Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mencicipi Keripik Tike Khas Indramayu, Bisa Obati Demam hingga Gangguan Mental

Mencicipi Keripik Tike Khas Indramayu, Bisa Obati Demam hingga Gangguan Mental Keripik Tike Indramayu. ©2021 Youtube Mpi Lay/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Di Kabupaten Indramayu terdapat oleh-oleh khas bernama keripik tike. Keripik atau emping tike selama ini jarang diketahui oleh masyarakat luas, mengingat produksinya hanya terbatas di satu tempat yakni Kecamatan Losarang.

Keripik tike biasanya akan menjadi rebutan para penikmatnya, karena cita rasanya yang gurih dan renyah juga langka. Rasa unik dari biji tike seakan tak ingin berhenti untuk terus memakannya.

Melansir laman indramayutradisi.com Senin (23/8), keripik berukuran kecil dengan bintik hitam tersebut ternyata terbuat dari tanaman liar yang tumbuh di kawasan rawa berlumpur. Selain itu rumput dan biji tike dipercaya memiliki segudang khasiat untuk kesehatan.

Terbuat Dari Biji Rumput Teki

keripik tike indramayu

©2021 Youtube Mpi Lay/editorial Merdeka.com

Seperti diketahui keripik tike merupakan kudapan yang terbuat dari biji tike, atau familiarnya disebut sebagai biji rumput teki. Masyarakat di Kecamatan Losarang biasa mencarinya di kawasan tanah berlumpur, maupun rawa-rawa yang banyak tersedia.

Di Kecamatan Losarang sendiri setidaknya ada dua desa yang terkenal sebagai sentra pembuatan kudapan renyah tersebut, yakni di Desa Jumbleng dan Desa Pangkalan di Kabupaten Indramayu.

Kendati dibuat dari unsur rumput teki yang tumbuh di rawa, makanan tersebut terbilang aman dan menyehatkan karena terbuat dari umbinya. Olahan tike memiliki rasa yang unik, hingga  kalangan wisatawan asal Jakarta dan Bogor kerap memesan keripik khas desa Pangkalan maupun Jumbleng saat berlibur.

Proses Pembuatan Mirip Emping

Melansir laman Youtube Jare gah jare, Proses pembuatan keripik tike sendiri masih mempertahankan metode alami, tanpa menggunakan bahan pengawet. Biasanya warga Losarang akan mulai mencuci umbi tike terlebih dahulu sebelum diolah.

Setelah proses pencucian selesai, umbi berbentuk kecil berwarna hitam kemerahan tersebut lantas dijemur di bawah sinar matahari hingga beberapa hari. Setelah kering umbi langsung digeprek, hingga berbentuk pipih sebelum akhirnya digoreng dan dikemas.

Untuk harga para wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp150 ribu untuk mendapatkan satu kilo keripik tike yang khas dan langka tersebut.

Bisa Obati Demam hingga Gangguan Mental

(mdk/nrd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP