Bersepeda Jadi Tren Baru, Warga Bandung Minta Pemkot Tambah Fasilitas
Merdeka.com - Saat ini tren bersepeda tengah digandrungi oleh berbagai kalangan di masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia termasuk Bandung. Hal tersebut terjadi setelah melonggarnya kebijakan untuk bisa beraktivitas di luar rumah.
Dilansir dari Liputan6, hampir setiap hari terjadi aktivitas olahraga yang bisa menyehatkan jantung tersebut. Bahkan animo masyarakat bersepeda semakin besar saat hari libur atau di akhir pekan.
Namun minimnya fasilitas dan masih ditutupnya sarana olahraga di Bandung membuat para pegiat sepeda seringkali merasa kesulitan. Masyarakat pun berharap adanya penambahan fasilitas seperti tempat parkir dan jalur khusus sepeda di Bandung.
Jadi Pilihan Beraktivitas Setelah PSBB

Liputan6.com ©2020 Merdeka.com
Salah seorang penggemar olahraga sepeda di Kota Bandung menjelaskan jika setelah masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) banyak warga yang mulai beraktivitas di luar rumah. Termasuk berolahraga dengan menggunakan sepeda yang baik untuk lingkungan maupun kebugaran tubuh.
"Terkait tren bersepeda di Kota Bandung ini, saya rasa sudah baik, bisa membantu mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor. Kalau dampaknya di tengah pandemi Covid 19, sepertinya bersepeda bisa sebagai pilihan untuk berolahraga guna meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh," ujar Daniel
Minimnya Jalur Sepeda
Menurut hasil pantauan, para pesepeda umumnya memadati jalan-jalan di Kota Bandung, termasuk di kawasan jalan Jakarta. Padatnya para pesepeda itu ditengarai akibat minimnya jalur khusus bagi para pengguna sepeda sehingga terkadang harus berbagi jalur dengan kendaraan lain yang melintas.
"Saya juga berharap fasilitas olah raga sebaiknya dibuka saja dengan mengikuti protokol kesehatan, khususnya di hari Sabtu dan Minggu. Karena antusias orang bersepeda cukup tinggi di hari itu. Setidaknya, kalau beberapa lapangan olah raga dibuka, volume masyarakat yang bersepeda bisa dibagi. Sehingga di jalan, tidak begitu padat yang bersepeda," ujarnya.
Mulai Reaktivasi

Liputan6.com ©2020 Merdeka.com
Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan jika saat ini jalur sepeda masih terbatas. Baru tersedia dari rumah dinas hingga ke balai kota saja (reaktivasi).
"Hari ini mulai reaktivasi jalur sepeda dan membuat jalur sepeda yang baru. Meski pembuatan jalur sepeda ini baru diawali dari rumah dinas ke balai Kota dan sebaliknya," ujar Yana beberapa waktu lalu.
Meminta Penambahan Fasilitas
Menurut Yana, aktivitas masyarakat dalam bersepeda akan menjadi budaya baru yang positif dan diharapkan dijadikan kebiasaan. Khususnya untuk menerapkan kegiatan bike to work, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun.
Ia pun mengajak masyarakat setempat agar mengusulkan pengadaan fasilitas untuk para pesepeda kepada dinas terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum.
"Harapannya bisa menjadi budaya. Di tengah kegiatan masyarakat, betul -betul digunakan (jalur sepeda)," kata Yana.
Ditemui secara terpisah, Ketua Umum Gowes Baraya Bandung (GBB), Angga Cabelita mengapresiasi upaya Pemkot Bandung dalam memperhatikan para penggemar olahraga sepeda.
Namun ia menuturkan jika Kota Bandung memang sedang membutuhkan jalur khusus untuk para pegiat sepeda. Oleh sebab itu, dirinya berharap Pemkot Bandung bisa memperbanyak jalur serta tempat parkir sepeda agar bisa lebih teratur lagi.
"Mudah-mudahan ke depannya bersepeda di Bandung menjadi lebih tertib, yang paling penting untuk keamanan di jalannya. Jadi bisa terpisahkan antara mobil, motor dan kendaraan lain untuk berbagi. Tujuannya agar tidak berantakan. Sekitar Dago juga ada, tapi kurang banyak. Tujuannya agar nyaman dan rapi," ujar Angga.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya