Penyebab Fobia Bisa Muncul beserta Gejala yang Perlu Diketahui
Merdeka.com - Fobia adalah reaksi ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional. Jika Anda memiliki fobia, Anda mungkin mengalami rasa takut atau panik yang mendalam saat menemukan sumber ketakutan Anda.
Rasa takut dari fobia dapat berasal dari tempat, situasi, atau objek tertentu. Tidak seperti gangguan kecemasan umumnya, fobia biasanya berkaitan dengan sesuatu yang lebih spesifik. Itulah kenapa, orang yang memiliki fobia, akan berusaha untuk menghindari sumber ketakutan mereka.
Dampak dari fobia dapat mengganggu kehidupan sehari-hari hingga melumpuhkan orang yang memiliki fobia. Orang dengan fobia sebenarnya juga menyadari ketakutan mereka tidak rasional, tapi mereka juga tidak dapat berbuat apa-apa. Pada akhirnya, rasa takut yang berlebihan itu bisa mengganggu kinerja, aktivitas, hingga hubungan pribadi.
Ada berbagai faktor yang mungkin berkontribusi sebagai penyebab fobia. Namun, seringkali tidak ada alasan yang jelas bagaimana ketakutan itu dimulai.
Berikut ini kami akan jelaskan lebih lanjut tentang penyebab fobia yang dirangkum dari verywellmind.com.
Jenis Fobia
Ada beberapa jenis fobia yang bisa muncul. Beberapa orang takut akan ruang terbuka, namun yang lain bisa panik ketika berada di ruangan yang kecil dan sempit. Dan, yang lain mungkin memiliki fobia spesifik, seperti takut pada ular, ketinggian, atau pada laut.
Fobia dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Penyebab Fobia
Faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab fobia antara lain:
Genetika: Penyebab fobia bisa karena genetika. Penelitian telah menunjukkan bahwa fobia tertentu dapat diturunkan dalam keluarga. Misalnya, anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, di lokasi yang berbeda, dapat mengembangkan fobia yang sama. Namun, banyak juga orang dengan fobia tidak memiliki kerabat yang memiliki kondisi yang sama.
Faktor Budaya: Faktor budaya juga bisa menjadi penyebab fobia. Beberapa fobia hanya terjadi pada kelompok budaya tertentu. Contohnya adalah taijin kyofusho, fobia sosial yang muncul hampir secara eksklusif di Jepang. Ini adalah rasa takut akan menyinggung atau menyakiti orang lain dalam situasi sosial. Ini sangat berbeda dari gangguan kecemasan sosial, di mana penderitanya takut dipermalukan secara pribadi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa budaya memainkan beberapa peran dalam perkembangan fobia.
Faktor Perilaku dan Lingkungan: Penyebab fobia terakhir karena faktor perilaku dan lingkungan. Banyak fobia muncul akibat dari peristiwa di kehidupan nyata yang mungkin akan diingat secara sadar atau tidak. Misalnya fobia anjing, mungkin muncul karena dirinya pernah diserang anjing saat masih kecil. Gangguan kecemasan sosial dapat berkembang dari kecanggungan remaja atau intimidasi di masa kanak-kanak. Kemungkinan kombinasi dari faktor-faktor inilah yang membuat fobia berkembang. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum mengambil kesimpulan.
Gejala Fobia
Seseorang yang memiliki fobia kemungkinan akan mengalami gejala berikut:
Seseorang cenderung mengalami perasaan panik dan kecemasan yang intens ketika bertemu dengan objek fobia mereka. Efek fisik dari sensasi ini dapat meliputi:
Perasaan cemas dapat dihasilkan hanya dengan memikirkan objek dari fobia. Pada anak kecil, orang tua mungkin akan melihat anak mereka menangis, memeluk Anda untuk perlindungan, atau berusaha bersembunyi di balik kaki orang tua atau benda. Mereka mungkin juga membuat ulah untuk menunjukkan rasa takut mereka.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya