Mengenal Proses IVF, Program Kehamilan yang Dilakukan Zaskia Sungkar

Zaskia Sungkar, artis cantik istri dari penyanyi sekaligus aktor Irwansyah kini sedang dilingkupi kebahagiaan. Bagaimana tidak, kehamilan yang ia dan sang suami telah nantikan hingga hampir 10 tahun lamanya, kini terwujud. Kehamilan ini didapatkan melalui proses IVF atau yang lebih dikenal dengan istilah bayi tabung.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Mengenal Proses IVF, Program Kehamilan yang Dilakukan Zaskia Sungkar
Irwansyah - Zaskia Sungkar. ©Instagram/zaskiasungkar15

Zaskia Sungkar, artis cantik istri dari penyanyi sekaligus aktor Irwansyah kini sedang dilingkupi kebahagiaan. Bagaimana tidak, kehamilan yang ia dan sang suami telah nantikan hingga hampir 10 tahun lamanya, kini terwujud. Kehamilan ini didapatkan melalui proses IVF atau yang lebih dikenal dengan istilah bayi tabung.

Bayi tabung memang kerap menjadi salah satu upaya yang bisa dipilih bagi pasangan yang kesulitan untuk memiliki momongan. Meskipun demikian, ternyata masih banyak yang belum tahu mengenai apa itu program bayi tabung.

Berikut ini informasi mengenai proses IVF, program kehamilan yang dilakukan Zaskia Sungkar telah dirangkum dari arcfertility.com dan mayoclinic.org pada hari Minggu, (06/09/2020).

Apa yang Dimaksud dengan IVF?

Fertilisasi in vitro (IVF) merupakan serangkaian prosedur kompleks yang digunakan untuk membantu kesuburan atau suatu tindakan medis di mana sel telur akan dibuahi sel sperma di dalam cawan. Hal ini dilakukan di laboratorium. Sel telur yang sudah terbuahi akan dipindahkan ke dalam rahim wanita dengan harapan akan berlanjut menjadi kehamilan.

Satu siklus IVF membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Terkadang langkah-langkah ini dibagi menjadi beberapa bagian yang menjadikan prosesnya bisa jauh lebih lama.

Peluang memiliki bayi yang sehat menggunakan IVF bergantung pada banyak faktor salah satunya faktor usia. Selain bisa memakan waktu yang cukup lama, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan IVF juga terbilang mahal. Jika lebih dari satu embrio yang dipindahkan ke rahim, maka IVF dapat menyebabkan kehamilan ganda atau lebih dari satu janin.

Jika ingin melakukan program ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahlinya agar dapat membantumu untuk memahami cara kerja IVF begitu dengan risiko yang harus dihadapi.

Persiapan Proses IVF

Prosedur IVF diawali dengan edukasi terhadap pasangan suami istri mengenai langkah-langkah, serta keuntungan dan risiko melakukan program tersebut. Jika kamu berencana mengikuti IVF maka jangan ragu untuk rajin berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian kamu tidak akan lagi kebingungan dan lebih yakin saat menjalani programnya.

Jika tekad sudah bulat maka proses IVF berikutnya yang harus kamu lakukan adalah menjalani evaluasi rahim dan saluran tuba untuk memastikan tidak ada masalah serius yang memerlukan perbaikan melalui pembedahan.

Selain itu, kamu juga perlu melakukan evaluasi hormonal untuk menilai fungsi tiroid dan cadangan ovarium, skrining kedua pasangan untuk memastikan tidak memiliki infeksi menular seksual, dan melakukan analisis air mani dari pasangan pria.

Setelah itu, kebanyakan wanita akan meminum obat kesuburan untuk stimulasi ovarium selama 8-14 hari. Stimulasi ovarium sendiri digunakan untuk mematangkan banyak telur untuk pengambilan telur. Bahkan jika ovulasi normal, obat kesuburan juga tetap digunakan untuk menghasilkan lebih dari satu sel telur, sebab angka kehamilan lebih tinggi dengan lebih banyak sel telur.

Rata-rata 10-20 telur biasanya diambil untuk proses IVF. Akan tetapi, tidak semuanya layak digunakan karena hanya sekitar dua pertiga yang memiliki kematangan yang sesuai. Jika sudah memiliki kematangan yang sesuai maka sel telur mampu dibuahi.

Pengambilan Sel Telur

Proses IVF selanjutnya adalah pengambilan sel telur yang dilakukan sekitar 34 hingga 36 jam setelah menerima suntikan pemicu. Sebelum sel telur berovulasi akan menjalani prosedur pembedahan untuk mengangkat sel telur dari folikel di ovarium.

Dalam proses pengambilan sel telur ini, USG digunakan untuk memandu jarum kecil melalui bagian atas vagina ke satu ovarium dan kemudian ke ovarium lainnya. Anda tidak akan merasakan sakit sebab dalam proses ini akan dibius dan diawasi ketat oleh ahli anestesi. Proses ini kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Cairan cafi folikel yang berisi telur kemudian disedot dan dialirkan melalui pipa kecil dan masuk ke dalam tabung reaksi, yang mana tabung reaksi tersebut kemudian diserahkan oleh ahli embriologi yang menggunakan mikroskop untuk menemukan sel terlu di setiap tabung reaksi cairan folikel.

Proses Pemupukan

Proses IVF berikutnya adalah pemupukan. Setelah para ahli memeriksa dan menentukan kematangan dan kuliatas sel telur, maka kemudian telur matang akan dipindahkan ke media kultur khusus yang ditempatkan di inkubator dan setelah beberapa jam pengambilan telur dibuhi dengan sperma.

Dalam metode konvensional, sperma ditempatkan dalam cawan petri kecil yang berisi telur, sperma dan sel telur kemudian diinkubasi bersama dalam cawan laboratorium yang memungkinkan sperma untuk memasuki sel telur sendiri. Proses pemupukan ini kemudian diperiksa keesokan harinya.

Proses Transfer Embrio

Setelah proses pembuahan, akan dilakukan transfer embrio yang dilakukan 3-5 hari setelah pengambilan sel telur. Embrio yang terpilih akan dicairkan dan dipindahkan ke dalam rahim, biasanya berlangsung dalam 1 sampai 2 bulan setelah pengambilang sel telur.

Kateter yang lembut, fleksibel dan tipis digunakan untuk memindahkan embrio ke dalam rahim. Ultrasonografi perut digunakan untuk memastikan bahwa ujung kateter telah menempatkan embrio di lokasi terbaik untuk implan embrio.

Diharapkan, perkembangan embrio dapat berlanjut di dalam rahim dan embrio dapat menetas dan ditanamkan di lapisan rahim dalam 1-2 hari setelah pemindahan embrio.

Tes Kehamilan

Proses IVF selanjutnya adalah tes kehamilan, bisa dibilang ini masa penentuan apakah IVF berhasil atau tidak. Tes kehamilan dilakukan 12 hari setelah transfer embrio.

Kamu akan menjalani tes darah kehamilan untuk memastikan apakah kamu positif hamil atau tidak. Jika kamu hamil maka kamu akan menjalani serangkaian tes lanjutan untuk memastikan apakah kehamilanmu normal atau tidak.

Tingkat Keberhasilan IVF

Beberapa faktor seperti usia, penyebab infertilitas, dan pendekatan penanganan memengaruhi hal ini. Secara umum tingkat keberhasilan bagi wanita di bawah 35 tahun adalah 30-35 persen, wanita 35-37 tahun 25 persen, wanita 38-40 tahun 15-20 persen. Sedangkan untuk wanita di atas 40 tahun hanya 6-10 persen.

Efek Samping yang Sering Muncul

Menjalani program IVF bukanlah tanpa risiko, ada efek samping yang khas dan sering dikeluhkan, adapun efek samping tersebut adalah

  • Mengeluarkan sejumlah kecil cairan bening dan berdarah segera setelah prosedur karena penyeka serviks sebelum transfer embrio
  • Nyeri payudara karena kadar estrogen yang tinggi
  • Kembung ringan
  • Keran ringan
  • Sembelit

Jika kamu mengalami nyeri sedang atau parah setelah melakukan transfer embrio, maka segera hubungi dokter. Ia akan mengevaluasi kondisimu untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti infeksi, torsi ovarium dan sindrom hiperstimulasi ovarium yang parah.

Rekomendasi