Mengenal Mipit, Tradisi Leluhur Sumedang yang Bawa Pesan Mendalam

Kamis, 30 Juni 2022 18:02 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Mengenal Mipit, Tradisi Leluhur Sumedang yang Bawa Pesan Mendalam Mipit pare di Sumedang. ©2022 sumedangkab.go.id/Merdeka.com

Merdeka.com - Mipit merupakan salah satu tradisi yang hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Warisan nenek moyang ini memiliki pesan khususnya bagi laku lampah masyarakat setempat.

Pada 25 Juni lalu, upacara tersebut diselenggarakan di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede. Tradisi ini digelar oleh masyarakat sebelum masa panen. Warga yang mengenakan pakaian tradisional akan memulai tradisi ini dengan berjalan membawa sejumlah hasil bumi.

Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Mekarasih, Shihabudin mengatakan jika saat ini pihaknya berupaya menghidupkan kembali tradisi mipit.

"Generasi milenial harus mendapatkan edukasi terkait nilai-nilai budaya tradisional secara langsung. Budaya tradisional diharapkan bisa menginspirasi generasi milenial tentang nilai dan makna dari budaya tersebut. Untuk selanjutnya bisa dilestarikan dan dikembangkan dalam era kekinian," kata Sihabudin, dikutip dari laman Pemkab Sumedang, Kamis (30/6).

2 dari 4 halaman

Hampir Punah

mipit pare di sumedang
Tradisi mipit pare di Sumedang ©2022

sumedangkab.go.id/Merdeka.com

Menurut Sihabudin, tradisi mipit sudah digelar sejak bertahun-tahun lalu. Namun sekarang tradisi ini tidak banyak diketahui oleh generasi milenial akibat perubahan zaman.

Dalam pelaksanaannya, generasi muda di Desa Mekarasih banyak yang terlibat di prosesi upacara adat mipit tersebut.

"Makanya, setelah terbentuk LAD di desa kami, masyarakat mencoba menggali kembali tradisi-tradisi budaya yang bisa dijadikan sebagai bahan edukasi tentang nilai dan makna dari tradisi itu, terutama untuk kalangan milenial," katanya

3 dari 4 halaman

Bawa Pesan Tata Krama dan Sopan Santun

Dalam prosesi upacara adat Mipit, ada beberapa nilai dan makna yang disampaikan kepada masyarakat. Di antaranya pentingnya implementasi tata krama dalam segala hal. 

"Makna dan nilai dari ritual Mipit ya salah satunya mengajarkan tata krama, sopan santun, dan lainnya," katanya.

Ia berharap, kegiatan yang berkaitan dengan budaya tradisional bukan hanya sebatas didiskusikan saja, tapi lebih baik dilakukan secara nyata agar nilai dan maknanya bisa tersampaikan ke masyarakat. 

"Apalagi Sumedang saat ini sudah men-dec lare sebagai pusat budaya. Berharap kegiatan seperti ini bisa mendukung program Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS)," katanya. 

4 dari 4 halaman

Bentuk Rasa Syukur atas Hasil Panen yang Didapat

Dilanjutkan Shihab, tradisi mipit turut tersimbol sebagai bentuk kerendahan hati manusia dalam meminta izin melalui doa ketika hendak melaksanakan panen padi. 

Dikutip dari laman jurnal Undiksha, pelaksanaan upacara adat mipit memiliki beberapa tahapan seperti penentuan hari pelaksanaan, kemudian membawa hasil bumi seperti nasi, sirih, telur ayam, bunga rampai, dan kemenyan.

Simbol-simbol tersebut adalah bentuk ungkapan rasa syukur dari masyarakat kepada Tuhan, termasuk Dewi Sri yang dalam kepercayaan Sunda sebagai dewi kesuburan tani.

 

 

 

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini