Perbedaan ADD dan ADHD, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Merdeka.com - Attention deficit disorder (ADD) adalah istilah kuno untuk apa yang para ahli sekarang sebut attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Namun, banyak yang masih bingung dengan perbedaan ADD dan ADHD ini. Beberapa orang menggunakan istilah "ADD" dan "ADHD" secara bergantian, dan yang lain menganggap ADD sebagai subtipe dari ADHD, meskipun subtipe tersebut tidak lagi digunakan.
Istilah ADD pertama kali muncul dalam edisi ketiga dari “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-3),” sebuah referensi manual yang membantu profesional kesehatan mental mendiagnosis kondisi kesehatan mental.
Ketika American Psychiatric Association merilis edisi revisi pada tahun 1987, mereka menggabungkan kedua subtipe ini menjadi satu kondisi ADHD.
Saat ini, ADHD adalah salah satu kondisi kesehatan mental masa yang umum bagi anak-anak. Namun, orang dewasa juga bisa menderita ADHD. Menurut tinjauan tahun 2021, hampir 2,6 persen orang dewasa secara global menderita ADHD persisten sejak masa kanak-kanak, sementara sekitar 6,7 persen orang dewasa memiliki gejala ADHD dewasa.
Lalu, adakah perbedaan ADD dan ADHD? Dalam artikel berikut ini kami akan sampaikan perbedaan ADD dan ADHD yang dilansir dari verywellhealth.com.
Perbedaan ADD dan ADHD
Menjelasakan tentang perbedaan ADD dan ADHD, ADHD sendiri adalah singkatan dari "attention deficit hyperactivity disorder"—istilah resmi saat ini yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perilaku aktivitas berlebihan dan kesulitan memperhatikan. Namanya telah berubah beberapa kali; "attention deficit disorder," atau "ADD," adalah salah satu nama sebelumnya yang masih digunakan secara tidak resmi. Penggunaan berbagai istilah ini—meskipun ADD telah resmi digantikan oleh ADHD—menimbulkan banyak kebingungan.
Subtipe dan Presentasi ADD dan ADHD
Subtipe ADHD yang diperkenalkan pada tahun 1994 adalah:
Pada 2013, "subtipe" ADHD diubah menjadi "presentasi". Ini berarti bahwa alih-alih didiagnosis dengan jenis ADHD tertentu, orang didiagnosis dengan ADHD dan cara mereka menderita ADHD.
Perubahan dari subtipe ke presentasi dibuat karena orang dapat mengalami rangkaian gejala yang berbeda saat mereka berkembang, yang lebih cocok dengan presentasi daripada subtipe. Misalnya, seorang anak mungkin mengalami gejala aktivitas berlebihan dan kesulitan memperhatikan selama masa kanak-kanak, dan kemudian tidak lagi mengalami aktivitas berlebihan saat remaja atau dewasa.
The American Psychiatric Association (APA) mengklasifikasikan gejala ADHD dan mengaturnya berdasarkan presentasi kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Seseorang mungkin juga mengalami gejala beberapa kategori presentasi. Beberapa orang menyebut presentasi lalai sebagai ADD.
Klasifikasi Gejala menurut APA
Perbedaan ADD dan ADHD dapat kita lihat melalui table gejala berikut ini:
ADHD (ADD) yang lalai/terganggu
ADHD hiperaktif/impulsif
Kesulitan dengan memperhatikan detail
Gelisah
Kesulitan mempertahankan perhatian
Kesulitan untuk tetap duduk
Kesulitan mendengarkan
Gelisah, berlari, atau memanjat
Sulit menyelesaikan tugas
Kesulitan untuk tetap diam
Kesulitan mengatur dan manajemen waktu
Terlalu aktif atau kesulitan untuk tetap diam
Menghindari tugas yang melibatkan perhatian
Berbicara berlebihan
Sering salah meletakkan atau kehilangan barang
Berbicara sebelum mendengarkan
Kelupaan
Kesulitan jika harus menunggu
Sering mengganggu
Penyebab ADHD
Masih belum dipahami sepenuhnya tentang apa yang menyebabkan ADHD. Namun, kondisi itu mungkin sebagian bersifat genetik. Ada teori yang diteliti, termasuk kemungkinan penyebab seperti paparan toksin selama kehamilan atau ketika masih kecil, namun belum ada cukup bukti untuk menyebutkan penyebab faktor risiko potensial ini.
Perbedaan ADD dan ADHD dalam Diagnosis
Seseorang tidak mungkin lagi mendapat diagnosis "ADD" karena istilah tersebut telah diganti dengan ADHD. Jika mereka mendapat diagnosis ADD, kemungkinan kondisi itu merujuk pada presentasi ADHD yang lalai, meski itu bukan istilah resmi. ADHD tidak dapat didiagnosis dengan tes medis. Sebaliknya, profesional kesehatan seperti dokter anak, psikiater, dan psikolog menilai gejala untuk mendiagnosis ADHD.
Bergantung pada sifat gejalanya, dapat ditentukan bahwa ada presentasi dari:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya