Semakin mewabahnya virus Corona, pemerintah mengimbau masyarakatnya untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak. Salah satu bentuk social distancing adalah beribadah di rumah, belajar di rumah dan bekerja dari rumah.
Kebijakan tersebut bukan saja menjadi tantangan bagi si anak, tetapi juga bagi orang tuanya. Social distancing tidak hanya diterapkan pada orang dewasa, anak-anak juga perlu melakukannya agar terhindar dari virus Corona.
Dalam hal ini, baik kedisiplinan si anak maupun orang tuanya menjadi kunci keberhasilan belajar di rumah yang merupakan bagian dari social distancing. Sekolah di rumah memang bukan hal mudah, mengingat anak-anak harus mengubah kebiasaan dari sebelumnya di kelas bertemu teman-teman dan guru menjadi hanya di rumah dan bertemu orang tuanya saja.
Belajar di rumah memiliki godaan tersendiri, dimana anak lebih ingin menonton televisi, bermain telepon seluler hingga keinginan bermain lainnya karena merasa sedang menjalani masa libur. Nah, di sini lah peran orang tua untuk mengingatkan kembali mengenai kegiatan belajar di rumah, membantu anak untuk disiplin mengerjakan tugas dengan tetap mendampinginya selama belajar.
Advertisement
Dalam situasi seperti ini, sangat penting sebagai orang tua memberi pemahaman kepada anak mengenai social distancing dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti anak-anak dan tanpa membuatnya merasa takut berlebihan.
Mengutip dari bola.com bahwa orang tua pun harus memberi pemahaman bahwa sekolah sebenarnya ada, tetapi sekarang dipindahkan ke rumah. Itu menjadi alasan tidak boleh kemana-mana dan harus tetap belajar di rumah.
Advertisement
Selain itu, orang tua juga dituntut untuk menciptakan kondisi di mana anak tidak mudah merasa bosan untuk melakukan aktivitas di dalam rumah. Sebagai orang tua, kamu bisa mulai menciptakan kegiatan yang menyenangkan seperti belajar sambil bernyanyi, memberi reward pada anak saat mereka berhasil menyelesaikan tugas. Tidak perlu reward yang besar, cukup memberinya camilan kesukaannya yang kamu buat sendiri di rumah.
Selain mencegah bosan, menciptakan kegiatan yang menyenangkan di rumah juga bertujuan untuk mengurangi keinginan anak untuk bermain ke luar rumah seperti bermain ke tetangga rumah atau teman sekolahnya.
Tidak mengizinkan anak untuk bermain ke luar rumah adalah keputusan yang tepat di situasi pandemi Corona agar anak tetap bisa kita awasi dan tidak memegang barang-barang di luar rumah yang kita tidak bisa jamin kebersihannya.
Advertisement
Berada di rumah saja berarti kamu punya banyak kesempatan untuk mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Kamu bisa memulai dengan mengajarkan anak untuk cuci tangan dengan rajin sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, sebelum dan sesudah makan, dan setelah dari kamar mandi.
Selain mengajarkan cuci tangan, kamu bisa juga mengajarkan anak-anak untuk membersihkan mainan-mainannya dan merapikannya kembali setelah dipakai.