Cara Ibu-ibu di Kota Bandung Kurangi Sampah Rumah Tangga, Ubah Baju Bekas Jadi Kebaya

Rabu, 28 September 2022 17:17 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Cara Ibu-ibu di Kota Bandung Kurangi Sampah Rumah Tangga, Ubah Baju Bekas Jadi Kebaya Kebaya dari limbah kain oleh ibu-ibu PKK di Kota Bandung. ©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/Merdeka.com

Merdeka.com - Ibu-ibu yang tergabung ke dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kota Bandung, Jawa Barat, berupaya mengurangi sampah rumah tangga dengan menyulap baju bekas menjadi pakaian kebaya.

Pemanfaatan limbah fisik yang kerap bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu, merupakan bagian dari program yang dijalankan pemkot yakni kurangi, pisahkan, dan manfaatkan (Kang Pisman) pengelolaan limbah buang.

"Limbah pakaian tidak bisa terurai, sehingga dengan momen ini masyarakat bisa mengurangi limbah yang akan dibuang ke TPA," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Yunimar Mulyana di Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/9), merujuk ANTARA

2 dari 3 halaman

Ditampilkan di Ajang Peragaan Busana

kebaya dari limbah kain oleh ibu ibu pkk di kota bandung

©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/Merdeka.com

Adapun produk kebaya yang dibuat oleh ibu-ibu PKK di Kota Bandung itu turut ditampilkan di acara peragaan busana kebaya yang diwakilkan melalui tiap-tiap kecamatan se-kota kembang.

Limbah kain bekas itu ternyata cocok dibuat menjadi beragam jenis kebaya, mulai dari model klasik hingga moderen. Pembuatannya sendiri memakan waktu yang bervariasi, tergantung bahan dan bisa sampai 3 hari.

"Untuk perwakilannya akan kita lihat dulu berapa peserta yang diminta untuk menjadi perwakilan masing-masing," kata dia.

3 dari 3 halaman

Menghasilkan Ekonomi

Selain mengurangi sampah, pemanfaatan limbah tersebut bisa turut menghasilkan nilai ekonomi. Hal ini karena sampah kain yg sebelumnya bernilai rendah, akan mahal dijual ketika diubah menjadi karya kreatif setara kebaya.

Pada perlombaan peragaan busana tersebut, kebaya para peserta bakal dinilai dari tingkat kreativitas mendaur ulang dan dari kerapian hasil kebaya yang sudah jadi.

Hasilnya, kata dia, peserta terbaik bakal menjadi perwakilan Kota Bandung untuk maju ke tingkat Jawa Barat.

“Setelah mendapatkan juaranya, akan menjadi perwakilan menuju ke tingkat Jabar," ujar Yunimar.

Menginspirasi Bagi Kaum Ibu di Daerah Lain

Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan tersebut Yuli Rahmatia mengatakan, terdapat kriteria yang dinilai dari perlombaan tersebut, yakni mencakup 3R (reuse, recycle, reduce).

"Kita juga menilai kesesuaian dengan tema. Temanya itu pakaian bekas menjadi kebaya klasik atau modern," kata Yuli.

Diharapkan kegiatan tersebut bisa meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, termasuk menginspirasi para ibu agar tidak hanya menggantung bajunya yang sudah tidak terpakai dan mendaurnya agar bisa termanfaatkan.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini