Cara Membaca Jangka Sorong, Kenali Bagian-Bagiannya
Merdeka.com - Jangka sorong pertama kali ditemukan pada tahun 1631 oleh seorang berkebangsaan Prancis bernama Pierre Vernier. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang memiliki batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0.1 mm atau 0.01 cm. Jangka sorong memiliki berbagai ukuran dengan rentang pengukuran dari 100 mm hingga 3000 mm (4 inci sampai 120 inci).
Dalam penggunaannya, jangka sorong tidak hanya digunakan untuk mengukur panjang tetapi jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter sebuah cincin, diameter bagian dalam pipa dan juga dapat digunakan untuk mengukur ke dalam sebuah benda serta dapat digunakan untuk mengukur luas benda.
Jangka sorong yang dapat digunakan untuk mengukur bagian dalam dan luas suatu benda terdiri dari bilah utama atau bilah yang dibagi dalam mm dan suatu bilah pembantu yang dibagi 100. Jika kamu masih belum cukup familiar membaca jangka sorong, tentu kamu tidak sendirian. Banyak orang yang masih kebingungan bagaimana cara membaca jangka sorong yang benar.
Berikut cara membaca jangka sorong yang telah dirangkum merdeka.com melalui digilib.uinsgd.ac.id dan berbagai sumber lainnya pada Kamis, (22/07/2022).
Bagian-Bagian Jangka Sorong
Sebelum mengetahui cara membaca jangka sorong, hal pertama yang perlu kamu pahami lebih dahulu adalah bagian-bagian yang ada pada jangka sorong.
Berikut bagian-bagian dari jangka sorong, yaitu:
- Skala utama merupakan pembagian vernier untuk memperoleh pengukuran yang baik
- Skala vernier (nonius) merupakan pembagian sama panjang pada jangka sorong yang ditandai dengan satuan pengukuran.
- Rahang tetap merupakan bagian runcing di ujung penggaris yang menyokong benda yang diukur; benda diletakkan diantara dua rahang yang dirapatkan. Terdapat dua rahang tetap, yakni rahang tetap atas dan rahang tetap bawah.
- Rahang gerak merupakan bagian runcing yang dipasang di ujung vernier yang dapat bergeser sepanjang penggaris ke objek yang diukur.Terdapat dua rahang gerak, yakni rahang gerak atas dan rahang gerak bawah.
- Kunci peluncur berfungsi untuk menjaga pengukuran yang diperoleh.
- Kunci penggerak halus berfungsi untuk mengatur posisi rahang secara halus.
- Ruler (ekor) atau peralatan berskala di ujung rahang untuk mengukur ketebalan atau kedalam sebuah benda.
Cara Membaca Jangka Sorong

pixabay.com
Setelah memahami bagian-bagian dalam jangka sorong, selanjutnya kamu perlu tahu mengenai cara membaca jangka sorong itu sendiri. Tak membutuhkan waktu lama kamu hanya perlu memperhatikan dua langkah mudah untuk membaca jangka sorong, yaitu sebagai berikut:
1. Membaca Skala UtamaLihat gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm (garis merah) merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala vernier persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terukur adalah 21mm atau 2,1 cm.
2. Membaca Skal VernierLihat gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier. Pada gambar diatas, garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.
Sementara, untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga hasil pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya