Pabrik Mi Berformalin Terungkap di Bandung, Sehari Bisa Produksi 2 Ton

Rabu, 29 Juni 2022 18:18 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Pabrik Mi Berformalin Terungkap di Bandung, Sehari Bisa Produksi 2 Ton ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah pabrik mi yang menggunakan bahan pengawet formalin dalam proses produksi berhasil digerebek petugas kepolisian dari Polresta Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/6). Dalam sehari, pabrik tersebut bisa memproduksi mi basah hingga 2 ton.

Proses penyelidikan pabrik mi berformalin ini telah dilakukan selama sebulan oleh tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung. Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan seorang tersangka berinisial Y yang merupakan pemilik pabrik serta 13 saksi lainnya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Kusworo Wibowo mengungkapkan, pihaknya sempat menduga jika pabrik itu sudah beroperasi selama 4 tahun.

Berikut ulasan selengkapnya

2 dari 4 halaman

Masyarakat Tidak Ada yang Tahu

Dari hasil penyelidikan, ditemukan fakta bahwa kegiatan operasional pabrik dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat sekitar sebelumnya menduga jika pabrik tersebut memproduksi bakso tahu.

"Memang pergerakannya tertutup sekali, tidak ada masyarakat sekitar yang mengetahui meski lokasi pabrik tersebut di dekat permukiman," kata Kusworo, dilansir dari ANTARA.

Produksi mi di pabrik tersebut dilakukan dengan memakai tepung terigu dan tepung kanji. Setelah dibentuk, mi kemudian direbus dengan formalin. Tujuannya agar mi tersebut masa kedaluwarsa lama, mulai dari 4 bulan hingga 5 bulan.

"Sudah kami uji coba tadi dengan menggunakan alat sehingga sampel yang ada itu menunjukkan warna ungu. Maka itu, indikasi dan dinyatakan positif berbahan formalin," katanya.

3 dari 4 halaman

Dijual di Sekitar Kabupaten Bandung

Selama ini, produk mi berformalin itu sudah dijual ke beberapa pasar di Kabupaten Bandung. Setelah terungkap, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah kepala pasar di daerah setempat agar tidak menjual mi dari pabrik tersebut.

"Untuk sementara, market-marketnya memang hanya di Kabupaten Bandung saja," kata dia.

Sementara itu, Kepala Satresnarkoba Polresta Bandung Kompol Andi Alam mengatakan bahwa aktivitas pabrik itu sangat tertutup dari masyarakat. Bahkan, pengelola pabrik itu pun memasang sejumlah kamera pengawas untuk memantau situasi.

"Contohnya beli air galon saja dia enggak pesan. Akan tetapi, dia beli keluar. Jadi, benar-benar tersembunyi, masyarakat tahunya ini tempat produksi siomai (bakso tahu)," kata Andi.

Andi mengatakan bahwa mi yang mengandung formalin itu bisa mengancam kesehatan masyarakat jika mengonsumsinya karena merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh manusia.


"Untuk konsumsi terkait dengan formalin, dalam jangka waktu panjang bisa berpotensi menyebabkan kanker dan juga berujung kematian," kata Andi.

4 dari 4 halaman

Hukuman Penjara Menanti

ilustrasi borgol
Ilustrasi

©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Andi melanjutkan, pihak kepolisian berhasil mengamankan 1,5 ton mi mengandung formalin yang siap edar. Selain itu, di lokasi juga ditemukan sejumlah bahan baku produksi, seperti tepung terigu, minyak, dan bahan lainnya.

Akibat perbuatannya, Y disangkakan Pasal 136 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Tersangka tersebut terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini