7 Fakta Lahang, Minuman Isotonik Tradisional Jawa Barat yang Penuh Khasiat
Merdeka.com - Mendengar kata lahang, mungkin banyak generasi milenial yang merasa asing. Wajar saja, karena minuman tradisional ini memang sudah mulai langka.
Lahang merupakan minuman tradisional asal Jawa Barat yang memiliki rasa yang manis dan segar.Minuman tersebut didapatkan dari pohon aren berusia 5 tahun yang disadap dan mengeluarkan sarinya. Lahang dipercaya sebagai minuman yang memiliki khasiat yang luar biasa.
Biasanya pohon aren yang disadap adalah bagian bunga jantannya. Bagian bunga jantan tersebut memiliki kandungan sari yang cukup melimpah jika dipanen di waktu yang pas, sehingga akan menghasilkan kualitas air nira atau air lahang yang segar.
Dianggap Sebagai Isotonik Tradisional

linisehat.com 2020 Merdeka.com
Lahang dianggap memiliki kualitas layaknya minuman isotonik yang dijual di pasaran.
Satu gelas lahang segar setidaknya mengandung sukrosa sebanyak 13,9-14,9%, protein 0,2%, dan kadar lemak 0,02%, sehingga bisa menggantikan tenaga dan cairan tubuh yang hilang setelah beraktivitas.
Mengandung Vitamin C
Setiap satu gelas lahang juga mengandung protein sebanyak 0,78%. Selain itu dalam setiap 100 ml lahang terdapat kandungan vitamin C sebesar 16-30 gr.
Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian yang diperlukan oleh tubuh.
Dijadikan Olahan Gula Jawa

Kombucha Home Merdeka 2020
Di Jawa Tengah dan Jawa Barat, selain dikonsumsi secara langsung lahang juga diolah menjadi varian lain, salah satunya Gula Jawa.
Proses memasaknya memakan waktu seharian penuh dengan dimasak di atas api yang menyala hingga berwarna kecoklatan dan mengental.
Memicu Alkohol
Nira yang didiamkan selama beberapa hari setelah dijadikan minuman, akan berubah menjadi lebih masam dan menimbulkan kandungan alcohol yang bisa memabukkan.
Hal ini karena nira bisa terfermentasi hanya dalam waktu hitungan jam setelah disadap.
Membersihkan Bunga dan Menggunakan Bambu Untuk Menyadapnya
Sebelum menyadap nira dari bunga jantan, bunga jantan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu, dan ijuk yang melekat pada tongkol bunga jantan harus dibersihkan agar air nira lebih steril.
Selain itu pelepah yang menghalangi tongkol juga harus dibersihkan agar air nira mengalir deras ke bambu.
Untuk memanen air nira, diperlukan lodong (batang bambu) sebagai tempat penampungan nira yang diikatkan diantara celah-celah dahan pohon.
Lodong tersebut akan menampung air yang turun dari batang pohon nira yang telah disadap.
Bambu Tempat Nira Harus Steril

linisehat.com 2020 Merdeka.com
Sebagai bentuk sterilisasi sebelum proses pengambilan air nira, lodong harus mengalami proses pembakaran terlebih dahulu. Pembakaran inilah yang akan menjadikan lahang lebih tahan lama untuk dijual dan memperlambat proses fermentasi, namun sedikit memiliki aroma asap di antara rasa manis yang khasnya.
"Lahang ini aman karena kami rebus dulu seperti wedang. Setelah direbus, setengah jam kemudian baru disajikan. Lebih enak disajikan dingin, kalau panas rasanya legit," jelas Yudha, seorang petani lahang asal Kota Bandung.
Bisa Melancarkan Buang Air Kecil

Wikipedia 2020 Merdeka.com
Lahang dipercaya bermanfaat untuk mengatasi masalah pada saluran air kecil jika dicampurkan sedikit kapur sirih. Ipin, salah satu penikmat lahang mengungkapkan jika minuman tersebut bisa meredakan penyakit susah buang air kecil,
"Air lahang sangat baik untuk kesehatan terutama saat susah buang air kecil, tinggal dikasih sedikit kapur sirih bisa langsung meredakan," ujarnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya