Gejala Aterosklerosis dan Faktor Risikonya, Penyempitan Arteri oleh Plak
Merdeka.com - Aterosklerosis adalah kondisi di mana plak yang terdiri dari kolesterol, lemak, sel-sel darah, dan bahan lainnya menumpuk pada dinding arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri.
Plak yang menumpuk pada dinding arteri dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke jantung, otak, atau bagian tubuh lainnya. Jika plak pecah atau terlepas dari dinding arteri, dapat menyebabkan pembekuan darah yang bisa menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Karena aterosklerosis dapat berakibat pada jantung, penting untuk mengenali bagaimana gejala yang ditimbulkannya. Namun, sebagian besar gejala aterosklerosis tidak muncul sampai penyumbatan terjadi.
Namun, tidak salahnya jika kita mengetahui bagaimana gejala aterosklerosis agar dapat memutuskan penanganan dengan segera. Berikut kami sampaikan apa saja gejala aterosklerosis yang mungkin dapat muncul.
Gejala Aterosklerosis
Aterosklerosis ringan biasanya tidak memiliki gejala apapun. Dan gejala aterosklerosis biasanya tidak terjadi sampai arteri menyempit atau tersumbat sehingga tidak dapat memasok cukup darah ke organ dan jaringan.
Terkadang gumpalan darah akan benar-benar menghalangi aliran darah. Gumpalan tersebut dapat pecah dan dapat memicu serangan jantung atau stroke.
Gejala aterosklerosis sedang hingga berat akan muncul bergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Misalnya:
Faktor Risiko
Banyak faktor yang dapat menempatkan Anda pada risiko aterosklerosis. Beberapa faktor risiko dapat diperbaiki, sementara yang lain tidak.
Riwayat keluarga. Jika aterosklerosis sudah pernah terjadi dalam keluarga Anda, Anda mungkin berisiko mengalami pengerasan arteri juga. Anda dapat mewarisi kondisi ini, serta masalah terkait jantung lainnya.
Kurang olahraga. Olahraga teratur baik untuk jantung Anda. Aktivitas ini membuat otot jantung Anda kuat dan mendorong oksigen dan aliran darah ke seluruh tubuh Anda. Kurang olahraga meningkatkan risiko Anda untuk sejumlah kondisi medis, termasuk penyakit jantung.
Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dengan membuatnya lemah di beberapa area. Kolesterol dan zat lain dalam darah juga dapat menurunkan fleksibilitas arteri Anda dari waktu ke waktu.
Merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan jantung Anda.
Diabetes. Orang dengan diabetes memiliki risiko penyakit arteri koroner yang jauh lebih tinggi.
Komplikasi

©iStock
Komplikasi aterosklerosis tergantung pada arteri mana yang menyempit atau tersumbat. Misalnya:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya