Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Pengentalan Darah yang Wajib Diketahui, Cegah Sedini Mungkin

Penyebab Pengentalan Darah yang Wajib Diketahui, Cegah Sedini Mungkin Ilustrasi darah. ©2012 Shutterstock/oksana2010

Merdeka.com - Memiliki darah kental atau hiperkogulabilitas merupakan salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang dapat mengalami penggumpalan darah secara spontan. Pengentalan darah atau dikenal juga dengan istilah koagulasi merupakan kondisi yang bisa jadi baik namun bisa pula menjadi buruk bagi kesehatan. Hal ini tergantung pada kondisi setiap orang. Sebab dalam situasi tertentu koagulasi darah memang diperlukan namun kadang koagulasi darah juga bisa membahayakan.

Sebenarnya, penggumpalan darah merupakan respons alami tubuh untuk menghentikan pendarahan dan menyembuhkan luka. Akan tetapi bila terjadi secara tidak normal, penggumpalan darah dapat mengganggu kesehatan tubuh seperti emboli paru, penyakit jantung, deep vein thrombosis, stroke, trombosis arteri, dan gangguan ginjal.

Untuk menghindari beragam risiko buruk yang bisa timbul dari pengentalan darah maka sebaiknya kamu mengetahui penyebab penggumpalan agar bisa segera menentukan langkah pencegahannya.

Berikut adalah penyebab pengentalan darah yang telah dirangkum merdeka.com melalui alodokter.com dan hellosehat.com.

Gejala Pengentalan Darah

Meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala, namun dalam beberapa kasus orang yang mengalami pengentalan darah akan merasakan beberapa hal tergantung tempat di mana pengentalan darah tersebut terjadi. Jika pengentalan darah terjadi pada lengan atau kaki, maka biasanya kamu akan merasakan pembengkakan, nyeri, perubahan warna kulit, dan muncul sensasi hangat atau kesemutan di anggota gerak tubuh tertentu.

Bila pengentalan darah terjadi pada otak, maka hal itu dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan gejala stroke. Pengentalan darah juga bisa terjadi pada saluran pencernaan dengan gejala yang muncul seperti nyeri perut parah, diare, perut kembung, muntah dan darah bercampur pada tinja maupun muntahan.

Pengentalan darah juga bisa terjadi pada jantung dan paru-paru. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa nyeri dada berat yang menyebar ke lengan atau leher, sesak napas keringat dingin, mual, pusing, bahkan pingsan.

Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut segera periksakan ke dokter untuk mendapat penangan lebih lanjut.

Penyebab Pengentalan Darah

Untuk melakukan pencegahan adanya pengentalan darah dalam tubuh, langkah awal dan paling sederhana yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengenali berbagai hal yang membuat seseorang berisiko mengalami pengentalan darah.

Hal ini penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya pengentalan. Ada beberapa penyebab terjadinya pengentalan darah yaitu sebagai berikut:

  • Faktor keturunan atau bawaan yang diturunkan dari orang tua.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat hormonal, pil KB, tamoxifen, dan heparin.
  • Gumpalan kolesterol di pembuluh darah akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti sirosis, kanker, diabetes, radang pembuluh darah atau vaskulitis, penyakit jantung, sepsis, dan kelainan autoimun.
  • Mengalami cedera, misalnya patah tulang di kaki.
  • Obesitas.
  • Memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, misalnya merokok dan jarang berolahraga juga bisa menjadi penyebab pengentalan darah.

    Selain beberapa faktor di atas, pengentalan darah juga dapat terjadi karena beberapa faktor lain seperti ketika harus berbaring lama setelah operasi, usia tua, dan kehamilan.

    Pengentalan darah bukan sesuatu yang bisa disepelekan mengingat dampak lebih lanjut yang dapat membahayakan kesehatan. Kenali gejala-gejala yang muncul berikut cara mencegahnya untuk mengatasi sedini mungkin.

    Cara Mencegah Pengentalan Darah

    Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tidak kita sadari ternyata membuat kita berisiko mengalami pengentalan darah.

    Untuk mulai melakukan pencegahan ada beberapa hal yang harus kamu terapkan seperti berikut ini:

    1. Mengonsumsi air putih dengan cukup, sebab dehidrasi dapat membuat pembuluh darah menyempit dan mengental.
    2. Jangan duduk terlalu lama karena hal tersebut dapat membuat darah lebih mudah mengental yang biasanya akan terbentuk di tungkai dan menyebar ke organ lain sehingga menyebabkan sumbatan pembuluh darah di organ tersebut. 
    3. Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga serta menghindari asam rokok dan tidak mengonsumsi alkohol. 
    4. Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.  
    5. Mengenakan stocking kompresi. Ini merupakan salah satu saran lain dari dokter selain mengonsumsi obat agar aliran darah tetap terjaga lancar.

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP