Naiknya BBM Bikin Ongkos Angkot di Bogor Berubah, Sopir Keluhkan Ini
Merdeka.com - Ongkos angkutan kota (angkot) di wilayah Bogor, Jawa Barat terpantau ikut menyesuaikan harga BBM yang naik. Penyesuaian ini membuat tarif mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 sampai Rp2.000.
Para sopir angkot di Terminal Laladon, Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor misalnya. Mereka mengeluhkan naiknya harga BBM yang berimbas terhadap pendapatan sehari-hari.
“Ya mestinya tarif disesuaikan dengan kenaikan BBM, kalau sekarang ongkosnya naik Rp1.000 sampai Rp2.000,” kata salah satu sopir angkot bernama Ohim, melansir YouTube Liputan6 SCTV, Senin (5/8).
Sopir Keberatan karena Susah Menutupi Ongkos Bensin

Angkot di Bogor ©2017 merdeka.com/septian tri kusuma
Kendati sudah dinaikkan sesuai jarak dan jenis penumpang, para sopir mengaku masih berat membagi pendapatan. Itu karena ongkos bensin yang naik sampai Rp2.500.
Aturan naiknya ongkos tersebut berdasarkan edaran dari Organisasi Angkutan Darat atau Organda di Kabupaten Bogor.
“Adanya edaran sementara ini untuk menghindari gejolak antara penumpang dengan sopir angkot, imbas dari naiknya tarif yang menyesuaikan BBM. Nah keberatannya adalah ketika tarifnya hanya dinaikkan seribu rupiah, karena naik harga bensinnya aja sudah Rp2.500,” kata sopir angkot lainnya, Mulyadi.
Ongkos di Kota Bogor Resmi Naik
Sementara itu, tarif angkot di Kota Bogor resmi mengalami penyesuaian harga atau kenaikan.
Dilansir dari Liputan6, ongkos untuk penumpang umum jauh dekat naik menjadi menjadi Rp5.000. Sementara untuk pelajar tarif dikenakan menjadi Rp4.000. Sebelumnya tarif penumpang biasa Rp4.000 dan pelajar Rp3.000.
“Tarif angkot naik sekitar 42 persen, begitu terdapat pengumuman kenaikan harga BBM, kami langsung sampaikan ke pak wali kota agar disesuaikan” Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo, Minggu (4/9).
Walau saat ini Perwal Kota Bogor soal penyesuaian tarif masih dalam penggodokan, namun Eko menyebut jika para sopir angkot sudah bisa menaikkan tarif sebesar Rp1.000.
Kata PenumpangSalah satu penumpang, Nuryanih mengaku mau tidak mau ikut menyesuaikan tarif angkot di Bogor. Walau begitu dirinya mengaku kerepotan dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.
"Ya menyesuaikan aja, kalau BBM naik ini sebenarnya kerepotan karena dampaknya ongkos angkot jadi naik," katanya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya