Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perbedaan Puting Beliung dan Tornado beserta Proses Terjadinya

Sama-sama berbentuk pusaran angin yang kencang dan menyebabkan kerusakan di sekitarnya, puting beliung dan tornado sering dianggap sebagai fenomena yang sama. Meski sama-sama angin kencang, namun terdapat perbedaan puting beliung dan tornado yang siginifikan.

Perbedaan puting beliung dan tornado bisa dilihat dari skala, kecepatan, dan dampak yang ditimbulkan oleh kedua fenomena tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang perbedaan puting beliung dan tornado serta mengenali apa itu puting beliung dan tornado, dan ciri-cirinya.

Apa Itu Puting Beliung?

Sebelum mengetahui perbedaan puting beliung dan tornado, ada baiknya kita mengenali kedua jenis fenomena ala mini.

Puting beliung adalah fenomena alam yang terjadi ketika ada kolom udara yang berputar kencang dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam. Puting beliung biasanya terbentuk di bawah awan cumulonimbus yang menandakan adanya badai petir. Puting beliung dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga berat pada bangunan, tanaman, kendaraan, dan manusia.

Puting beliung terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara di berbagai ketinggian. Udara panas dan lembab di permukaan bumi naik ke atas dan bertemu dengan udara dingin di atasnya. Hal ini menyebabkan udara panas berputar dan membentuk pusaran. Jika ada angin kencang yang berhembus dari arah yang berbeda, pusaran udara tersebut dapat memanjang dan menyentuh tanah.

merdeka.com

Puting beliung memiliki beberapa jenis berdasarkan kecepatan angin dan dampak yang ditimbulkan. Jenis-jenis puting beliung adalah sebagai berikut:

  • Puting beliung skala F0: kecepatan angin 64-116 km/jam, menyebabkan kerusakan ringan seperti rusaknya cerobong asap, cabang pohon, dan papan petunjuk.

  • Puting beliung skala F1: kecepatan angin 117-180 km/jam, menyebabkan kerusakan berat seperti rusaknya atap bangunan, fondasi rumah bergeser, mobil terdorong.

Ciri-ciri terjadinya puting beliung dapat diketahui dengan mengamati perubahan cuaca secara tiba-tiba. Beberapa gejala alam yang menunjukkan adanya potensi puting beliung adalah:

  • Udara terasa panas dan gerah
  • Di langit tampak ada awan cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis)
  • Di antara awan cumulus, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi (secara visual seperti bunga kol)

  • Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan cumulonimbus)
  • Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang

Apa Itu Tornado?

Tornado adalah fenomena alam yang terjadi ketika ada kolom udara yang berputar sangat kencang dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam. Tornado biasanya terbentuk di bawah awan cumulonimbus yang menandakan adanya badai petir yang hebat. Tornado dapat menyebabkan kerusakan sangat besar dan banyak korban jiwa.

Tornado terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara di berbagai ketinggian. Udara panas dan lembab di permukaan bumi naik ke atas dan bertemu dengan udara dingin dan kering di atasnya. Hal ini menyebabkan udara panas berputar dan membentuk pusaran. Jika ada angin kencang yang berhembus dari arah yang berbeda, pusaran udara tersebut dapat memanjang dan menyentuh tanah.

merdeka.com

Tornado memiliki beberapa jenis berdasarkan kecepatan angin dan dampak yang ditimbulkan. Jenis-jenis tornado adalah sebagai berikut:

  • Tornado skala F0: kecepatan angin 64-116 km/jam, menyebabkan kerusakan ringan seperti rusaknya cerobong asap, cabang pohon, dan papan petunjuk.
  • Tornado skala F1: kecepatan angin 117-180 km/jam, menyebabkan kerusakan berat seperti rusaknya atap bangunan, fondasi rumah bergeser, mobil terdorong.

  • Tornado skala F2: kecepatan angin 181-253 km/jam, menyebabkan kerusakan parah seperti robohnya rumah kayu, pohon besar tumbang, kereta api terguling.
  • Tornado skala F3: kecepatan angin 254-332 km/jam, menyebabkan kerusakan sangat parah seperti robohnya rumah batu, mobil terlempar jauh, jembatan runtuh.

  • Tornado skala F4: kecepatan angin 333-418 km/jam, menyebabkan kerusakan luar biasa seperti hancurnya bangunan besar, mobil terbang, pohon tercabut dari akarnya.
  • Tornado skala F5: kecepatan angin 419-512 km/jam, menyebabkan kerusakan dahsyat seperti lenyapnya rumah dan bangunan, mobil terhempas ke udara, tanah terkikis.

Tornado berbeda dengan puting beliung, yang merupakan angin berolak berbentuk spiral yang memiliki kecepatan angin kurang dari 300 km/jam dan dapat menimbulkan kerusakan ringan hingga berat. Puting beliung biasanya terjadi di daerah yang memiliki dataran tinggi dan banyak pegunungan, seperti Indonesia.

Ciri-ciri terjadinya tornado dapat diketahui dengan mengamati perubahan cuaca secara drastis. Beberapa gejala alam yang menunjukkan adanya potensi tornado adalah:

  • Udara terasa panas dan gerah
  • Di langit tampak ada awan cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis)
  • Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan cumulonimbus)
  • Terjadi hujan es di sekitar daerah selama 25 menit
  • Pasca-badai, suasana berubah menjadi lebih tenang, namun langit makin gelap dan menghitam

  • Awan bergerak cepat dan mengelilingi suatu wilayah
  • Terdengar suara keras seperti air terjun lalu berubah seperti suara pesawat jet yang sangat keras

Perbedaan Puting Beliung dan Tornado

Dari penjelasan di atas, berikut kami sampaikan perbedaan puting beliung dan tornado agar lebih mudah memahaminya.

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Puting beliung biasanya terjadi di daerah yang memiliki dataran tinggi dan banyak pegunungan, seperti Indonesia.

Tornado adalah angin yang berolak berbentuk spiral dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam dan menyentuh tanah, biasanya menempel pada dasar badai petir. Tornado biasanya terjadi di daerah yang memiliki dataran luas dan tidak banyak pegunungan, seperti Amerika Serikat.

  • Perbedaan puting beliung dan tornado berikutnya adalah puting beliung dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga berat pada bangunan, tanaman, kendaraan, dan manusia. Tornado dapat menyebabkan kerusakan sangat besar dan banyak korban jiwa.

  • Puting beliung biasanya terjadi pada siang hari atau sore hari saat musim pancaroba. Tornado biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari saat musim semi atau musim gugur.

  • Puting beliung dapat diketahui dengan mengamati perubahan cuaca secara tiba-tiba, seperti udara panas dan gerah, awan cumulus, awan cumulonimbus, dan angin kencang. Tornado dapat diketahui dengan mengamati perubahan cuaca secara drastis, seperti udara panas dan gerah, awan cumulus, awan cumulonimbus, hujan es, langit gelap, dan suara keras.

Membandingkan Kecepatan Angin Tornado dan Puting Beliung, Mana Paling Cepat?

Membandingkan Kecepatan Angin Tornado dan Puting Beliung, Mana Paling Cepat?

BRIN melalui Kajian Awal Musim Jangka Madya Wilayah Indonesia (KAMAJAYA) sudah memprediksi akan terjadi peristiwa cuaca ekstrem pada 21 Februari 2024.

Baca Selengkapnya
Angin Berputar di Rancaekek Puting Beliung atau Tornado? Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

Angin Berputar di Rancaekek Puting Beliung atau Tornado? Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

BMKG menegaskan fenomena alam di wilayah perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung yang terjadi Rabu (21/2), merupakan puting beliung.

Baca Selengkapnya
Puting Beliung di Indonesia dan Tornado di Amerika Ternyata Mirip, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Puting Beliung di Indonesia dan Tornado di Amerika Ternyata Mirip, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Menurut Guswanto, tornado biasa dipakai di wilayah Amerika dan ketika intensitasnya meningkat lebih dahsyat.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
BRIN Sebut Angin Tornado Pertama Muncul di Rancaekek, Ini Bedanya dengan Puting Beliung

BRIN Sebut Angin Tornado Pertama Muncul di Rancaekek, Ini Bedanya dengan Puting Beliung

Viral video angin tornado menerjang kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Baca Selengkapnya
FOTO: Dahsyatnya Puting Beliung di Indonesia yang Ternyata Mirip Tornado

FOTO: Dahsyatnya Puting Beliung di Indonesia yang Ternyata Mirip Tornado

Kecepatan angin tornado bisa mencapai ratusan km/jam dengan dimensi yang sangat besar dapat menimbulkan kerusakan yang luar biasa.

Baca Selengkapnya
FOTO: Penampakan Kerusakan Parah Usai Puting Beliung yang Mirip Tornado Menyapu Perbatasan Bandung-Sumedang

FOTO: Penampakan Kerusakan Parah Usai Puting Beliung yang Mirip Tornado Menyapu Perbatasan Bandung-Sumedang

Selain menghancurkan bangunan, bencana ini juga banyak menumbangkan pohon hingga menggulingkan banyak kendaraan.

Baca Selengkapnya
Waspada, Ini Ciri-Ciri Angin Puting Beliung Ekstrem Muncul seperti di Rancaekek

Waspada, Ini Ciri-Ciri Angin Puting Beliung Ekstrem Muncul seperti di Rancaekek

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengungkapkan ciri-ciri angin puting beliung.

Baca Selengkapnya
Peneliti BRIN Ungkap Penyebab, Ciri dan Potensi Bencana Susulan Tornado di Rancaekek

Peneliti BRIN Ungkap Penyebab, Ciri dan Potensi Bencana Susulan Tornado di Rancaekek

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja sejumlah warga luka dan rumah mengalami kerusakan.

Baca Selengkapnya
Tornado Rancaekek: 497 Rumah Rusak, Banyak Warga Mengungsi

Tornado Rancaekek: 497 Rumah Rusak, Banyak Warga Mengungsi

Kusworo mengimbau bagi warga rumahnya mengalami rusak berat untuk diperkenankan mengungsi ke tenda yang telah disiapkan oleh BPBD.

Baca Selengkapnya