Kabupaten Garut berhasil mendapatkan penilaian terbaik, sebagai kabupaten dengan tingkat pencegahan korupsi tertinggi. Penilaian ini versi Deputi Pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dari hasil penilaian tersebut, Garut berhasil menempati posisi pertama di Jawa Barat sebagai wilayah yang memperhatikan risiko aktivitas korupsi. Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, anugerah tersebut diterima berdasarkan pesan singkat (SMS), dari KPK belum lama ini.
"Tanggal 9, saya mendapat SMS (Surat Masa Singkat) dari deputi pencegahan KPK, yang berisi ucapan selamat kepada Kabupaten Garut, sebagai kabupaten yang mendapatkan ranking pertama di Jawa Barat, dalam rangka pencegahan korupsi, dan terbaik ke-7 se Indonesia, dari 514 kabupaten dan 34 provinsi," ujar Rudy, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Kabupaten Garut, yang digelar di Hotel Harmoni, Tarogong Kaler, Garut, Selasa (15/12/2020) lalu dilansir dari laman Pemkab Garut.
Advertisement
Dapat Uang Tunai Rp8,5 Milyar
Tak hanya mendapat penghargaan, Kabupaten Garut juga mendapatkan hadiah lain berupa uang tunai sebesar Rp8,5 miliar. Menurut Rudy, uang tersebut merupakan dana infrastruktur daerah yang diberikan oleh KPK.
"Alhamdulillah Kabupaten Garut mendapatkan hadiah dalam bentuk uang melalui Kementerian Keuangan sebesar 8,5 miliar rupiah dari dana infrastruktur daerah," ucapnya.
Advertisement
Temuan Rp15,9 M dari 442 Desa dan 1 Kelurahan
Kepala Inspektorat Garut, Zat Zat Munazat, menyebut, pihak Inspektorat telah menemukan dari pemeriksaan reguler dana sebesar Rp15,9 miliar dari desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Garut.
"Untuk desa ini yang memang karena jumlah desa di kota itu banyak sekitar 442 ditambah kelurahan 21, ini nilai temuannya Rp15.911.270.040, yang telah ditindak lanjuti adalah Rp8.242.007.886,09, jadi yang belum ditindak lanjuti Rp7.669.262.174 dan sekitar 51,80 persen," tutur Zat Zat dilansir dari laman Pemkab Garut.