Mengenal Fungsi Estrogen dalam Tubuh Manusia beserta Jenis-jenisnya
Merdeka.com - Estrogen adalah hormon yang memainkan banyak peran dalam tubuh. Khususnya pada wanita, estrogen membantu mengembangkan dan memelihara sistem reproduksi dan karakteristik wanita, seperti payudara dan rambut kemaluan.
Hormon estrogen juga berkontribusi pada kesehatan kognitif, kesehatan tulang, fungsi sistem kardiovaskular, dan proses tubuh penting lainnya. Namun, kebanyakan orang mengenal hormon ini karena perannya bersama progesteron dalam kesehatan seksual dan reproduksi wanita.
Hormon estrogen dihasilkan di kelenjar adrenal, ovarium, dan jaringan lemak. Meski hormon estrogen identik dengan wanita, namun pria pun sebenarnya juga memiliki estrogen dalam tubuhnya, namun tidak sebanyak yang dimiliki wanita.
Estrogen memiliki fungsi penting pada tubuh, khususnya untuk wanita. Fungsi estrogen pada wanita dapat memengaruhi organ-organ seperti ovarium, vagina, atau rahim. Dalam artikel kali ini kami akan membahas lebih lanjut mengenai hormon estrogen, jenis-jenisnya, serta fungsi estrogen dalam tubuh manusia.
Jenis-jenis Estrogen
Dilansir dari laman verywellhealth.com, ada berbagai jenis dan fungsi estrogen yaitu:
Estradiol (E2)
Estradiol adalah estrogen utama dalam tubuh selama masa-masa subur Anda. Ini adalah waktu dari sebelum menstruasi pertama hingga menstruasi terakhir atau menopause. Selama waktu ini, Anda memiliki lebih banyak estradiol dalam aliran darah daripada jenis estrogen lainnya. Estradiol juga memiliki efek terkuat pada reseptor hormon spesifik estrogen.
Estradiol diproduksi terutama di ovarium Anda, dan jumlah yang mereka hasilkan bervariasi selama siklus menstruasi bulanan. Sejumlah kecil estradiol dapat diubah dari jenis estrogen lain yang disebut estron.
Estron (E1)
Estron adalah jenis estrogen yang paling umum kedua yang diproduksi oleh tubuh selama masa-masa subur Anda. Hormon ini memiliki efek yang lebih lemah daripada estradiol pada reseptor hormon spesifik estrogen tubuh.
Estron umumnya dibuat dari jenis hormon seks lain di tubuh Anda yang disebut androgen. Proses biokimia khusus yang disebut aromatisasi mengubah androgen menjadi estron. Proses ini sebagian besar terjadi di jaringan adiposa atau sel lemak tubuh dan di otot Anda.
Sedangkan di ovarium, estron yang diproduksi hanya sejumlah kecil saja. Tapi saat menopause, ketika ovarium Anda berhenti memproduksi hormon, estron adalah satu-satunya jenis estrogen yang terus diproduksi tubuh Anda.
Estriol (E3)
Estriol biasanya dikenal sebagai estrogen kehamilan. Jumlahnya sangat kecil, bahkan hampir tidak terdeteksi, dalam aliran darah saat Anda sedang tidak hamil. Dari semua jenis estrogen, estriol memiliki efek terlemah pada reseptor estrogen tubuh Anda.
Meskipun semua jenis kadar estrogen meningkat saat Anda hamil, kadar estriol adalah yang paling banyak meningkat.
Estrogen memainkan banyak peran penting dalam kehamilan, mulai dari mendorong pertumbuhan dan perkembangan janin hingga mempersiapkan payudara Anda untuk menyusui.
Fungsi Estorgen
Estrogen berperan sangat penting dalam tubuh wanita. Dilansir dari medicalnewstoday.com, fungsi estrogen dapat memungkinkan organ-organ berikut:
©Pixabay/aiilolo
Pentingnya Estrogen
Estrogen membantu membawa perubahan fisik yang mengubah seorang gadis menjadi seorang wanita. Masa kehidupan ini disebut pubertas. Perubahan tersebut meliputi:
Estrogen juga membantu mengontrol siklus menstruasi dan penting untuk melahirkan anak. Tak hanya itu, fungsi estrogen lainnya bagi kesehatan juga membantu:
Gejala Estrogen Rendah
Meski hadir dalam jumlah yang kecil, fungsi estrogen berperan besar dalam menjaga kesehatan. Jadi penting untuk mengetahui bagaimana kadar estrogen dalam tubuh.

medicalnewstoday.com
Anak perempuan yang belum mencapai pubertas dan wanita yang mendekati menopause kemungkinan besar memiliki estrogen yang rendah. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa wanita dengan usia berapa pun dapat mengalami kadar estrogen rendah.
Dilansir dari laman healthline.com, gejala umum estrogen rendah meliputi:
Anda mungkin juga menemukan bahwa tulang Anda lebih mudah patah. Ini bisa dikarenakan penurunan kepadatan tulang. Estrogen bekerja sama dengan kalsium, vitamin D, dan mineral lainnya untuk menjaga tulang tetap kuat. Jika kadar estrogen rendah, Anda mungkin mengalami penurunan kepadatan tulang.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
