Didukung Kemdikbudristek, Ini Keunikan Tradisi Ampih Pare Asal Garut

Selasa, 9 Agustus 2022 13:26 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Didukung Kemdikbudristek, Ini Keunikan Tradisi Ampih Pare Asal Garut Tradisi Ampih Pare Banjarwangi Garut. ©2022 YouTube Jelajah Desa Bareng Nanda/ Merdeka.com

Merdeka.com - Tradisi Ampih Pare asal Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi warisan leluhur yang masih dipertahankan hingga saat ini. Acara tersebut memiliki keunikan, hingga didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Bagi masyarakat di wilayah Garut, tradisi Ampih Pare menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pertanian khas setempat. Upacara ini masih terus diselenggarakan, khususnya saat memasuki masa panen padi.

"Ini (tradisi Ampih Pare) yang membawa dengan penuh doa supaya hasil panen bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dan mendapatkan berkah semua," kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat pada Kemendikbudristek, Samsul Hadi, Senin (8/8), dilansir dari ANTARA

2 dari 4 halaman

Jadi Simbol Rasa Syukur ala Masyarakat Setempat

tradisi ampih pare banjarwangi garut

Tradisi Ampih Pare Banjarwangi Garut ©2022 YouTube Jelajah Desa Bareng Nanda/ Merdeka.com

Dituturkan Samsul, tradisi yang melekat di Kecamatan Banjarwangi ini mengandung makna yang baik.

Secara turun temurun, mereka mengadakan upacara tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah dan tidak terserang hama.

Dirinya berharap agar tradisi seperti ini bisa terus lestari, dan agar ini bisa terwujud pemerintah pusat maupun daerah siap mendukungnya dengan menghadiri kegiatan tersebut seperti yang sudah dilaksanakan masyarakat Banjarwangi pada Selasa (2/8).

"Ini bagian dari komunitas adat, kiranya mendorong upaya-upaya melestarikan kebudayaan," katanya.

3 dari 4 halaman

Menyimpan Hasil Panen Padi ke Rumah Khusus

Selain keunikan dari maknanya, secara pelaksanaan acara Ampih Pare juga menampilkan sisi menarik.

Hasil panen padi yang sudah menguning mulanya diikat, hingga diarak untuk dibawa ke dalam sebuah rumah khusus hasil panen padi bernama Leuit.

Mengutip laman barudaksunda, untuk mengiringi keberangkatan padi ke Leuit masyarakat Sunda juga akan menampilkan kesenian musik tradisional salah satunya Tarawangsa hingga acara menjadi meriah.

Bagi orang Sunda, Leuit memiliki fungsi sebagai kemandirian pangan saat terjadi bencana.

4 dari 4 halaman

Upaya Melestarikan Adat

Sementara menurut Anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah, walaupun Indonesia masih tertinggal dari sisi teknologi, namun secara budaya tidak boleh tertinggal dan harus menjadi yang terdepan di dunia.

Pemerintah Indonesia pun, kata dia, sudah memberikan dukungan melalui upaya pelestarian budaya lewat Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Kita sudah punya Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan dengan tujuan maksud yang di antaranya adalah menjaga kelestarian adat istiadat, menjaga suasana adat istiadat tersebut dengan maksud kita tidak lupa dengan sejarah kita," kata Ferdiansyah.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini