Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyakit Bipolar, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya Sedini Mungkin

Penyakit Bipolar, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya Sedini Mungkin Ilustrasi Bipolar. Ilustrasi Bipolar ©2019 Merdeka.com/Liputan6.com (sumber: unsplash)

Merdeka.com - Menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2016 penderita bipolar telah mencapai 60 juta jiwa. Bipolar disorder atau yang lebih dikenal dengan penyakit bipolar merupakan suatu kondisi mental yang kerap menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem.

Hal ini membuat orang dengan gangguan bipolar memiliki episode mood yang sangat bahagia (mania) atau sangat sedih (depresi). Sering kali, di antara perubahan keduanya, pasien tetap mengalami kondisi mood yang normal.

Orang dengan gangguan bipolar pada saat merasa sedih ia akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan atau sering kali juga kehilangan semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Namun pada saat merasa senang orang dengan gangguan bipolar akan merasa sangat bersemangat dan penuh gairah. Perubahan tersebut dapat terjadi selama beberapa kali dalam setahun atau bahkan dalam waktu seminggu dalam kasus yang lebih parah.

Kondisi demikian dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja dan yang terburuk adalah dapat memicu munculnya perasaan ingin bunuh diri. Meskipun begitu untuk mengetahui perubahan emosi yang kamu rasakan termasuk ke dalam bipolar atau tidak kamu tidak disarankan untuk menganalisisnya sendiri. Sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog agar kamu mendapat jawaban dan solusi yang tepat.

Agar lebih memahami gambaran mengenai penyakit bipolar maka berikut ini ada informasi mengenai penyakit bipolar dari gejala hingga cara mengatasinya telah dirangkum:

Penyebab Penyakit Bipolar

Untuk mengambil penanganan yang tepat mengenai penyakit bipolar ada baiknya kamu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan informasi yang merugikan. Adapun penyebab penyakit bipolar adalah sebagai berikut:

1. Kondisi OtakPenyebab penyakit bipolar yang pertama adalah kondisi otak. Mengingat Otak dapat melewati berbagai perubahan fisik yang memengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Transmiter tersebut merupakan zat-zat yang sedikit banyak dapat memengaruhi mood.

2. Turunan GenetikPenyebab penyakit bipolar berikutnya adalah faktor genetik. Orangtua atau anggota keluarga lain dapat memiliki kemungkinan memiliki bibit bipolar disorder yang diwariskan kepada anaknya.

3. Pengaruh Lingkungan SosialPenyebab penyakit bipolar lainnya adalah pengaruh lingkungan sosial. Dalam hal ini para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder.

Faktor-faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya kepercayaan diri, atau mengalami suatu kehilangan yang tragis.

Tipe Penyakit Bipolar

1. Gangguan Bipolar 1 Penyakit bipolar disorder tipe ini kerap kali ditandai dengan manik depresif, yaitu adanya perubahan mood yang cenderung drastis. Penderita bisa mengalami 'mania', yaitu kesenangan dan kegembiraan yang berlebihan, over aktivitas fisik, banyak bicara, hingga penurunan kebutuhan tidur.

jaga kesehatan mental

©2020 Merdeka.com

2. Gangguan Bipolar 2 Penyakit bipolar disorder tipe ini biasanya penderitanya cenderung memiliki energi yang sangat rendah, kesehatan mental dan fisik yang agak terbelakang. Hal ini diikuti dengan kelelahan yang berlebihan karena hipersomnia, yaitu gangguan tidur yang ditandai oleh kebutuhan untuk tidur berlebihan atau mengantuk tiba-tiba.

3. Cyclothymia Penyakit bipolar disorder tipe ini memiliki kegembiraan yang berlebihan dalam jangka waktu lama dengan gejala depresi yang tidak begitu kentara. Bahkan mungkin orang dengan gangguan ini tidak terlihat depresi sama sekali. Namun pada akhirnya, penderita cyclothymia akan mengembangkan bipolar 1 atau 2 yang parah.

4. Bipolar NOS Penyakit bipolar disorder ini merupakan bipolar yang tidak teridentifikasi. Dalam arti, mereka mengalami beberapa gejala bipolar, namun bisa muncul dan hilang, atau mengalami gejala gangguan mental yang hampir sama dengan bipolar namun tidak spesifik dan tidak mudah dikenali seperti gejala bipolar lainnya.

Gejala Penyakit Bipolar

Pada saat seseorang terkena kondisi gangguan bipolar, ia akan cenderung mengalami perasaan emosional yang hebat dan terjadi pada suatu periode tertentu atau dikenal dengan “episode mood”. Setiap episode mood menunjukkan perubahan drastis dari mood dan perilaku normal orang tersebut.

Episode tersebut dinamakan kondisi campuran. Di mana penderita juga akan menjadi sangat mudah tersinggung dan marah-marah dalam sebuah episode mood. Perubahan mood ini juga biasanya disertai perubahan ekstrem yang menyangkut energi, aktivitas, pola tidur, dan perilaku sehari-hari.

1. Gejala Penyakit Bipolar Selama Episode Manic

  • Merasa terlalu bahagia dan bersemangat.
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
  • Banyak makan.
  • Kurang tidur.
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko.
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya.
  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.
  • Kamu bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius.
  • 2. Gejala Penyakit Bipolar Selama Episode Depresif

  • Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang.
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Makan lebih sedikit.
  • Merasa ngantuk dan malas.
  • Merasa terlalu sadar diri dan minder.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.
  • Cara Mengatasi Penyakit Bipolar

    Penyakit bipolar disorder bisa dibilang susah atau bahkan tidak bisa disembuhkan namun perihal mengatasinya ada beberapa cara untuk lebih menstabilkan perubahan mood penderita.

    Perawatan yang cocok bagi penderita penyakit bipolar akan ditentukan oleh psikiater (seorang dokter yang khusus menangani gangguan kondisi mental). Tergantung kondisi penderita, beberapa perawatan yang akan diberikan untuk gangguan bipolar adalah:

    1. Konseling Kamu mungkin akan perlu melakukan konseling untuk membicarakan kondisi kamu dan bagaimana cara melewati episode emosi yang kamu alami. Carilah suatu komunitas yang dapat membantu kamu mengatasi gangguan ini.

    2. Terapi Obat Selain konseling ada pula terapi obat. Dalam hal ini dokter akan memberikan resep untuk menstabilkan mood kamu. Obat tersebut dapat membantu mengurangi gejala yang kamu alami.

    Kamu mungkin diharuskan untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dalam jangka waktu yang lama untuk mencegah suatu episode depresi yang dapat menyebabkan bunuh diri. Obat-obatan yang ada biasanya terdiri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, dan obat anti stres.

    3. Perawatan Penyalahgunaan Zat Tertentu Apabila kamu menderita suatu ketergantungan pada zat tertentu, sangat penting untuk menanggulangi ketergantungan itu, mengingat kondisi tersebut akan menyulitkan kamu dalam meringankan kondisi yang kamu alami.

    4. Perawatan Rumah Sakit Dalam kasus yang lebih parah, bisa orang dengan gangguan bipolar akan diminta untuk melakukan perawatan di rumah sakit agar mendapat pengawasan secara berkala. Perawatan tersebut khususnya terjadi apabila kamu mengalami tanda-tanda ingin melakukan bunuh diri. Pada level ini, kamu bisa saja melukai diri kamu sendiri dan orang lain.

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP