Limfedema adalah Pembengkakan karena Penyumbatan Sistem Limfatik, Berikut Gejalanya
Merdeka.com - Sistem getah bening (atau limfatik) adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh. Bagian ini adalah jaringan kelenjar getah bening, saluran atau pembuluh darah, dan organ yang bekerja sama untuk mengumpulkan dan membawa cairan getah bening melewati jaringan tubuh ke darah.
Limfedema terjadi karena adanya penumpukan cairan getah bening di jaringan lemak yang berada di bawah kulit Anda. Penumpukan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan ketidaknyamanan. Kondisi ini sering terjadi di lengan atau kaki, dan terkadang bisa juga terjadi di wajah, leher, batang tubuh, perut, atau alat kelamin.
Limfedema terkadang bisa menjadi kondisi yang parah dan menyebabkan masalah serius. Kasus limfedema yang parah dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menggerakkan anggota tubuhnya yang terkena, meningkatkan risiko infeksi kulit dan sepsis, dan dapat menyebabkan perubahan dan kerusakan kulit.
Dalam artikel berikut kami akan mengulas lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati limfedema.
Penyebab Limfedema
Dilansir medicalnewstoday.com, limfedema primer dapat disebabkan oleh mutasi pada beberapa gen yang terlibat dalam perkembangan sistem limfatik. Gen yang rusak ini mengganggu perkembangan sistem limfatik, dan merusak kemampuannya untuk mengalirkan cairan dengan benar.
Sedangkan limfedema sekunder memiliki sejumlah kemungkinan penyebab, termasuk:
Gejala Limfedema
Gangguan pada sistem limfatik dalam jangka panjang dapat merusak kemampuannya untuk mengalirkan cairan dengan benar. Akibatnya, kelebihan cairan akan menumpuk di beberapa bagian tubuh. Limfedema meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi lain karena limfosit tidak dapat mencapai bagian tubuh tempat pembengkakan terjadi.
Jenis
Ada dua jenis utama dari limfedema:
Limfedema juga bisa disebabkan efek samping dari pengobatan kanker, seperti terapi radiasi atau pengangkatan beberapa kelenjar getah bening, dan jenis limfedema inilah yang lebih umum terjadi.
Gejala limfedema meliputi:
Pengobatan
Limfedema tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
Terapi dekongestif kompleks (CDT): Terapi ini dimulai dengan fase terapi intensif, di mana pasien menerima perawatan dan pelatihan setiap hari. Kemudian diikuti oleh fase pemeliharaan ketika pasien didorong untuk mengambil alih perawatan mereka sendiri menggunakan teknik yang telah diajarkan kepada mereka.
Empat komponen CDT adalah:
Teknik bedah yang menggunakan sedot lemak juga terbukti berhasil. Cara ini dapat menghilangkan lemak dari anggota tubuh yang terkena, sehingga mengurangi pembengkakan.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya