Cara Penularan HIV dari Orang ke Orang, Kenali Setiap Gejalanya
Merdeka.com - HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan merupakan perlindungan tubuh yang membantu melawan penyakit.
HIV yang tidak diobati akan menginfeksi dan membunuh sel CD4. Seiring waktu, karena HIV membunuh lebih banyak sel CD4, kekebalan tubuh akan melemah dan tubuh menjadi lebih mudah terserang berbagai penyakit.
Sampai saat ini, HIV masih tidak ada obatnya. Namun, dengan perawatan medis, termasuk pengobatan yang disebut terapi antiretroviral, dapat memperlambat perkembangan penyakit HIV dan bisa meningkatkan harapan hidup bagi si penderita.
Tanpa pengobatan, penyakit HIV akan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius yang disebut dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada saat itu, sistem kekebalan tubuh terlalu lemah untuk melawan penyakit dan infeksi lainnya.
Tanpa pengobatan, harapan hidup penderita AIDS akan semakin berkurang. Maka dari itu perlu diperhatikan cara penularan HIV beserta gejala-gejala yang ditimbulkannya.
Cara Penularan HIV

Shutterstock/wavebreakmedia
Siapa pun dapat tertular penyakit HIV ini. Dilansir dari Medical News Today, cara penularan virus ini antara lain melalui:
Beberapa cara penularan HIV dari orang ke orang bisa seperti:
- cara penularan HIV dapat melalui hubungan seks vaginal atau anal - rute penularan yang paling umum, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria
- cara penularan HIV bisa dengan berbagi jarum, jarum suntik, dan barang-barang lainnya untuk penggunaan narkoba suntikan
- cara penularan HIV bisa dengan berbagi peralatan tato tanpa mensterilkannya
- selama kehamilan, persalinan, atau melahirkan dari seorang wanita ke bayinya
- saat menyusui
- ketika mengunyah makanan bayi sebelum memberinya makan
- cara penularan HIV dapat melalui paparan darah seseorang yang menderita HIV, seperti melalui jarum suntik
- cara penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah atau transplantasi organ dan jaringan.
Meskipun jarang terjadi, beberapa cara penularan HIV juga dapat menyebar dengan cara:
Meski begitu, HIV tidak akan menyebar melalui:
- kontak kulit-ke-kulit
- berpelukan, berjabat tangan, atau berciuman
- udara atau air
- berbagi makanan atau minuman
- air liur, air mata, atau keringat (kecuali bercampur dengan darah orang dengan HIV)
- berbagi toilet, handuk, atau tempat tidur
- nyamuk atau serangga lainnya
Proses HIV menjadi AIDS

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio
Risiko penyakit HIV menjadi AIDS sangat bervariasi antar individu. Hal ini juga tergantung pada banyak faktor, antara lain:
Gejala HIV

©Shutterstock.com/OtnaYdur
Beberapa orang yang menderita HIV, tidak menunjukkan gejala sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah tertular virus.
Namun, sekitar 80 persen orang menunjukkan serangkaian gejala mirip flu yang dikenal sebagai sindrom retroviral akut sekitar 2-6 minggu setelah virus memasuki tubuh.Gejala awal infeksi HIV dapat berupa:
Gejala-gejala ini dapat disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang melawan banyak jenis virus.
HIV tanpa gejala
Dalam sebagian kasus, setelah gejala sindrom retroviral akut, bisa juga tidak muncul gejala lagi selama bertahun-tahun.
Selama periode waktu ini, virus justru terus berkembang dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun dan kerusakan organ. Tanpa obat yang mencegah replikasi virus, proses yang lambat ini dapat berlanjut selama rata-rata sekitar 10 tahun.
Seseorang yang hidup dengan HIV sering tidak mengalami gejala, merasa sehat, dan tampak sehat. Meminum obat antiretroviral secara rutin dapat menghentikan kerusakan sistem kekebalan yang sedang berlangsung.
Infeksi HIV tahap akhir
Tanpa pengobatan, HIV dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Orang tersebut menjadi rentan terhadap penyakit serius. Tahap ini dikenal sebagai AIDS atau tahap 3 HIV.
Gejala infeksi HIV tahap akhir bisa berupa:
Selama infeksi HIV tahap akhir ini, risiko perkembangan penyakit yang mengancam jiwa meningkat drastis. Seseorang dengan HIV tahap lanjut dapat mengendalikan, mencegah, dan mengobati kondisi serius tersebut dengan cara meminum obat lain bersamaan dengan pengobatan HIV.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya