Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenis-jenis Majas yang Wajib Diketahui, Lengkap dengan Contohnya

Jenis-jenis Majas yang Wajib Diketahui, Lengkap dengan Contohnya Ilustrasi belajar bahasa. ©babbel.com

Merdeka.com - Di dalam bahasa Indonesia ada berbagai jenis kalimat yang sering digunakan, salah satunya adalah majas. Majas kerap kali dianggap sebagai sinonim dari gaya bahasa, namun kenyataannya majas termasuk dalam gaya bahasa.

Pengertian majas memiliki cakupan yang sangat luas. Namun penjelasan Harimurti Kirdalaksana dalam Kamus Linguistik tahun 1982 mengatakan bahwa gaya bahasa memiliki tiga pengertian, yaitu pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, dan keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra.

Dalam hal ini, penggunaan majas bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya majas digunakan dalam suatu karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu agar karyanya menjadi lebih hidup. Ada jenis-jenis majas yang bisa digunakan untuk menghidupkan suatu karya.

Berikut ini informasi mengenai jenis-jenis majas yang wajib diketahui yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

1. Majas Pertentangan dan Contohnya

Jenis -jenis majas yang pertama adalah majas pertentangan yang merupakan gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan di mana maksudnya berlawanan dengan arti sebenarnya.

Majas pertentangan memiliki beberapa jenis-jenis majas dan contohnya meliputi:

- Paradoks, merupakan suatu gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi kebalikannya. Contohnya, di tengah keramaian itu aku merasa kesepian.

- Antitesis, merupakan gaya bahasa yang memadukan pasangan kata di mana memiliki arti yang saling bertentangan. Contohnya, semua orang sama di mata hukum, tak peduli tua-muda atau kaya-miskin.

- Kontradiksi interminus, merupakan gaya bahasa yang menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi misalnya hanya saja atau kecuali. Contohnya, semua murid boleh bermain, kecuali murid yang tidak mengerjakan tugas.

- Litotes, merupakan suatu ungkapan seperti merendahkan diri meskipun pada kenyataan sebenarnya justru sebaliknya. Contohnya, silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini. Kata rumah di sini disebut sebagai gubuk.

2. Majas Penegasan dan Contohnya

Jenis-jenis majas berikutnya adalah majas penegasan. Majas ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca atau pendengar.

Beberapa yang termasuk dalam jenis majas penegasan adalah:

- Repetisi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contohnya, pria itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya.

- Retorik, merupakan gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindiran. Contohnya, kalau kamu sholat subuh setiap kapan saja?

- Pleonasme, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, tapi diulang-ulang terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu. Contohnya, ayo cepat naik ke atas, sebelum makananmu menjadi dingin.

- Klimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan dimana tingkatannya semakin lama semakin tinggi. Contohnya, pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia pergi mengungsi akibat gempa.

- Antiklimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah. Contohnya, setiap hari Senin, mulai kepala sekolah, guru, staff dan siswa rutin melaksanakan upacara bendera.

- Pararelisme, merupakan gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi yang berbeda. Biasanya jenis majas ini digunakan pasa sebuah puisi. Misalnya, kasih pasti murah hati, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan.

- Tautologi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu. Contohnya, sejarah masa lalu pria itu sangat kelam.

3. Majas Perbandingan dan Contohnya

Selain majas penegasan, jenis-jenis majas lainnya adalah majas perbandingan meliputi majas yang menggunakan gaya bahasa ungkapan dengan cara menyandingkan atau membandingkan suatu objek yang lainnya, yakni melalui proses penyamaan, pelebihan, atau penggantian.

Di dalam majas perbandingan ini pun masih dapat dibagi lagi ke dalam beberapa sub jenis seperti:

- Personifikasi, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Contohnya seperti: daun papaya itu melambai-lambai seolah mengajakku bermain bersama.

- Metafora, merupakan gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh penggunaan majas metafora adalah pria yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat.

- Eufemisme, merupakan gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus. Contohnya, kata kencing diganti dengan buang air kecil.

- Metonimia, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan istilah sesuatu untuk merujuk pada benda yang umum. Contohnya, bila haus, minumlah Aqua. Kata Aqua di sini dikenal sebagai sebuah brand air mineral yang sudah cukup terkenal.

- Simile, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan suatu ungkapan. Contohnya, anak kecil itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

- Alegori, merupakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu obejk dengan kata kiasan. Contohnya, mencari wanita yang sempurna seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

- Sinekdok, merupakan majas yang terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

- Simbolik, merupakan gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya.

- Asosiasi, merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya, wajah ayah dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.

- Hiperbola, merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal. Contohnya, pria itu memiliki semangat yang keras seperti baja, tentu ia akan menjadi orang sukses.

4. Majas Sindiran dan Contohnya

Jenis-jenis majas berikutnya adalah majas sindiran yang merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk memberikan sindiran untuk seseorang, perilaku, dan suatu kondisi.

Ada beberapa jenis-jenis majas dan contohnya seperti:

- Sinisme, merupakan gaya bahasa di mana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contohnya, badan mu bau sekali, tetapi kalau disuruh mandi tidak mau.

- Sarkasme, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang kasar. Contohnya, dasar tidak becus! Kalau tidak bisa kerja, kamu hanya akan jadi sampah masyarakat.

- Ironi, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan dengan makna berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contohnya, ruang bekerja kamu sangat rapih, sampai-sampai aku kesusahan duduk di sini.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP