Kisah Unik Masjid Mungsolkanas, Tertua di Bandung dan Namanya Pakai Bahasa Sunda

Masjid unik ini gunakan nama bahasa Sunda bukan Arab. Ini fakta di baliknya.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kisah Unik Masjid Mungsolkanas, Tertua di Bandung dan Namanya Pakai Bahasa Sunda
Kisah Unik Masjid Mungsolkanas, Tertua di Bandung dan Namanya Pakai Bahasa Sunda (Merdeka.com)

Masjid Mungsolkanas jadi salah satu rumah ibadah umat Islam yang unik di Kota Bandung. Pasalnya, usia bangunannya sudah mencapai ratusan tahun dan diklaim jadi masjid tertua di sana. Dari segi nama juga tidak menggunakan bahasa Arab, melainkan diambil dari gabungan kalimat Sunda.

Dikarenakan proses renovasi terus dilakukan secara bertahap, bentuk asli dari bangunan masjid sudah hilang. Namun cerita di baliknya masih tersimpan dengan baik sebagai bekal untuk anak cucu kelak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berada strategis di Jalan Cihampelas, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Masjid Mungsolkanas jadi salah satu wisata religi dan sejarah yang sayang untuk dilewatkan pada Ramadan kali ini. Yuk, kenalan dengan fakta uniknya berikut.

Jadi Saksi Penyebaran Agama Islam di Kota Bandung
Dok. Istimewa

Mengutip YouTube Divia Unpad TV, pada mulanya masjid ini masih berbentuk sederhana.

Bangunannya terbuat dari kayu dan berbentuk rumah panggung. Bagian atap juga masih ala kadarnya serta masih belum genting modern seperti sekarang.

Fungsi dari masjid ini adalah tempat untuk mengenalkan agama Islam di Kota Bandung kala itu. Tak sedikit juga warga yang beristirahat di sana, sekaligus melaksanakan ibadah rutin setiap harinya.

Menurut ukiran batu yang terletak di halaman depan masjid, Masjid Mungsolkanas dibangun pada tahun 1869 dengan fungsi awal sebagai tempat anak-anak mengaji. Saat itu pembangunannya digagas oleh tokoh Islam setempat, KH Abdurohim atau biasa dikenal sebagai Mama Aden.

Jika dilihat di era sekarang, gaya arsitekturnya sudah sangat berubah dengan masa awal pendirian. Mayoritas dinding sudah dilapisi lantai marmer berwarna putih dan krem. Ornamen modern seperti lampu, pagar pembatas sampai cat juga sudah tampak indah.

Menurut pengurus masjid, Masjid Mungsokanas sudah empat kali mengalami renovasi ringan hingga besar.

Saat ini, masjid sudah dibuat dengan tiga lantai dan mampu menampung hingga ratusan jemaah dan yang sebelumnya hanya 80 jemaah.

Ada Al-Qur'an Tertua di Bandung
Dok. Istimewa

Jejak masa silam dari masjid ini diketahui hanya menyisakan Al-Qur'an tertua di Kota Bandung yang disimpan di lantai dua. Al-Qur'an ini sudah sedikit lusuh dimakan usia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Al-Qur'an peninggalan generasi awal masjid.

Konon Al-Qur'an ini ditulis menggunakan tangan secara manual, dan merupakan peninggalan abad ke 18 silam. Agar tetap terjaga, DKM membingkainya dengan kaca dan masih bisa dilihat keindahannya.

“Hampir tidak ada peninggalan masa lampau dan hanya satu, yakni Al-Qur'an yang ditulis tangan,” kata Ketua DKM Mungsolkanas, Joko Wibowo.

Konon di tahun 1900-an, Masjid Mungsolkanas jadi tempat favorit dari Soekarno yang kala itu bersekolah di Bandung.

Di masjid yang berbentuk panggung, dengan kolam ikan di bawahnya ini selalu dipakai Soekarno untuk melaksanakan salat dan beristirahat sejenak. Pada 1933, Masjid Mungsolkanas pertama kali dipugar oleh pemerintah Hindia Belanda, bersamaan dengan dibangunnya Masjid Cipaganti yang juga berusia senja.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Dulu memang masjid ini seperti rumah-rumah panggung yang di desa itu. Ada kolamnya di bawah masjid,” terangnya lagi.

Terakhir, penamaan Masjid Mungsolkanas konon juga diambil dari kosa kata berbahasa Sunda. Disebutkan Mungsolkanas berarti “Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW”.

Jika diartikan, ayo bersama-sama kita mengaji dan membaca salawat ke Nabi Muhammad SAW. 

“Mengapa, simbah-simbah zaman dahulu menamai masjid ini dengan Mungsolkanas. Karena mereka meyakini, dengan salawat inilah kita sebagai umatnya akan gondelan atau bergandengan menuju surga,” katanya lagi.
Dok. Istimewa
Rekomendasi