Sering Berbaring Sambil Main Game Online, Pelajar SMP di Ciamis Alami Kelumpuhan

Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan buruk. Ia mengalami kelumpuhan kaki, usai kecanduan bermain game online.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Sering Berbaring Sambil Main Game Online, Pelajar SMP di Ciamis Alami Kelumpuhan
Ilustrasi gadget dan anak . ©2013 Cnet.com

Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat harus menghadapi kenyataan buruk. Ia mengalami kelumpuhan kaki, usai kecanduan bermain game online.

Informasi tersebut disampaikan oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Agung Herawati. Menurut Agung, siswa berinisial A (13) itu sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar, Jawa Barat.

"Ibunya sempat bilang kepada saya bahwa kaki anaknya itu sulit digerakkan, dan mengalami kelumpuhan," terang Agung dikutip dari laman Gamedaim, Minggu (11/7).

Bermain Hingga Larut Malam

Menurut pengakuan sang ibu, anaknya itu setiap hari menghabiskan waktunya untuk bermain game di handphone, bahkan hingga larut malam.

Agung mengatakan, kebiasaan A sudah dilakukan selama satu tahun belakangan. Ibunya juga mengatakan bahwa sang anak selalu berbaring saat bermain game besutan game developer Jepang, Moonton itu.

"Ibunya juga bilang kalo anaknya itu sudah kecanduan bermain game Mobile Legend sambil berbaring di tempat tidur," katanya lagi.

Mengaku Belajar Online

Saat ditanya mengapa orang tua tidak mengawasi aktivitas anaknya itu, sang ibu mengatakan jika anaknya kerap mengaku tengah belajar online. Akibat kebiasaan buruknya itu, kaki A mengalami mati rasa.

“Lalu saya sampaikan, tidak mungkin belajar daring sampai seharian. Itu sudah termasuk kecanduan main game online. Akibatnya dokter mengatakan jika kaki anaknya itu lumpuh," ungkapnya.

Tanggapan Disdik Setempat

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat menanggapi kasus kecanduan game online secara berlebihan itu. Asep mengimbau agar para orang tua bisa memberikan kesibukan positif pada anak. Menurutnya, peran orang tua amat penting, sebagai fungsi kontrol aktivitas bermain gadget anak.

"Memakai gadget memang dibolehkan, asal tidak memakan waktu hingga berjam-jam. Terkait kasus A yang lumpuh karena bermain game online patutnya menjadi catatan, agar kejadian tersebut tidak lantas terulang. Diharapkan orang tua mengarahkan anaknya terhadap hal yang positif," jelas Asep.

Rekomendasi