Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ibrahim Adjie, Panglima TNI Pendiri Restoran Rindu Alam yang Melegenda

Mengenal Ibrahim Adjie, Panglima TNI Pendiri Restoran Rindu Alam yang Melegenda Letjend Ibrahim Adjie pendiri Restoran Rindu Alam. ©2021 Wikipedia/Merdeka.com

Merdeka.com - Keunikan Restoran Rindu Alam memang tak ada habisnya untuk dibahas. Selain pemandangan dan menunya yang elok, sosok di balik eksistensinya selama 40 tahun terakhir juga menarik untuk disimak.

Dia adalah Letnan Jenderal (Letjend Ibrahim Adjie), tokoh petinggi TNI di Divisi Siliwangi, Jawa Barat-Banten yang cukup berpengaruh di masanya.

Dilansir dari laman historia.id (29/5), Ibrahim Adjie merupakan Panglima Komando Daerah Militer VI Siliwangi (Kodam Siliwangi) yang kerap bolak balik Jakarta–Jawa Barat, untuk memenuhi tugas dari Presiden Soekarno di tahun 1960-an.

Konon, saat harus wira-wiri Jakarta–Bogor, tercetuslah ide pembuatan Restoran Rindu Alam. Saat restoran kebanggaan Puncak tersebut berdiri, tokoh penting TNI ini tak malu untuk memakai celemek, untuk melayani para pelanggan di Restoran Rindu Alam tersebut.

Awal Mula Tercetus Ide Restoran Rindu Alam

letjend ibrahim adjie pendiri restoran rindu alam

Letjend Ibrahim Adjie ©2021 Wikipedia/Merdeka.com

Di tahun 1960-an merupakan masa tersibuk bagi negara Indonesia karena banyak pemberontakan pasca perang. Ketika itu Ibrahim kerap bolak-balik Jakarta–Jawa Barat, termasuk ke Riung Gunung di Puncak, guna menemui Presiden Soekarno.

Untuk mengobati kejenuhan selama di perjalanan, Ibrahim kerap beristirahat di jalur puncak yang memiliki pemandangan indah. Rupanya momen tersebut memunculkan ide untuk mendirikan Restoran Rindu Alam.

“Ayah memang sering dapat perintah ketika Soekarno sedang di Riung Gunung (villa pribadinya), saat itu ayah saya selalu meminta berhenti lama di area pemandangan bagus yang strategis,” terang Kikie Adjie, anak dari Ibrahim Adjie, dilansir dari laman historia.id.

Tak Malu Pakai Celemek dan Layani Pelanggan saat Restoran Ramai

restoran rindu alam

Restoran Rindu Alam sebelum ditutup/liputan6.com

Kikie mengungkapkan ada kisah lucu saat sang ayah hadir di restoran. Sang ayah tak malu berjibaku menjadi pramusaji dan ikut melayani para pelanggan..

“Nggak apa-apa. Ayeuna mah jenderal oge jadi tukang sangu (ya tidak masalah, sekarang mah jenderalnya juga sudah jadi tukang nasi),” ucap Kikie Adjie.

Pelindung Soekarno saat Hendak Dilengserkan

Dalam situasi politik Indonesia yang kalut, membuat posisi Soekarno sebagai presiden di ujung tanduk.

Melansir laman tribunal1965.org pada Kamis (14/10), berdasarkan dokumen rahasia Amerika Serikat yang dideklasifikasi pada tahun 2017 via telegram bernomor A-503, bertajuk “Prospects for a Putsch in Djakarta” (prospek untuk perebutan kekuasaan di Djakarta) berlabel rahasia tersebut, menyebut Ibrahim menjadi salah satu pihak yang melindungi Soekarno di akhir jabatannya.

Laporan itu juga menyoroti pelarangan “Barisan Sukarno” di Jawa Barat yang dibentuk Ibrahim Adjie, karena dianggap mampu membangunkan harapan para penentang Istana. Pasukan Adjie di Jawa Barat bisa memainkan peran yang menentukan dalam permainan kekuasaan di Jakarta.

Sementara itu, usai Soekarno lengser dan digantikan Soeharto, Ibrahim Adjie lebih memilih meninggalkan dunia kemiliteran dan menggantungkan nasibnya di Restoran Rindu Alam tahun 1979. Di sana, Ia memilih fokus mengelola restoran dengan pemandangan indah tersebut hingga akhir hayatnya di tahun 1999 lalu.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP