Minggu (14/3) pagi, puluhan abdi dalem Kraton Yogyakarta berangkat ke Situs Cepuri Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengadakan acara labuhan.
Di Pantai Parangkusumo, mereka melepas iring-iringan ubo rampe yang dibawa dari Kraton ke laut selatan setelah mengadakan acara pemanjatan doa bersama. Pelepasan ubo rampe itu mendapat pengawalan ketat dari ratusan Paksi Katon, TNI/Polri, dan anggota Tim SAR.
Setelah dilepas, ubo rampe itu diperebutkan oleh ratusan warga yang hadir. Bahkan, di antara mereka ada yang rela datang jauh-jauh dari luar kota untuk mengikuti acara labuhan tersebut.
Advertisement
Dihadiri Ratusan Wisatawan
Sejak pagi, ratusan wisatawan dari berbagai kota tampak menanti kedatangan para abdi dalem yang membawa ubo rampe untuk dibuang ke laut. Salah satu dari mereka adalah Rohmad (54).
Warga Solo itu sengaja jauh-jauh datang dari Solo dengan sepeda motor matik miliknya untuk memperoleh bagian dari ubo rampe. Selama ini, dia bekerja di Penjaringan, Jakarta sebagai pelukis wajah dengan tarif Rp150 ribu.
Namun karena usahanya di Jakarta lesu selama pandemi, dia memilih untuk pulang ke Solo dan berkeliling mencari orang-orang yang butuh jasanya.
“Sekarang saya nomaden, berkeliling ke tempat-tempat yang ramai seperti Malioboro ataupun taman di Solo,” kata Rohmad dikutip dari Liputan6.com pada Senin (15/3).
Advertisement
Berharap Berkah
Walaupun sudah berkeliling ke berbagai tempat, namun kondisi usaha Rohmad tak kunjung membaik. Ia memutuskan untuk mengikuti laku prihatin di kompleks Cepuri.
Selama berhari-hari, ia berada di Cepuri demi menunggu acara labuhan yang diadakan pihak Kraton Yogyakarta. Ketika ubo rampe dilarung ke laut, Rohmad menyerbu bagian sesaji itu. Dia bersyukur karena berhasil mendapatkan salah satu ubo rampe.
“Saya akan simpan ini. Dalam tradisi Jawa, ubo rampe ini akan mendapatkan berkah sendiri,” kata Rohmad dikutip dari Liputan6.com.
Tak hanya Rohmad, Samsul, lelaki asal Klaten juga sengaja datang jauh-jauh ke Pantai Parangkusumo untuk memperoleh ubo rampe itu. Lelaki yang memiliki usaha agen tiket bus malam itu berhasil mendapatkan bunga sesaji yang dilarung ke laut.
“Saya akan simpan di dompet biar usaha laris lagi,” kata Samsul.