Mengenal Miss Tarminah, Penyanyi Keroncong Singapura Era 1930-an yang Memuji Bandung Lewat Lagu

Lagu ini menceritakan tentang Kota Bandung yang sejuk dan perempuannya yang cantik

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mengenal Miss Tarminah, Penyanyi Keroncong Singapura Era 1930-an yang Memuji Bandung Lewat Lagu
Mengenal Miss Tarminah, Penyanyi Keroncong Singapura Era 1930-an yang Memuji Bandung Lewat Lagu (Merdeka.com)
Dari Singapura hendak ke tanah Jawa,
di negeri Bandoeng kita ada singgah,
banyak pemuda serta gadis lawa-lawa,
melanconglah ke tanah Jawa.

Itulah sepenggal bait yang dinyanyikan oleh Miss Tarminah, seorang penyanyi keroncong asal Singapura yang populer di tahun 1930-an. 

Jika dilihat dari liriknya, banyak rasa kekaguman yang tertuang di sana tentang Kota Bandung. Lagu ini pun kemudian dikenal sebagai bentuk pujian akan kota tersebut, yang pada masa Hindia Belanda sudah menjadi salah satu tujuan wisata.

Miss Tarminah membawakan lagu Kota Bandung ini dengan nada riang dan musik yang ceria. Dari lagu ini, pendengar seolah diajak menjelajah Kota Kembang melalui irama keroncong.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Yuk simak fakta-fakta seputar Miss Tarminah berikut ini.

Gambar: laman blog Senandung Lawas.

Bernama Lengkap Tarminah Kario Wikromo
Dok. Istimewa

Nama lengkap Miss Tarminah adalah Tarminah Kario Wikromo. Ia merupakan penyanyi keroncong yang terkenal di tanah Melayu, terutama Singapura pada tahun 1930-an.

Menariknya, Tarminah merupakan perempuan yang lahir di Pulau Jawa, dan menetap di Singapura setelah menikah.

Di Singapura, ia mulai berkarya secara penuh dan menjadi penyanyi keroncong dengan tema-tema yang dekat dengan masyarakat Melayu dan Indonesia seperti pada lagu Kota Bandoeng ini.

Dalam catatan di laman Senandung Lawas, Tarminah diketahui menikah dengan Zubir Sahid, yang merupakan komponis asal Singapura dan pencipta lagu kebangsaan negara tersebut berjudul “Majulan Singapura”

Selama di Singapura, suara Miss Tarminah menghiasi banyak radio untuk menyanyikan lagu irama keroncong.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Awal pertemuan Miss Tarminah dengan Zubir Sahid adalah di perusahaan rekaman His Master's Voice atau HMV, hingga keduanya menikah pada 1938.

Gambar: Zubir Sahid/Wikipedia

Salah satu karya Miss Tarminah yang terkenal adalah lagu berjudul “Kota Bandoeng” yang menggambarkan kekaguman akan kota itu.

Dalam bait liriknya banyak menceritakan tentang kelebihan Kota Bandung yang memiliki hawa yang sejuk.

Kemudian pujian juga dialamatkan kepada perempuan Bandung yang cantik dan memiliki tubuh yang ideal. 

Dari Singapura hendak ke tanah Jawa, di negeri Bandoeng kita ada singgah, banyak pemuda serta gadis lawa-lawa, melanconglah ke tanah Jawa.

Di Kota Bandoeng hawanja sejuk, banyak gadis-gadis pandai membujuk, pinggangnya ramping, jalannya pun lenggak lenggok, tua muda tak tahan menengok.

Kalau ke Bandoeng lagi banya anak dan istri, hatinya kesal tak bolehlah joli, laki saya tengok gadis disangka putri, hampir sikit dilanggar taksi.

Dari informasi yang beredar, setidaknya terdapat 12 lagu yang dinyanyikan oleh Miss Tarminah. Berikut daftarnya:

1. Sama Rata - Keroncong Foxtrot
2. Gila Hormat - Keroncong Tango
3. Kaloe Tjinta - Keroncong Rumba
4. Slamet Tidoer, Baby - Keroncong Slowfox

5. Boeroeng Dara
6. Koepoe Koepoe
7. Kaloe Bintang Gelap - Keroncong Waltz
8. Kapoeasan Sedjati - Keroncong Slowfox
9. O, Kenapa, - Keroncong Waltz
10. Kapan Bisa Kedjadian - Keroncong Rumba
11. Iboe Tiri - Keroncong Tango
12. Boedi jang Beloem Terbalas - Keroncong Tango

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gambar Kota Bandung tempo dulu. Wikipedia

Rekomendasi