6 Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Wabah Corona, Cegah Cemas Berlebihan

Kamis, 9 April 2020 15:00 Reporter : Andre Kurniawan
6 Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Wabah Corona, Cegah Cemas Berlebihan Ilustrasi cemas. ©2012 Shutterstock/bds

Merdeka.com - Saat ini virus Corona telah membawa dunia ke dalam ketidakpastian. Pemberitaan tentang virus Corona sudah menjadi makanan sehari-hari. Setiap hari selalu muncul kasus baru, sehingga masyarakat dilanda perasaan gelisah dan kecemasan terhadap dunia luar.

Aktivitas masyarakat terhenti. Sekolah diliburkan, kantor-kantor ditutup, tempat berkumpul masyarakat menjadi sepi. Banyak daerah atau pemukiman akhirnya mengambil inisiatif sendiri untuk melakukan lockdown lokal.

Manusia yang merupakan makhluk sosial, perlu terhubung dengan orang lain atau bersosialisasi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka. Namun, virus corona telah memaksa masyarakat untuk mengubah perilaku mereka.

Dikutip dari healthline.com, Patricia Thornton, PhD, seorang psikolog dari New York City berkata bahwa perilaku masyarakat yang berubah akibat wabah COVID-19 ini akan memunculkan perasaan terisolasi. Saat ini, entah orang yang memiliki kondisi kecemasan atau pun orang yang kondisinya baik-baik saja, akan merasa cemas dengan pandemi yang terjadi.

“Karena virus ini adalah virus yang tidak dapat Anda lihat, dan tidak cukup banyak orang yang diuji, Anda tidak tahu siapa saja yang terinfeksi, membuat Anda terlalu waspada terhadap orang lain dan setiap permukaan yang Anda sentuh atau tempat yang anda tuju. Yang membuat Anda lebih cemas adalah adanya bahaya nyata, tetapi ketidakpastian dan kurangnya informasi tentang virus menyebabkan kecemasan, “ kata Thornton.

Melihat orang lain merasa cemas juga dapat meningkatkan kekhawatiran Anda. “Kecemasan itu menular. Jika Anda melihat seseorang di dekat Anda yang panik dan berkata, "Dunia akan segera berakhir," Anda mungkin mulai khawatir karena Anda tidak ingin merasa seperti orang yang tidak khawatir, " kata Thornton.

Untuk menghadapi perasaan cemas dari masyarakat terhadap virus Corona, Deborah Serani, PsyD, seorang psikolog dan penulis, berkata bahwa kita harus tetap tenang, memperhatikan lingkungan, dan memperhatikan diri sendiri.

“Ingatkan pada diri Anda bahwa COVID-19 adalah penyakit serius, tetapi sementara, dan kehidupan akan kembali normal pada waktunya, " ucap Serani.

Untuk mengurangi perasaan cemas tersebut, berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental selama wabah virus Corona.

1 dari 6 halaman

Batasi Membaca Berita

ilustrasi wanita membaca koran

Âacss.org.uk

Tips menjaga kesehatan mental yang pertama dengan berhati-hati dalam mengambil informasi. Saat hampir seluruh pemberitaan membicarakan tentang COVID-19, entah itu di televisi atau di media sosial.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan mental seperti kecemasan atau OCD, dianjurkan untuk tidak terlalu sering membaca atau menonton berita terkait wabah virus ini. Tapi sempatkan untuk membaca atau menonton untuk mengetahui situasi dan kondisi terbaru.

Sebaiknya hanya menonton dan membaca update informasi dari sumber terpercaya, seperti WHO, CDC, NYTimes, atau untuk warga Indonesia, seperti Kementerian Kesehatan.

2 dari 6 halaman

Rehat dari Media Sosial dan Mute Grup

ilustrasi whatsapp

2019 istimewa

Tips menjaga kesehatan mental yang kedua dengan mengaktifkan mode mute pada grup atau sumber berita yang banyak berisi berita virus Corona. Mute kata kunci yang bisa memicu kecemasan di Twitter dan berhenti mengikuti atau mute akun tersebut. Mute grup WhatsApp dan sembunyikan postingan dan feed Facebook jika itu membuat Anda cemas.

Lakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menghilangkan perasaan cemas Anda. Jangan sampai Anda terpaku pada pikiran negatif yang meningkatkan perasaan cemas Anda.

3 dari 6 halaman

Mencuci Tangan, Tapi Tidak Berlebihan

tangan

www.newsms.fm

Tips menjaga kesehatan mental yang ketiga dengan mencuci tangan. Dengan mencuci tangan, akan muncul perasaan lega atau menenangkan pada diri kita. Namun, jangan terlalu sering mencuci tangan.

Sifat Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dapat meningkatkan kecemasan mereka jika terus menerus mencuci tangan.

4 dari 6 halaman

Tetap Terkoneksi dengan Orang Lain

menelpon ketika bersama bayi

Morgan David De Lossy/Corbis

Tips menjaga kesehatan mental yang keempat yaitu tetap terkoneksi dengan orang lain. Anda bisa menghubungi keluarga atau orang lain dengan 'face to face' melalui video call. Jika Anda mengisolasi diri, seimbangkan antara rutinitas dan sempatkan untuk melakukannya.

Dengan tetap melakukan kontak dengan orang lain, akan memenuhi kebutuhan sosial kita. Sehingga kita tidak merasa terisolasi serta dapat menghilangkan kebosanan.

5 dari 6 halaman

Hindari Kelelahan

ilustrasi tidur

2012 animalsicons.com

Tips menjaga kesehatan mental yang kelima dengan istirahat yang cukup. Selama berminggu-minggu pandemi COVID-19 menyerang, penting untuk mengisi penuh energi dengan istirahat. Hal ini agar menjaga tubuh Anda tetap dalam kondisi prima dan menjauhkan Anda dari risiko terserang penyakit.

Selain itu, istirahat yang cukup berguna agar saat pandemi sudah reda, Anda tidak kaget akan kesibukan yang sebelumnya biasa Anda hadapi. Jangan sampai Anda tidak ada kontak sama sekali dengan sinar matahari. Lakukan olahraga, makan dengan baik dan tetap terhidrasi.

6 dari 6 halaman

"APPLE"

Tips menjaga kesehatan mental yang terakhir dengan menerapkan teknik APPLE. Anxiety UK menyarankan berlatih teknik "APPLE" untuk mengatasi kecemasan dan kekhawatiran.

Acknowledge (akui): Perhatikan dan akui ketidakpastian yang muncul dalam benak Anda.

Pause (jeda): Ambil napas panjang dan keluarkan. Jangan bereaksi apapun selain teknik relaksasi ini.

Pull Back: Katakan pada diri Anda bahwa kekhawatiran Anda saat ini tidak diperlukan dan tidak membantu sama sekali. Itu hanya pikiran atau perasaan Anda. Jangan percaya semua yang Anda pikirkan. Pikiran bukanlah pernyataan atau fakta.

Let go: Lepaskan pikiran atau perasaan Anda. Itu akan berlalu. Anda tidak harus menanggapi mereka. Bayangkan mereka menghilang dalam gelembung atau terbang ke awan.

Explore: Perhatikan kondisi pada saat ini, karena faktanya anda masih baik-baik saja. Perhatikan yang ada di sekeliling Anda. Lalu alihkan perhatian anda pada hal yang perlu Anda lakukan hingga pikiran dan perhatian Anda benar-benar teralihkan.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini