Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan buruk. Ia mengalami kelumpuhan kaki, usai kecanduan bermain game online.
Informasi tersebut disampaikan oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Agung Herawati. Menurut Agung, siswa berinisial A (13) itu sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar, Jawa Barat.
"Ibunya sempat bilang kepada saya bahwa kaki anaknya itu sulit digerakkan, dan mengalami kelumpuhan," terang Agung dikutip dari laman Gamedaim, Minggu (11/7).
Advertisement
Bermain Hingga Larut Malam
Menurut pengakuan sang ibu, anaknya itu setiap hari menghabiskan waktunya untuk bermain game di handphone, bahkan hingga larut malam.
Agung mengatakan, kebiasaan A sudah dilakukan selama satu tahun belakangan. Ibunya juga mengatakan bahwa sang anak selalu berbaring saat bermain game besutan game developer Jepang, Moonton itu.
"Ibunya juga bilang kalo anaknya itu sudah kecanduan bermain game Mobile Legend sambil berbaring di tempat tidur," katanya lagi.
Advertisement
Mengaku Belajar Online
Saat ditanya mengapa orang tua tidak mengawasi aktivitas anaknya itu, sang ibu mengatakan jika anaknya kerap mengaku tengah belajar online. Akibat kebiasaan buruknya itu, kaki A mengalami mati rasa.
“Lalu saya sampaikan, tidak mungkin belajar daring sampai seharian. Itu sudah termasuk kecanduan main game online. Akibatnya dokter mengatakan jika kaki anaknya itu lumpuh," ungkapnya.
Advertisement
Tanggapan Disdik Setempat
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat menanggapi kasus kecanduan game online secara berlebihan itu. Asep mengimbau agar para orang tua bisa memberikan kesibukan positif pada anak. Menurutnya, peran orang tua amat penting, sebagai fungsi kontrol aktivitas bermain gadget anak.
"Memakai gadget memang dibolehkan, asal tidak memakan waktu hingga berjam-jam. Terkait kasus A yang lumpuh karena bermain game online patutnya menjadi catatan, agar kejadian tersebut tidak lantas terulang. Diharapkan orang tua mengarahkan anaknya terhadap hal yang positif," jelas Asep.