Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Fobia Bisa Muncul beserta Gejala yang Perlu Diketahui

Penyebab Fobia Bisa Muncul beserta Gejala yang Perlu Diketahui agorafobia. behavioralhealthflorida.com

Merdeka.com - Fobia adalah reaksi ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional. Jika Anda memiliki fobia, Anda mungkin mengalami rasa takut atau panik yang mendalam saat menemukan sumber ketakutan Anda.

Rasa takut dari fobia dapat berasal dari tempat, situasi, atau objek tertentu. Tidak seperti gangguan kecemasan umumnya, fobia biasanya berkaitan dengan sesuatu yang lebih spesifik. Itulah kenapa, orang yang memiliki fobia, akan berusaha untuk menghindari sumber ketakutan mereka.

Dampak dari fobia dapat mengganggu kehidupan sehari-hari hingga melumpuhkan orang yang memiliki fobia. Orang dengan fobia sebenarnya juga menyadari ketakutan mereka tidak rasional, tapi mereka juga tidak dapat berbuat apa-apa. Pada akhirnya, rasa takut yang berlebihan itu bisa mengganggu kinerja, aktivitas, hingga hubungan pribadi.

Ada berbagai faktor yang mungkin berkontribusi sebagai penyebab fobia. Namun, seringkali tidak ada alasan yang jelas bagaimana ketakutan itu dimulai.

Berikut ini kami akan jelaskan lebih lanjut tentang penyebab fobia yang dirangkum dari verywellmind.com.

Jenis Fobia

Ada beberapa jenis fobia yang bisa muncul. Beberapa orang takut akan ruang terbuka, namun yang lain bisa panik ketika berada di ruangan yang kecil dan sempit. Dan, yang lain mungkin memiliki fobia spesifik, seperti takut pada ular, ketinggian, atau pada laut.

Fobia dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:

  • Fobia spesifik: Fobia spesifik melibatkan ketakutan irasional dan terus-menerus terhadap objek atau situasi tertentu yang tidak sebanding dengan risiko sebenarnya. Fobia ini termasuk ketakutan akan situasi (seperti naik pesawat terbang atau ruang tertutup), alam (seperti badai petir atau ketinggian), binatang atau serangga (seperti anjing atau laba-laba), darah, suntikan atau cedera (seperti pisau atau prosedur medis), atau fobia lainnya (seperti suara keras atau badut). Ada banyak jenis fobia spesifik lainnya, dan bukan hal yang aneh jika Anda mengalami lebih dari satu fobia.
  • Gangguan kecemasan sosial: Lebih dari sekadar rasa malu, gangguan kecemasan sosial (sebelumnya dikenal sebagai fobia sosial) melibatkan kombinasi dari kesadaran diri yang berlebihan dan ketakutan akan pengawasan publik atau penghinaan dalam situasi sosial. Dalam situasi sosial, orang tersebut takut ditolak atau dinilai secara negative, atau juga takut menyinggung orang lain.
  • Takut akan ruang terbuka (agoraphobia): Ini adalah ketakutan akan situasi aktual, seperti menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka atau tertutup, berada di keramaian, atau berada di luar rumah sendirian. Kecemasan disebabkan oleh rasa takut dan tidak ada cara untuk melarikan diri atau bantuan jika kecemasan tersebut terjadi. Kebanyakan orang yang menderita agoraphobia memiliki ketakutan tersebut setelah mengalami satu atau lebih serangan panik, yang menyebabkan mereka takut dan menghindari tempat terjadinya. Bagi sebagian orang, agorafobia yang parah dapat membuat mereka tidak bisa meninggalkan rumah.
  • Penyebab Fobia

    Faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab fobia antara lain:

    Genetika: Penyebab fobia bisa karena genetika. Penelitian telah menunjukkan bahwa fobia tertentu dapat diturunkan dalam keluarga. Misalnya, anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, di lokasi yang berbeda, dapat mengembangkan fobia yang sama. Namun, banyak juga orang dengan fobia tidak memiliki kerabat yang memiliki kondisi yang sama.

    Faktor Budaya: Faktor budaya juga bisa menjadi penyebab fobia. Beberapa fobia hanya terjadi pada kelompok budaya tertentu. Contohnya adalah taijin kyofusho, fobia sosial yang muncul hampir secara eksklusif di Jepang. Ini adalah rasa takut akan menyinggung atau menyakiti orang lain dalam situasi sosial. Ini sangat berbeda dari gangguan kecemasan sosial, di mana penderitanya takut dipermalukan secara pribadi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa budaya memainkan beberapa peran dalam perkembangan fobia.

    Faktor Perilaku dan Lingkungan: Penyebab fobia terakhir karena faktor perilaku dan lingkungan. Banyak fobia muncul akibat dari peristiwa di kehidupan nyata yang mungkin akan diingat secara sadar atau tidak. Misalnya fobia anjing, mungkin muncul karena dirinya pernah diserang anjing saat masih kecil. Gangguan kecemasan sosial dapat berkembang dari kecanggungan remaja atau intimidasi di masa kanak-kanak. Kemungkinan kombinasi dari faktor-faktor inilah yang membuat fobia berkembang. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum mengambil kesimpulan.

    Gejala Fobia

    Seseorang yang memiliki fobia kemungkinan akan mengalami gejala berikut:

  • sensasi kecemasan yang tidak terkendali saat bertemu dengan sumber ketakutan
  • perasaan bahwa sumber ketakutan itu harus dihindari bagaimanapun caranya
  • tidak dapat bersikap normal saat bertemu pemicunya
  • pengakuan bahwa ketakutan itu tidak rasional, tidak masuk akal, dan berlebihan, dikombinasikan dengan ketidakmampuan untuk mengendalikan perasaan
  • Seseorang cenderung mengalami perasaan panik dan kecemasan yang intens ketika bertemu dengan objek fobia mereka. Efek fisik dari sensasi ini dapat meliputi:

  • berkeringat
  • pernapasan tidak normal
  • detak jantung cepat
  • gemetaran
  • hot flushes atau kedinginan
  • sensasi tersedak
  • nyeri dada atau sesak
  • kupu-kupu di perut
  • kesemutan
  • mulut kering
  • kebingungan dan disorientasi
  • mual
  • pusing
  • sakit kepala
  • Perasaan cemas dapat dihasilkan hanya dengan memikirkan objek dari fobia. Pada anak kecil, orang tua mungkin akan melihat anak mereka menangis, memeluk Anda untuk perlindungan, atau berusaha bersembunyi di balik kaki orang tua atau benda. Mereka mungkin juga membuat ulah untuk menunjukkan rasa takut mereka.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP