebenaran dan mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah, keraguan, kesyirikan, kekufuran, akhlak yang tercela dan segala bentuk maksiat. Serta membawa manusia menuju cahaya ilmu, iman dan akhlak yang terpuji.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Al Quran Diturunkan pada Bulan Ramadan, Berikut Sejarahnya yang Wajib Diketahui
al quran. shutterstock

Al Quran adalah wahyu Ilahi (kalâmullah) yang secara fungsional dimaksudkan sebagai petunjuk bagi umat manusia (hudan li an-nâs). Dengan fungsinya tersebut Al Quran menjadi rujukan sentral atas berbagai persoalan sosial-keagamaan semenjak generasi awal Islam.

Al Quran menjadi cahaya karena ia menerangi manusia dengan kebenaran dan mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah, keraguan, kesyirikan, kekufuran, akhlak yang tercela dan segala bentuk maksiat. Serta membawa manusia menuju cahaya ilmu, iman dan akhlak yang terpuji.

Baca juga: Al Fiil Artinya Gajah Ketahui Kisah Sejarah Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Al Quran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan di mana peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Nuzulul Quran. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian meyakini peristiwa terjadi pada awal tanggal 8 atau 18 (tanggal berdasarkan riwayat Ibnu Umar).

Sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa Al Quran diturunkan pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurair, dan lainnya adalah pada bulan Ramadan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo'). Lebih jauh berikut ini informasi lengkapnya telah dirangkum dari media.neliti.com dan berbagai sumber lainnya:

Menurut Syekh M Ali As-Shabuni bahwa Al Quran pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadhan saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun (sekitar 608-609 M). Ketika Rasulullah sedang beruzlah di gua Hira (sekira 5 kilometer dari Makkah), tiba-tiba Jibril datang membawa wahyu. Jibril memeluk dan melepaskan Rasulullah SAW. Hal ini diulanginya sebanyak 3 kali.

Setiap kali memeluk, Jibril mengatakan, “Iqra’!” artinya “Bacalah.”
“Aku tidak mengenal bacaan,” jawab Rasulullah. “Iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq, khalaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alldzi allama bil qalam. Allamal bil qalam. Allamal insana ma lam ya’lam,” kata Jibril pada kali ketiga membaca Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Pandangan ini didukung oleh riwayat Imam Bukhari dari sayyidah Asiyah RA. Bulan Ramadhan disebut secara harfiah sebagai turunnya Al-Qur’an pada Surat Al-Baqarah ayat 185. Sedangkan malaikat yang turun membawa wahyu adalah Ruh Amin atau Ruh Kudus yang disepakati sebagai Jibril oleh mufassirin sebagaimana keterangan Surat As-Syu’ara ayat 193-195 dan Surat An-Nahl ayat 102. (As-Shabuni, 2016: 15-16).

Terdapat dua bentuk keperluan yang dibutuhkan oleh Rasulullah SAW akan turunnya Al Quran secara berangsur-angsur, yaitu; Pertama, untuk memantapkan dan memperteguh hati beliau, karena setiap peristiwa yang beliau alami selalu disusul dengan turunnya Al Quran. Kedua, agar Al Quran mudah dihafal.

Menurut Muhammad Baqir Hakim, terdapat beberapa tanda bukti kebesaran Al Quran yang dapat kita ketahui melalui proses turunnya secara bertahap, yaitu: Pertama, Selama perjalanan dakwah Rasulullah SAW selama dua puluh tahun lebih lamanya telah terjadi perubahan-perubahan yang mendasar melalui proses yang cukup berat dan cobaan yang sangat dahsyat.

Bagi manusia biasa akan sangat kewalahan dan tidak akan mampu menjalaninya. Akan tetapi Al Quran dapat mengiringi perjalanan dakwah beliau SAW. Baik dalam keadaan lemah maupun kuat, sulit maupun dalam keadaan lapang, dan dalam masa-masa memperoleh kekalahan maupun kemenangan.

Kedua, Al Quran diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW. memberikan semangat dan membantu Rasulullah SAW. secara batiniah bagi keberlanjutan proses dakwah Rasulullah SAW. Ketiga, Risalah Islam mengalami berbagai keraguan, tuduhan-tuduhan, kondisi politik yang tidak menentu dan cobaan lainnya yang berasal dari kaum musyrik.

Untuk menghadapi semua itu, Rasulullah SAW memerlukan bantuan dari Al Quran. Dan bantuan tidak akan maksimal bila Al Quran tidak diturunkan secara berangsur-angsur, karena pada waktu itu kondisi memerlukan proses yang harus melewati tahapan-tahapan tertentu secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Rekomendasi