Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hernia adalah Penyakit Penonjolan Organ, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Hernia adalah Penyakit Penonjolan Organ, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya Ilustrasi sakit. ©Shutterstock/Zsolt Biczo

Merdeka.com - Kata hernia mungkin bukan hal baru bagi masyarkat Indonesia. Kata ini dapat diartikan sebagai penonjolan suatu kantong peritoneum, suatu organ atau lemak praperitoneum melalui cacat kongenital atau akuisita (dapatan). Hernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi hernia.

Sekitar 75% hernia terjadi di sekitar lipat paha, berupa hernia inguinal direk, indirek serta hernia femoralis, hernia insisional 10%, hernia ventralis 10%, hernia umbilikus 3% dan hernia lainnya sekitar 3%. Pada hernia inguinalis lebih sering pada laki-laki daripada perempuan. Berdasarkan tempat terjadinya ada beragam jenis hernia yaitu hernia femoralis, hernia umbilikalis, hernia paraumbilikus, hernia epigastrika, hernia ventralis, hernia lumbalis, hernia littre, hernia obturatoria, hernia perinealis, dan hernia pantalon.

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit hernia dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan penyakit hernia salah satunya adalah pengertian penyakit hernia hingga gejala dan cara mengatasinya. Berikut informasi mengenai hernia yang telah dirangkum merdeka.com melalui healthline dan berbagai sumber lainnya pada Rabu, (21/09/2022).

Mengenal tentang Penyakit Hernia

Hernia adalah penyakit penonjolan isi suatu rongga melalui bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui bagian lemah dari lapisan muscullo-apponeurotic dinding perut. Hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia.

Hernia inguinalis lateralis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Biasanya tidak ditemukan sebab yang pasti, meskipun kadang sering di hubungkan dengan angkat berat. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomaly congenital atau sebab yang didapat, hernia inguinalis dapat di jumpai pada semua usia, lebih banyak pada pria dari pada wanita.

Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Di samping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia untuk melewati pintu yang cukup lebar tersebut.

Adapun faktor yang dipandang berperan kausal adalah adanya prosesus vaginalis yang terbuka, peninggian tekanan dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena usia. Insiden hernia meningkat dengan bertambahnya umur.

Gejala Penyakit Hernia

Gejala yang paling umum terjadi adalah benjolan atau pembengkakan di perut. Namun ada gejala lain yang perlu kamu perhatikan. Jika kamu mendapat gejala di bawah ini jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.

  1. Gangguan pencernaan, seperti kesulitan mencerna makanan, sembelit, dan gangguan usus lainnya.
  2. Sakit perut yang parah hingga kamu memerlukan bantuan medis sesegera mungkin.
  3.  Ketidaknyamanan di perut atau selangkangan. Rasa sakit ini menyerang setiap kali seseorang duduk atau membungkuk untuk mengangkat sesuatu.
  4. Gangguan saraf, misalnya hernia inguinalis yang dapat menyebabkan nyeri di kaki, skrotum (untuk pria), atau labia (untuk wanita).

Bila kamu memiliki hernia dan salah satu dari gejala di bawah ini terjadi pada kamu, segera datangi Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat:

  • Nyeri hebat dan tiba-tiba pada hernia
  • Mual dan muntah
  • Sulit buang air besar atau buang angin
  • Hernia menjadi keras, nyeri ketika disentuh, atau tidak dapat didorong masuk ke rongga perut
  • Cara Mengatasinya

    Pengobatan hernia yang biasa dilakukan adalah operasi. Namun, tidak semua kasus penyakit hernia harus dioperasi. Operasi dianjurkan jika hernia menimbulkan gejala yang mengganggu atau semakin membesarnya benjolan. Operasi umumnya dilakukan oleh dokter bedah umum atau bedah digestif.

    Angka kesuksesan operasi hernia mencapai lebih dari 95%, khususnya bila menggunakan teknik laparoskopi. Namun, tetap ada kemungkinan hernia kambuh kembali. Karena itu, sebelum memutuskan untuk operasi, diskusikan terlebih dulu dengan dokter segala manfaat dan risiko yang menyertainya.

    Teknik operasi yang digunakan tergantung tipe, ukuran, dan lokasi hernia. Berikut adalah pilihan teknik operasi yang biasa dilakukan:

  • Penjahitan bagian yang mengalami kelemahan
  • Menggunakan jala (mesh) untuk memperbaiki kelemahan
  • Teknik laparoskopi dengan sayatan minimal pada kulit
  • Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan mencoba memijat hernia kembali ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil, operasi harus segera dilakukan.

    Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali menetap hingga usia di atas 5 tahun, sangat besar, serta menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini kemungkinan membutuhkan operasi apabila lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.

    Hernia hiatus yang tidak menyebabkan gejala naiknya asam lambung, tidak perlu diobati. Bila terdapat gejala, dapat diresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Operasi baru akan dilakukan bila hernia hiatus besar dan menyebabkan gejala terus-menerus, atau bila hernia terjebak di dalam rongga dada.

  • Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan mencoba memijat hernia kembali ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil, operasi harus segera dilakukan.
  • Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali menetap hingga usia di atas 5 tahun, sangat besar, serta menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini kemungkinan membutuhkan operasi apabila lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.
  • Hernia hiatus yang tidak menyebabkan gejala naiknya asam lambung, tidak perlu diobati. Bila terdapat gejala, dapat diresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Operasi baru akan dilakukan bila hernia hiatus besar dan menyebabkan gejala terus-menerus, atau bila hernia terjebak di dalam rongga dada.
  • (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP