Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasib Tragis Gerbang Amsterdam yang Dulu Jadi Ikon di Jakarta, Sempat Hilang Dicuri dan Dibongkar karena Simbol Penjajahan

Nasib Tragis Gerbang Amsterdam yang Dulu Jadi Ikon di Jakarta, Sempat Hilang Dicuri dan Dibongkar karena Simbol Penjajahan

Nasib Tragis Gerbang Amsterdam yang Dulu Jadi Ikon di Jakarta, Sempat Hilang Dicuri dan Dibongkar karena Simbol Penjajahan

Dulu gerbang ini jadi simbol kejayaan di Batavia. Namun sayang nasibnya tragis.

Jakarta memiliki banyak ikon yang masih bertahan hingga sekarang, sebut saja patung selamat datang di Bundaran HI, patung Pancoran sampai tugu Monumen Nasional (Monas) yang paling terkenal.

Namun siapa sangka jika pemerintah kolonial Belanda telah membangun sebuah bangunan besar yang saat itu menjadi ikon di wilayah Batavia (sekarang Jakarta) bernama Gerbang Amsterdam.

Dahulu, Gerbang Amsterdam jadi bangunan pagi besar di wilayah Jakarta Barat. Bentuknya juga megah, dengan dinding yang memanjang di kiri dan kanannya dan dibangun dengan dua lantai.

Namun nasib tragis banyak menimpa bangunan ini, mulai hilangnya patung dewa di sisi depan hingga terpaksa dipangkas untuk pelebaran jalan. Puncaknya terjadi pada 1950, ketika Presiden Soekarno kala itu ingin menasionalisasi Indonesia yang menghilangkan bangunan yang dianggap simbol penjajahan.

Yuk, kenalan dengan Gerbang Amsterdam yang punya nasib tragis berikut ini.

(Gambar: Indonesia Tempo Dulu)

Nasib Tragis Gerbang Amsterdam yang Dulu Jadi Ikon di Jakarta, Sempat Hilang Dicuri dan Dibongkar karena Simbol Penjajahan
Dibangun Sebagai Gerbang Masuk Menuju Batavia

Dibangun Sebagai Gerbang Masuk Menuju Batavia

Mengutip laman Indonesia Tempo Dulu, bangunan Gerbang Amsterdam ini memiliki desain yang megah dan menjulang tinggi pada masanya.

(Gambar: Tropen Museum Belanda)

Dari sumber sejarah dikatakan bahwa pembangunannya dilakukan di masa Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff, sekitar abad ke-18 atau persisnya tahun 1743.

Kala itu, Imhoff ingin memiliki gerbang besar sekaligus benteng sebagai pintu masuk menuju Kota Batavia. Menurut pengamat sejarah, Candrian Attahiyyat di kanal YouTubenya mengatakan bahwa gerbang ini berada di sebelah selatan bangunan kastil Batavia hingga balai kota atau yang saat ini menjadi Taman Fatahillah.

Saat ini, lokasi bekas gerbang diketahui berada di simpang Jalan Cengkeh, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Kastil Batavia merupakan kompleks bangunan benteng yang difungsikan sebagai pusat pemerintahan perusahaan Hindia Timur Belanda.

Dahulu, tempat ini memiliki peran sebagai pusat perdagangan Imperium di Asia, setelah dirintis oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen di tahun 1619.

Dipugar oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels

Karena ada pengembangan Kota Batavia, maka Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels melakukan pemugaran pada 1808. Selain itu, pemugaran juga dilakukan sebagai upaya perbaikan usai hancurnya Gerbang Amsterdam karena masuknya kolonialisme Prancis di 1806.

Usai ketegangan Belanda dengan Prancis mereda, Daendels menambahkan patung dewa masyarakat Prancis di bagian depan gerbang sebagai bentuk penjagaan yakni Dewa Mars dan Dewi Minerva.

Kemudian pada 1869, sayap kanan dan kiri gerbang sepenuhnya dibongkar untuk keperluan pengembangan transportasi. Saat itu pemerintahan Hindia Belanda menerapkan transportasi massal berupa trem kuda, sehingga membutuhkan lahan yang lebih luas.

Beruntungnya, bangunan utama gerbang dengan patung Dewa Mars dan Dewi Minerva tidak dibongkar dan masih berdiri kokoh.

Usang dan Tidak Terawat di Tahun 1920-an

Usang dan Tidak Terawat di Tahun 1920-an

Nasibnya mulai tragis saat pemerintah kolonial Belanda membangun jaringan rel kereta listrik di tahun 1920-an.

Ketika itu pembangunan dilakukan di sisi utara gerbang, sehingga dirasa menutupi kemegahan Gerbang Amsterdam.

Parahnya, kondisi banguann gerbang juga tidak diperhatikan oleh pemerintah kolonial hingga penampilan gerbang menjadi usang. Jangankan untuk perbaikan, pengecatan dan pembersihan bidang bangunan sudah lama tidak dilakukan

Kawasan tersebut juga mulai padat penduduk, sehingga gerbang menjadi kehilangan keindahannya karena penataan ruang yang tidak terkendali di awal abad ke-20. Nasibnya terus tragis hingga masuk penjajahan Jepang.

Patung Dewa Mars dan Dewi Minerva Hilang dan Gerbang Dihancurkan Total Tahun 1950

Patung Dewa Mars dan Dewi Minerva Hilang dan Gerbang Dihancurkan Total Tahun 1950

Masuknya penjajahan Jepang tahun 1942 sampai 1945 makin memperburuk keadaan gerbang tersebut.

Di masa ini bahkan, dua patung Dewa Mars dan Dewi Minerva yang terpasang hilang tak berbekas.

Seiring rampungnya masa kolonialisme di Indonesia, pemerintahan presiden Soekarno melakukan penataan Batavia secara besar-besaran. Di sekitar gerbang mulai dibangun jalan dan melakukan pelebaran trotoar.

Pada 1950, gerbang ini resmi dihancurkan. Selain bertujuan untuk penataan ruang kota, penghancuran juga sebagai upaya menghilangkan jejak buruk kolonialisme Belanda yang sudah membuat susah masyarakat Indonesia.

Sayangnya, di masa kini, Gerbang Amsterdam sudah hilang tak berbekas. Namun demikian, sempat muncul wacana jika replikasnya sedang disiapkan untuk dibangun di kawasan kota tua. Namun belum diketahui apakah bentuk dan lokasinya sama persis atau tidak.

Pembongkaran Gerbang Amsterdam pada 1950.

(Gambar: YouTube Candrian Attahiyyat)

Nasib Tragis Gerbang Amsterdam yang Dulu Jadi Ikon di Jakarta, Sempat Hilang Dicuri dan Dibongkar karena Simbol Penjajahan
Napak Tilas di Benteng Speelwijk Banten, Konon Dulu Ada Kantor sampai Gereja di Dalamnya
Napak Tilas di Benteng Speelwijk Banten, Konon Dulu Ada Kantor sampai Gereja di Dalamnya

Benteng ini dulu jadi simbol kekuatan penjajah setelah menaklukan Kesultanan Banten.

Baca Selengkapnya
Tragis! Ibu Muda Nekat Ajak Anak Tenggak Racun Tikus Usai Diancam Cerai, Berujung Balitanya Tewas
Tragis! Ibu Muda Nekat Ajak Anak Tenggak Racun Tikus Usai Diancam Cerai, Berujung Balitanya Tewas

Pada awal kejadian (31/1), tersangka sempat mengaburkan penyebab kematian korban dengan mengaku tidak tahu terkait penyebab meninggalnya sang anak.

Baca Selengkapnya
Jadi Titik Nol Selatan Sumatra, Ini Fakta Menarik Menara Siger Kebanggaan Warga Lampung
Jadi Titik Nol Selatan Sumatra, Ini Fakta Menarik Menara Siger Kebanggaan Warga Lampung

Bangunan yang terlihat jelas dari Pelabuhan Bakauheni ini menjadi ikon kota Lampung.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tragis, Seorang Nenek Tewas Terjebak Kobaran Api yang Melahap Rumahnya
Tragis, Seorang Nenek Tewas Terjebak Kobaran Api yang Melahap Rumahnya

Jasad nenek Katinam ditemukan di lantai 2 rumah dilahap api.

Baca Selengkapnya
Terungkap Motif Sopir Fortuner Arogan Pakai Pelat Dinas TNI Palsu hingga Ngaku Adik Jenderal
Terungkap Motif Sopir Fortuner Arogan Pakai Pelat Dinas TNI Palsu hingga Ngaku Adik Jenderal

Pelaku telah diamankan oleh TNI dan Polda Metro Jaya di kediamannya kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Baca Selengkapnya
Terbongkar Motif WN Rusia Ngamuk dan Rusak Restoran di Bali Akibat Putus Cinta
Terbongkar Motif WN Rusia Ngamuk dan Rusak Restoran di Bali Akibat Putus Cinta

Jadi dia langsung mabuk berat, kata dia, pengakuan dia akibat putus cinta dengan pacarnya di sini orang lokal tinggal di Bali," kata AKP Sudina

Baca Selengkapnya
Tragis! Bocah Lima Tahun di Bekasi Tewas dengan 20 Luka Tusuk
Tragis! Bocah Lima Tahun di Bekasi Tewas dengan 20 Luka Tusuk

Tragis! Bocah Lima Tahun di Bekasi Tewas dengan 20 Luka Tusuk

Baca Selengkapnya
Napi Narkoba Tewas Gantung Diri dengan Tali Sepatu di Kamar Mandi Lapas Kedungpane Semarang
Napi Narkoba Tewas Gantung Diri dengan Tali Sepatu di Kamar Mandi Lapas Kedungpane Semarang

Belem diketahui penyebab pasti SER nekat bunuh diri

Baca Selengkapnya
Tragis! Balita di Tangerang Meninggal Usai Tangannya Dipatuk Kobra Saat Bermain di Rumahnya
Tragis! Balita di Tangerang Meninggal Usai Tangannya Dipatuk Kobra Saat Bermain di Rumahnya

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong

Baca Selengkapnya