9 Makanan Diuretik Alami untuk Tingkatkan Produksi Urin, Mudah Ditemukan

Diuretik adalah zat yang meningkatkan jumlah produksi urin dan membantu tubuh membuang kelebihan air. Untuk mendapatkan manfaat diuretik, bisa Anda temukan dari makanan-makanan tertentu.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
9 Makanan Diuretik Alami untuk Tingkatkan Produksi Urin, Mudah Ditemukan
Ilustrasi buang air. boldsky.com

Diuretik adalah zat yang meningkatkan jumlah produksi urin dan membantu tubuh membuang kelebihan air. Air berlebih ini juga biasa disebut dengan kondisi retensi air. Kondisi ini bisa membuat Anda merasa "bengkak" dan menyebabkan kaki, pergelangan kaki, dan tangan bengkak.

Berbagai faktor dapat menyebabkan retensi air, termasuk beberapa kondisi kesehatan yang serius, seperti penyakit ginjal dan gagal jantung. Namun, banyak orang yang mengalami retensi air karena hal-hal ringan seperti perubahan hormonal, siklus menstruasi, atau tidak aktif bergerak dalam jangka waktu lama

Diuretik membantu tubuh Anda membuang garam dan air, dengan menstimulasi ginjal untuk melepaskan natrium ke dalam urin Anda. Air kemudian ditarik dari darah untuk memusatkan kadar natrium.

Proses ini akan menghasilkan lebih banyak urin dan mengurangi jumlah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah Anda. Sehingga memberikan perasaan lega dari retensi air jika Anda menderita edema, tekanan darah tinggi, dan kondisi lain, di mana sering menimbulkan retensi air kronis.

Untuk mendapatkan manfaat diuretik, bisa Anda temukan dari makanan-makanan tertentu. Seperti makanan berikut ini, yang menjadi makanan diuretik alami yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan proses pengeluaran urin menjadi lebih banyak.

Asparagus

Makanan diuretik alami yang pertama adalah asparagus. Dikutip dari goodhousekeeping.com, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, asparagus telah dimanfaatkan karena sifat diuretiknya.

Efek diuretik sayuran ini berasal dari asam amino asparagine dan digunakan untuk mengobati pembengkakan, rematik, dan retensi air pramenstruasi. Bau urin yang khas setelah makan asparagus berasal dari asam asparagusic, yang dipecah menjadi senyawa yang mengandung sulfur saat dicerna.

Bit

Makanan diuretik alami yang kedua adalah buah bit. Buah bit mengandung kalium tinggi, yang membantu menghilangkan cairan. Betanin, yang memberi warna pada buah bit, telah dikaitkan dengan tingkat protein C-reaktif yang lebih rendah, membuat buah ini juga memiliki sifat anti-inflamasi.

Kubis

Makanan diuretik alami yang ketiga yaitu kubis. Kubis dapat membantu mengurangi berat air. Diet sup kubis yang populer menyebarkan sifat diuretik kubis, bersama dengan kandungan serat dan airnya yang tinggi untuk mendukung penurunan berat badan.

Bangsa Romawi menggunakan kubis untuk menghilangkan mabuk. Kubis merah juga memiliki sifat anti inflamasi karena mengandung antosianin.

Seledri

Makanan diuretik alami yang keempat yaitu seledri. Para ilmuwan telah mengidentifikasi bahwa phthalides dalam seledri berkontribusi untuk memberikan efek diuretik.

Kadar asam urat dalam tubuh dikurangi oleh inhibitor COX-2 dalam seledri, yang menjadikannya sebagai pilihan pengobatan yang ideal untuk edema asam urat, yang diakibatkan oleh kristal asam urat berlebih yang terkumpul di persendian.


Cranberry

Makanan diuretik alami yang kelima yakni cranberry. Penduduk asli Amerika mengidentifikasi efek diuretik dari cranberry, kemudian menggunakannya untuk mengobati sejumlah kondisi termasuk penyakit kudis, yang mereka yakini disebabkan oleh terlalu banyak garam.

Jus cranberry telah digunakan oleh banyak wanita di seluruh dunia untuk mencegah dan mengobati ISK dan gangguan kandung kemih lainnya, meskipun hasil penelitian beragam.
Proanthocyanidins dalam cranberry dan efek antibakterinya, sebagai diuretik, dinilai membuat cranberry sangat bermanfaat untuk menghilangkan cairan tanpa menghilangkan kalium.

Mentimun

Makanan diuretik alami yang ke enam yakni mentimun. Mentimun memiliki sulfur dan silikon yang dapat meningkatkan produksi urin dengan merangsang ginjal untuk mengeluarkan asam urat dengan lebih baik.

Sarat dengan air dan kalium serta rendah natrium, mentimun juga menghambat produksi asam nitrat dan enzim inflamasi, sehingga mengurangi pembengkakan. Irisan mentimun dapat digunakan secara topikal untuk meredakan bengkak di bawah mata.

Bawang Putih

Makanan diuretik alami yang berikutnya adalah bawang putih. Bahan kimia berbasis belerang yang sama yang memberikan aroma khas pada bawang putih, yaitu allicin, juga memberikan khasiat obat.

The International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research menemukan bahwa bawang putih efektif sebagai obat diuretik. Ia juga dapat bekerja sebagai antioksidan kuat dan berkontribusi pada pemecahan lemak.

Peterseli

Makanan diuretik alami yang selanjutnya adalah peterseli. Peterseli, terutama sebagai teh, adalah obat tradisional untuk mengatasi retensi air.

Peterseli mengurangi reabsorpsi garam natrium dan kalium di ginjal. Ini menyebabkan peningkatan volume urin, sehingga membantu mengurangi kembung.

Semangka

Makanan diuretik alami yang terakhir yaitu semangka. Dengan kandungan air 92% dan kalium yang tinggi, semangka memiliki sifat diuretik.

Buah ini juga mengandung asam amino citrulline, yang dapat melemaskan pembuluh darah dan menjaga agar cairan tidak bocor ke jaringan terdekat, sehingga mengurangi retensi air.

Rekomendasi