Kornologi Kurir Paket di Karawang Curi Uang Kantor Rp 68 Juta, Diduga Terlilit Utang

Senin, 5 Desember 2022 09:15 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Kornologi Kurir Paket di Karawang Curi Uang Kantor Rp 68 Juta, Diduga Terlilit Utang Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Seorang kurir pengiriman barang di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, nekat mencuri uang kantornya senilai Rp68.500.000. Pelaku berinisial S (41) itu telah diciduk polisi, dan terancam bui 9 tahun.

Dikonfirmasi Kapolsek Kotabaru, Iptu Muhammad Rizqi Anshori Nursyamsu, saat menjalankan aksinya, S sempat melakukan kekerasan kepada rekan kerjanya di lokasi. Menurutnya, S melakukan aksi tersebut lantaran terdesak utang.

"Kami menangkap pelaku pencurian uang berinisial S (41). Pelaku nekat mencuri uang milik perusahaan tempatnya bekerja, karena diduga terlilit utang," kata Rizqi, Sabtu (3/11) lalu, dikutip dari ANTARA

2 dari 2 halaman

Memukul Rekan Kerja Agar Pencurian Lancar

Berdasarkan keterangan S, kronologi pencurian itu bermula dari aksinya mencuri uang milik PT Andiarta Muzizat (Ninja Xpress), Rabu (30/11) lalu. Ketika itu, S mendapati rekan kerjanya atas nama Riyan Mardiansyah tengah berada di lokasi.

Untuk melancarkan aksinya, ia kemudian mematikan KWh listrik di kantornya yang berlokasi di Dusun Bakan Tambun Desa Pucung Kecamatan Kota Baru, Karawang.

Saat tkp sudah gelap, S kemudian memukul kepala Riyan dengan menggunakan sebilah bambu. S langsung menggasak uang di laci, saat Riyan tersungkur.

Pelaku Gagal Kabur

013 farah fuadona

Ilustrasi penjara ©2018 Merdeka.com

Pencurian uang sendiri kemudian berhasil digagalkan oleh Riyan, karena ia langsung bangun setelah dipukul. Riyan bergegas ke luar gedung, dan meminta pertolongan ke warga sekitar.

Tak berselang lama, S yang berusaha kabur sambil membawa uang akhirnya berhasil ditangkap warga sekitar. Pelaku sendiri diamankan tak jauh dari lokasi kejadian.

Pencurian ini nekat dilakukan S lantaran terdesak utang, juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini ia harus menerima akibatnya lewat jatuhan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 9 tahun penjara.


[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini