Cara Jualan Makanan bagi Pemula, Mudah Dilakukan

Salah satu bisnis yang populer digeluti banyak orang adalah bisnis kuliner atau bisnis makanan. Bisnis ini dinilai cukup menjanjikan. Hal ini tak lain karena makanan merupakan kebutuhan yang banyak dicari dan menjadi kebutuhan utama setiap orang.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Cara Jualan Makanan bagi Pemula, Mudah Dilakukan
10 Resep Camilan Buka Puasa Gurih, Lezat, dan Mudah Dibuat. ©2021 Merdeka.com

Bisnis adalah sebuah kata yang sering didengar oleh masyarakat, lazim diartikan sebagai kegiatan mencari uang dan menyambung hidup dalam arti harfiahnya. Memiliki bisnis sendiri merupakan impian mayoritas orang, sebuah kepuasan tersendiri bila memiliki sebuah bisnis yang sudah berjalan baik dan memberikan penghasilan rutin setiap bulannya.

Salah satu bisnis yang populer digeluti banyak orang adalah bisnis kuliner atau bisnis makanan. Bisnis ini dinilai cukup menjanjikan. Tak lain karena makanan merupakan kebutuhan yang banyak dicari dan menjadi kebutuhan utama setiap orang.

Perkembangan kuliner saat ini terbilang semakin pesat. Ada beragam jenis makanan baru yang beredar di pasaran. Untuk memulai bisnis kuliner, tentu saja kamu perlu memperhatikan strategi untuk membuat bisnis yang kamu bangun menjadi sukses.

Jika kamu termasuk pemula dalam bisnis kuliner ini kamu tak perlu merasa minder, kamu bisa mempelajari cara-caranya dengan mudah. Berikut ini informasi lengkap mengenai cara jualan makanan bagi pemula, mudah dilakukan telah dirangkum dari Liputan6.com:

Cara Jualan Makanan bagi Pemula

1. Pilih Bisnis yang Diinginkan

Cara jualan makanan bagi pemula yang pertama adalah menetapkan makanan apa yang ingin dipasarkan. Pesan yang perlu diperhatikan, hindari untuk memulai usaha kuliner hanya karena mengikuti tren saja. Karena tren lama-kelamaan bisa hilang. Jika kamu hanya mengikuti tren, maka di masa depan usaha yang kamu buka bisa mengalami kegagalan.

Kamu bisa jualan makanan dengan ketertarikan dan juga kemampuan yang dimiliki. Selain itu, memulai usaha kuliner dengan usaha sesuai dengan ketertarikan sendiri bisa lebih niat dan juga berkomitmen dengan usaha yang kamu rintis tersebut.

2. Cari Tahu Pasar dan Potensi Bisnis

Sebelum mulai jualan makanan, sebaiknya kamu melakukan survei terlebih dahulu. Kamu bisa mengetahui bagaimana harga ataupun persaingan yang ada di pasar serta potensi bisnis yang akan kamu jalankan.

Melakukan sebuah survei ini cukup penting untuk dilakukan dan jangan disepelekan. Pasalnya, dari survei inilah kamu bisa mengetahui bagaimana perkiraan daya beli masyarakat terhadap usaha kuliner kamu.

3. Persiapkan Modal Awal Usaha

Cara jualan makanan berikutnya adalah modal awal. Jika kamu hanya memiliki modal kecil, kamu bisa melakukan beberapa usaha untuk menutupi kekurangan modal. Kamu menutupi modal awal yang kurang dengan mengajak atau mencari rekan kerja untuk diajak kerja sama. Atau kamu bisa melakukan peminjaman ke koperasi atau bank melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi pelaku UKM.

Selain itu, besar kecilnya modal yang kamu miliki ini tergantung dari bagaimana usaha yang akan kamu jalankan. Jika usaha yang kamu rintis telah berjalan, kamu bisa menyisihkan separuh keuntungan untuk menjadikannya modal tambahan.

Namun apabila kamu meminjam dana dari suatu lembaga keuangan, jangan lupa untuk membuat laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan yang kamu pinjami tersebut bisa mengetahui bagaimana perkembangan usaha kamu.

Cara Jualan Makanan dengan Mudah

4. Cari Lokasi Usaha

Selanjutnya, pilihlah lokasi usaha kuliner yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modal kamu terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, Kamu dapat melakukannya tanpa mempunyai tempat usaha tapi dengan menitip produk usaha dengan memilih ke lokasi strategis atau tempat usaha mitra.

Ada beberapa lokasi usaha makanan yang strategis seperti di sekitar sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, lingkungan pasar dan mal, perumahan, dan tempat wisata.

5. Punya Menu Andalan

Cara jualan makanan bagi pemula selanjutnya ialah menu andalan. Sebelum menjual makanan, sebaiknya kamu melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.

6. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan untuk kelancaran proses produksi. Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, kamu pun dapat menjadi orang kepercayaan jika kamu dalam keadaan sulit atau terjepit modal.

Selain itu, kamu juga bisa diprioritaskan bila suatu saat bahan baku yang kamu butuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

Pembelian bahan baku dari pemasok ini biasanya menggunakan sistem pembayaran kredit atau tunai dengan potongan harga. Besarnya potongan harga relatif, tergantung kesepakatan kedua belah pihak, tapi pada umumnya berada pada kisaran 15-20 persen.

Cara Jual Makanan dengan Cepat

7. Sumber Daya Manusia (SDM)

Cara jualan makanan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang terpercaya. Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Namun, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaan kamu sudah lebih dari cukup.

Jangan lupa untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

8. Target Pemasaran dan Promosi yang Tepat

Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun kamu menawarkan harga murah meriah, tapi tidak sesuai dengan selera konsumen ini bisa menjadi kendala.

Selanjutnya, kamu juga perlu melakukan promosi agar makanan yang kamu jual semakin laku. Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha ke banyak orang. Cara jualan makanan ini berhasil jika kamu bisa memuaskan konsumen dan nanti mereka bisa menjadi pelanggan setia.

Lewat pelanggan setia ini lah cerita tentang keunggulan usaha kuliner kamu akan menyebar ke publik. Bila ada dana lebih, tak ada salahnya mempromosikan usaha lewat media, seperti spanduk, papan nama, pamflet, leaflet, atau lewat jejaring sosial yaitu Facebook atau Twitter.

9. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan kamu mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usaha yang kamu jalani, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usaha kamu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Rekomendasi