4 Fakta Baru Kecelakaan Truk Pertamina, Muncul Petisi Tutup Lampu Merah CBD Cibubur
Merdeka.com - Sebuah truk pengakut BBM milik Pertamina menabrak 12 kendaraan di lampu merah CBD Cibubur - Cileungsi, Senin (18/7) petang. Diketahui jika kendaraan itu tak bisa berhenti, karena diduga mengalami rem blong. Hingga Selasa pagi, korban meninggal dunia tercatat 11 orang.
Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman, kesebelas korban yang meninggal telah dibawa ke RS Polri Keramat Jati. Disebutkan jika peristiwa itu terjadi pada pukul 15.30 WIB
"Sementara korban ada di (RS Polri) Kramatjati. Ada 11 orang meninggal dunia. Tapi ini kita cek kembali," terangnya, seperti dikutip dari Merdeka.com pada Selasa (19/7/2022).
Polisi Tak Temukan Jejak Rem

©2022 Merdeka.com/istimewa
Dari informasi yang diperoleh di lokasi, truk besar itu mengalami kendala rem blong ketika melewati turunan sebelum lampu merah. Seketika supir tak mampu mengendalikan laju kendaraan, dengan kondisi sejumlah motor dan mobil di depannya tengah menunggu lampu hijau. Adapun truk tangki yang menabrak bernomor polisi B 9598 BEH, dan mengangkut BBM jenis Pertalite.
Polisi tidak temukan bekas jejak rem dari truk BBM Pertamina dalam kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Meski begitu, kepolisian akan memeriksa supir truk tersebut.
"Kalau kami cek di lapangan ini sementara belum ada bekas rem. Tapi untuk lebih lanjut kami akan melakukan pemeriksaan kendaraan ini dengan teknisi. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sopir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.
Sopir dalam Keadaan Sehat
Sementara, merujuk laman Liputan6, perusahaan dari truk tersebut yakni PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan jika kondisi sang sopir sebelum peristiwa terjadi dipastikan dalam kondisi yang sehat.
“Jadi memang standar Pertamina, sopir mobil tangka itu ada dua. Jadi kami juga cek datanya, kondisi sopir dalam keadaan baik," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution
Atas kejadian itu, dirinya memastikan jika kondisi penyaluran BBM tidak akan terganggu dan pihaknya juga mengaku siap bertanggung jawab.
“Saat ini para korban tengah ditangani dengan maksimal, Pertamina siap bertanggung jawab, dan berusaha memaksimalkan penanganan” kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional JBB, Eko Kristiawan
Truk Sudah Dievakuasi
Petugas gabungan telah melakukan proses evakuasi truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur. Adapun itu dilakukan pada Senin 18 Juli 2022 malam sekitar pukul 22.20 WIB hingga pukul 23.02 WIB.
Muncul Ajakan Petisi Tutup Lampu Merah di Lokasi

©2022 Merdeka.com/change.org
Tak lama berselang usai kejadian, muncul ajakan di situs change.org untuk meminta lampu lampu merah di lokasi kejadian ditutup.
Umi menjelaskan, lampu merah di Jalan Transyogi itu sengaja dibangun karena proyek CBD. Padahal kontur jalanan di sana menurun, baik dari arah Jakarta maupun Cilengsi. Sehingga sesuai prediksi jika lampu merah tersebut saat ini memakan korban.
“Saat ini di jalan transyogie sedang ada pembangunan project CBD sebrang Citra Grand, dengan adanya project tersebut dibuat lampu merah untuk keluar masuk kendaraan dari CBD, padahal kontur jalanan tersebut adalah turunan baik dari arah Jakarta maupun cileungsi. Sesuai dugaan lampu merah tersebut sudah memakan korban, hari ini terjadi tabrakan yang memakan korban, kendaraan yang berhenti karena lampu merah dihantam oleh truk dari arah belakang karena turunan, apakah karena mengakomodir pembangunan proyek mengabaikan keselamatan pengguna jalan?” tulis petisi kini telah mencapai puluhan ribu pendukung itu.
Hingga saat ini, petisi tersebut sudah ditandatangani 28 ribu orang. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya