Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Mengatasi Otot Tertarik di Rumah, Kembalikan Kondisi Tubuh yang Prima

Cara Mengatasi Otot Tertarik di Rumah, Kembalikan Kondisi Tubuh yang Prima ilustrasi kram otot. active.com

Merdeka.com - Otot yang tertarik, atau otot yang tegang, terjadi ketika otot atau tendon terlalu meregang atau robek. Otot tertarik dapat terjadi tanpa peringatan dan dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia dan dengan tingkat kebugaran apa pun.

Karena tingkat keparahan dari cedera ini dapat bervariasi, Anda harus segera menemui dokter jika Anda mengalami kondisi yang sangat menyakitkan, tidak bisa berjalan, mendengar suara seperti letupan saat cedera terjadi, kulit terlihat rusak di tempat cedera, dan mengalami pembengkakan besar di area cedera.

Jika Anda hanya mengalami rasa ketidaknyamanan yang ringan, Anda mungkin bisa merawat otot yang tertarik di rumah. Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa nyeri setelah 24 jam menjalani perawatan di rumah.

Bagaimana cara mengatasi otot tertarik? Berikut merdeka.com sampaikan beberapa cara mengatasi otot tertarik beserta penyebab dan tanda-tandanya, yang dikutip dari laman piedmont.org.

Penyebab Otot Tertarik

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi otot tertarik, kita juga perlu mengetahui apa saja penyebab otot tertarik. Dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa meminimalisir terjadinya otot tertarik. Otot tertarik sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Mengangkat benda yang terlalu berat
  • Mengangkat beban dengan cara yang tidak benar
  • Tidak melakukan pemanasan sebelum atau setelah berolahraga
  • Terlalu sering menggunakan otot
  • Postur tubuh yang buruk
  • Tanda-tanda Otot Tertarik

    Otot tertarik paling sering terjadi pada bagian paha belakang, punggung bawah, bahu dan leher. Gejala atau tanda-tanda otot tertarik antara lain adalah:

  • Memar, bengkak atau kemerahan di lokasi cedera
  • Kesulitan menggunakan otot yang terkena cedera
  • Otot terasa lemah
  • Nyeri tiba-tiba saat menggunakan otot yang cedera
  • Terasa nyeri saat otot sedang istirahat
  • Cara Mengatasi Otot Tertarik

    Setelah diagnosis dikonfirmasi, kondisi otot tertarik biasanya ditangani dengan menggunakan antiradang, pelemas otot, dan terapi fisik. Selain itu, bantalan pemanas juga terbukti bermanfaat sebagai cara mengatasi otot tertarik.

    Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa cara mengatasi otot tertarik di rumah berikut ini:

  • Beristirahat. Istirahatkan otot selama beberapa hari atau sampai dokter memberikan izin. Jika Anda mengalami ketegangan otot ringan, Anda dapat melakukan beberapa gerakan lembut setelah dua hari.
  • Gunakan es. Tempelkan es ke area cedera selama 20 menit setiap jam Anda bangun. Es dapat membantu mengurangi peradangan. Jangan pernah mengoleskan es ke kulit secara langsung. Bungkus es dengan handuk terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada lokasi cedera.
  • Kompresi. Membungkus otot dengan perban elastis dapat membantu meredakan pembengkakan. Hindari membungkus dengan terlalu kencang karena otot Anda tidak akan mendapatkan sirkulasi darah yang cukup.
  • Angkat bagian yang cedera. Cara mengatasi otot tertarik juga bisa dengan mengangkat bagian yang cedera. Angkat otot yang cedera untuk mengurangi pembengkakan.
  • Pengobatan. Dokter mungkin merekomendasikan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
  • Panas. Gunakan bantal pemanas beberapa kali sehari setelah tiga hari. Jangan pernah menerapkan panas ke kulit secara langsung. Selalu bungkus bantal pemanas dengan handuk sebelum digunakan.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP