Mengenal Batuk Croup, Gejala Omicron yang Banyak Dialami Anak-anak
Merdeka.com - Ketika varian omicron kembali membuat kasus COVID-19 melonjak, kasus yang menginfeksi anak-anak juga ikut meningkat. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa kasus anak-anak dengan varian baru ini jauh melebihi puncak gelombang pandemi sebelumnya.
Meskipun ada peningkatan kasus, para ahli berpendapat bahwa anak-anak mungkin hanya mengalami penyakit yang lebih ringan ketika tertular COVID-19, bahkan pada varian omicron. Selain itu, ada gejala khas pada anak-anak yang berbeda dari orang dewasa ketika terpapar varian omicron ini, yakni adanya tanda-tanda batuk croup, yaitu infeksi pediatrik yang umum.
Dikutip dari Mayo Clinic, batuk croup adalah kondisi yang mengacu pada infeksi saluran napas bagian atas, yang menghalangi pernapasan dan menyebabkan batuk menggonggong yang khas. Batuk ini lebih rentan dialami oleh anak-anak karena mereka memiliki saluran udara yang lebih kecil dari pada orang dewasa.
Munculnya batuk croup serta gejalanya adalah akibat dari pembengkakan di sekitar kotak suara (laring), tenggorokan (trakea), dan saluran bronkial (bronkus). Ketika batuk memaksa udara lewat melalui lorong yang menyempit ini, pita suara yang membengkak menghasilkan suara yang mirip dengan gonggongan. Begitu pula saat menarik napas, batuk croup sering menghasilkan suara siulan bernada tinggi (stridor).
Batuk croup biasanya terjadi pada anak kecil dan bukan kondisi yang serius. Kebanyakan kasus batuk croup pada anak dapat dirawat di rumah. Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang batuk croup seperti penyebab dan gejalanya.
Penyebab dan Faktor Risiko Batuk Croup
Mengutip dari laman webmd.com, batuk croup lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Bayi dan anak-anak antara 3 bulan sampai 5 tahun adalah yang paling berisiko mengalaminya. Kondisi ini juga menular, terutama dalam beberapa hari pertama atau sampai demam anak Anda hilang.
Batuk croup disebabkan oleh virus yang menginfeksi kotak suara (laring) dan tenggorokan (trakea). Virus yang paling sering menyebabkan batuk croup adalah parainfluenza. Gejalanya ringan pada awalnya, tapi menjadi lebih buruk.
Jenis batuk croup spasmodik adalah kasus yang jarang terjadi. Kondisi ini datang tiba-tiba, dan sering dialami saat tengah malam. Dokter percaya hal itu kemungkinan karena alergi atau refluks dari perut. Itu terjadi ketika isi dari perut anak Anda naik kembali ke kerongkongan mereka.
Hal lain juga dapat menyebabkan batuk yang terdengar seperti croup. Anak Anda mungkin menghirup sesuatu dengan partikel halus, seperti bubuk atau tepung. Alergi makanan juga dapat menyebabkan tenggorokan mereka membengkak.
Gejala Batuk Croup
Batuk croup mungkin dimulai seperti saat mengalami flu biasa. Namun seiring waktu, anak Anda akan mengalami batuk "menggonggong". Mereka juga mungkin mengeluarkan suara mengi yang bernada tinggi di saluran napas bagian bawah saat mencoba menarik napas. Suara croup di saluran napas bagian atas adalah suara keras yang dikenal sebagai "stridor." Anak Anda juga bisa mengalami demam rendah.
Gejala cenderung lebih buruk di malam hari. Anak Anda mungkin juga mengalami kemerahan di sekitar mata, pembengkakan kelenjar getah bening, atau ruam.
Setiap kali anak Anda mengalami kesulitan bernapas, retraksi (ketika kulit mereka tertarik kencang di sekitar tulang rusuk), atau stridor saat istirahat, segera hubungi dokter. Stridor saat menangis, gelisah, atau bermain, atau batuk menggonggong bukanlah keadaan darurat. Tetapi jika Anda memiliki kekhawatiran, silakan hubungi dokter.
Pengobatan Batuk Croup
Sebagian besar kasus batuk croup adalah kondisi ringan dan dapat diobati di rumah. Cobalah untuk membuat anak Anda tetap tenang. Karena menangis dapat memperburuk kondisi batuknya.
Pastikan juga anak Anda banyak minum. Cobalah obat-obatan yang dijual bebas seperti acetaminophen dan ibuprofen untuk mengobati demam. Anda mungkin juga dapat membuat mereka merasa lebih baik dengan menghirup uap.
Hubungi dokter jika anak Anda:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya