Muncul di Google Doodle, Ini 4 Fakta Sosok Benyamin Sueb yang Jarang Diketahui

Benyamin menghembuskan nafas terakhir pada 5 September 1995 di usia 56 tahun. Meski kini sudah tiada, sosok Benyamin banyak meninggalkan karya-karyanya yang masih bisa dinikmati hingga saat ini.

Miftahul Arifin
Oleh Miftahul Arifin - Reporter
Muncul di Google Doodle, Ini 4 Fakta Sosok Benyamin Sueb yang Jarang Diketahui
benyamin. Google Doodle

Siapa yang tidak kenal dengan mendiang Benyamin Sueb? Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini merupakan salah satu seniman multitalenta berdarah Betawi. Selain jadi penyanyi, pelawak dan aktor, Benyamin juga merupakan seorang sutradara, penulis lagu dan produser.

Benyamin menghembuskan nafas terakhir pada 5 September 1995 di usia 56 tahun. Meski kini sudah tiada, sosok Benyamin banyak meninggalkan karya-karyanya yang masih bisa dinikmati hingga saat ini.

Terbaru-baru, wajah seniman Betawi ini muncul di Google Doodle. Berikut 4 fakta sosok Benyamin Sueb yang jarang diketahui:

Benyamin Sueb bukanlah nama baru di industri hiburan tanah air. Ia memulai kariernya pada tahun 1950-an, saat bergabung dengan grup musik Melody Boys.

Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin menjadi salah satu penyanyi sukses di blantika musik Indonesia.

Semasa hidupnya, pria yang lebih akrab disapa Bang Ben ini telah memopulerkan budaya Betawi lewat karya-karyanya. Hingga kini, ia telah menghasilkan banyak karya, di antaranya 75 album musik dan 53 judul film.

Bahkan yang terbaru, wajahnya muncul di halaman utama pencarian Google Doodle edisi hari ini, Selasa (22/9/2020).

Selain sukses di dunia tarik suara, Benyamin juga pernah meraih beberapa penghargaan selama berkarier sebagai aktor. Beberapa karyanya di dunia seni peran, adalah Banteng Betawi, Biang Kerok, Si Doel Anak Betawi hingga Intan Berduri.

Dalam film Intan Berduri, Benyamin mendapatkan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik.

Untuk mengenang sosok Benyamin Sueb yang sudah memperkenalkan budaya Betawi, nama Benyamin Sueb dijadikan sebagai nama salah satu ruas jalan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bahkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah membuat museum khusus untuk mengenang berbagai kontribusi Bang Ben di sektor kebudayaan.

Rekomendasi