Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Misalin, Tradisi Unik Masyarakat Ciamis untuk Menyambut Bulan Ramadan

Mengenal Misalin, Tradisi Unik Masyarakat Ciamis untuk Menyambut Bulan Ramadan Tradisi Misalin. Akun Instagram @misalin2018 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak tradisi di Indonesia yang digelar untuk merayakan atau menyambut suatu momen tertentu. Biasanya tradisi tersebut berasal dari kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dalam mengaplikasikan ajaran leluhur mereka.

Di Ciamis, Jawa Barat terdapat sebuah tradisi khusus yang biasa dilakukan masyarakat setempat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yaitu tradisi Misalin.

Tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun tersebut selalu diadakan oleh masyarakat di Desa Cimarangas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat setiap tahunnya.

Sejarah Tradisi Misalin

tradisi misalin

Akun Instagram @misalin2018 2020 Merdeka.com

Tradisi Misalin sangat erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat Cimarangas yang percaya bahwa leluhur mereka dari Kerajaan Galuh, bernama Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh Salawe, selalu melakukan penghormatan kepada ayahnya melalui tradisi nyekar (mengunjungi makam) sebelum bulan Ramadan tiba.

Hal tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi misalin yang selalu dilakukan oleh masyarakat Cimaragas setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan dengan membersihkan diri melalui kuramasan yang dilakukan oleh anak-anak dan dimandikan oleh sesepuh setempat.

Makna Tradisi Misalin

tradisi misalin

Akun Instagram @thebalapati 2020 Merdeka.com

Dilansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Latif Wijaya atau yang biasa disebut Abah Latif sebagai juru kunci makam keramat sekaligus sesepuh di desa tersebut mengungkapkan bahwa ritual adat Misalin secara harfiah berarti melakukan pergantian baju menuju kesejahteraan hidup lahir batin.

Tradisi tersebut berasal dari kata Mi yang artinya melakukan dan Salin yang artinya berganti pakaian. Sehingga tradisi tahunan ini telah turun temurun dilakukan oleh masyarakat di wilayah tersebut untuk menyalin jiwa mereka untuk menyambut bulan Ramadan.

Pada tradisi ini, masyarakat bergotong royong membersihkan makam leluhur sekaligus berdoa di tempat tersebut untuk menyucikan diri menyambut Ramadan.

"Misalin juga bermakna membersihkan diri dari segala macam perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama," ujar Abah Latif.

Simbol Membersihkan Diri

tradisi misalin

Akun Instagram @misalin2018 2020 Merdeka.com

Dalam tradisi misalin juga terdapat simbol khas yang selalu diadakan dalam setiap pelaksanaannya, yaitu simbol kuramasan atau berkeramas dan memandikan anak kecil. Anak kecil disimbolkan sebagai subjek yang suci dan menggambarkan masyarakat yang dianggap lahir kembali sehingga suci dan siap untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadan.

Menurut Abah Latif, tradisi tersebut selalu dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadan, dan kegiatan memandikan anak kecil tersebut adalah sekaligus untuk membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah puasa.

"Tradisi ini bermakna agar warga Galuh melakukan salin diri dari perilaku buruk menjadi baik, ujar Abah Latip, panggilan akrab Raden Latip Adiwijaya. Pesan ritual ini juga ditujukan agar setelah bulan puasa warga Galuh bersih untuk menapaki kehidupan selanjutnya,". Ujar Abah Latif.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP