Ini 3 Skenario Kebijakan Mudik Lebaran yang Disiapkan Pemerintah, Ada Opsi Larangan

Jumat, 27 Maret 2020 14:15 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Ini 3 Skenario Kebijakan Mudik Lebaran yang Disiapkan Pemerintah, Ada Opsi Larangan Video Viral. Twitter/@jesicatedja ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Lebaran masih sekitar 2 bulan lagi, tapi desas-desus seputar mudik sudah santer terdengar. Di tengah pandemi Corona seperti sekarang ini, para perantau dihadapkan dengan situasi sulit, apakah akan merayakan hari raya di rumah atau tetap pulang ke kampung halaman.

Pemerintah Indonesia sendiri saat ini sedang menggodok kebijakan untuk pelaksanaan Mudik Lebaran 2020. Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi menjelaskan bahwa terdapat 3 opsi kebijakan Mudik Lebaran 2020 yang saat ini masih dikaji sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona.

"Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik," kata Jodi.

1 dari 4 halaman

Opsi Pertama: Bussines as Usual with Physical Distanching

mudik lebaran 1

2019 Merdeka.com/arie basuki

Pada opsi pertama pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan mudik seperti biasa.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah harus bisa mengupayakan agar mudik bisa tetap terlaksana dan memastikan keselamatan para pemudik hingga sampai ke tujuannya di berbagai tempat di Indonesia.

Senada dengah hal itu, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyatakan bahwa masyarakat bisa tetap mudik, namun Ia mengimbau kepada masyarakat yang mudik agar tetap melaksanakan protokol keselamatan dengan metode yang benar. Dengan demikian pemudik tidak menulari atau tertular virus SARS-CoV-2 penyebab corona.

Yuri juga meminta masyarakat yang akan mudik untuk tetap melakukan physical distancing.

"Ya jangan deket-deket, physical distance itu pondasi dasarnya. Kalau kembangin rumah pondasinya itu (jaga jarak), terserah mau pakai tembok, pakai bata, pondasinya itu," kata Yuri.

2 dari 4 halaman

Opsi Meniadakan Mudik Gratis dari Perusahaan

Pada kebijakan kedua ini Jodi Mahardi mengungkapkan jika mudik gratis yang biasa dilakukan oleh perusahaan untuk ditiadakan, mengingat ini merupakan resiko tertinggi penularan Virus Corona.

Ketika mudik gratis dilaksanakan akan banyak penumpang transportasi massal yang memadati kendaraan tersebut sehingga dikhawatirkan akan berisiko bagi pemudik. Dalam opsi kedua ini mudik yang paling memungkinkan adalah mudik mandiri yang tidak bersinggungan dengan banyak orang di luar.

3 dari 4 halaman

Opsi Peniadaan Mudik Lebaran 2020

jalan tol mandara

2020 Merdeka.com

Opsi terakhir akan dipilih jika penderita Covid-19 di Indonesia semakin melonjak. Opsi terakhir ini merupakan kebijakan perlindungan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara besar-besaran selama arus mudik dan balik berlangsung.

4 dari 4 halaman

Menunggu Keputusan Presiden

rapat evaluasi mudik lebaran

Rapat Evaluasi Mudik Lebaran

2019 Merdeka.com

Jodi Mahardi menjelaskan jika opsi tersebut belum final dan masih akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Menurutnya apapun keputusan yang diambil akan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada presiden. Semua ini masih belum ada keputusan final menunggu kondisi penyebaran virus Covid-19. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri," pungkasnya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini