Gratifikasi adalah Semua Bentuk Pemberian, Ketahui Mana yang Boleh dan Tidak

Rabu, 13 Oktober 2021 14:01 Reporter : Andre Kurniawan
Gratifikasi adalah Semua Bentuk Pemberian, Ketahui Mana yang Boleh dan Tidak ilustrasi hadiah. jobstreet.co.id

Merdeka.com - Anda mungkin pernah mendengar istilah gratifikasi dari berbagai media. Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yang meliputi pemberian uang tambahan (fee) atau hadiah, barang, rabat (diskon), fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

Menurut Booklet KPK tentang Pengenalan Gratifikasi, gratifikasi adalah semua pemberian yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara (Pn/PN). Oleh karena itu, gratifikasi memiliki arti yang netral, dan tidak semua gratifikasi merupakan hal yang dilarang atau salah.

Dalam Pasal 12B UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) menjelaskan gratifikasi adalah "pemberian dalam arti luas yang meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik".

Gratifikasi bisa menjadi sesuatu yang dilarang atau salah ketika gratifikasi yang diterima berhubungan dengan jabatan. Selain itu, gratifikasi dilarang jika penerimaan tersebut dilarang oleh peraturan yang berlaku, bertentangan dengan kode etik, memiliki konflik kepentingan atau merupakan penerimaan yang tidak patut / tidak wajar.

Berikut akan kami sampaikan penjelasan lebih lanjut mengenai gratifikasi, dan penjelasan tentang jenis gratifikasi yang boleh dan tidak boleh.

Baca Selanjutnya: Mengapa Gratifikasi Dilarang?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini