3 Fakta Jaipongan, Tarian Tradisional khas Sunda yang Mengangkat Derajat Perempuan
Merdeka.com - Jaipongan atau tari jaipong merupakan salah satu ikon kesenian unik dari Jawa Barat. Kegiatan olah tubuh dengan iringan kendang yang enerjik tersebut hingga kini masih digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Khususnya di wilayah tatar Sunda kawasan utara.
Tari Jaipongan didirikan oleh maestro seni asal Karawang Jawa Barat bernama H. Suanda pada pertengahan tahun 1960an. Kemudian dikenalkan kepada publik luas, khususnya wilayah Bandung dan sekitarnya oleh seniman Sunda Gugum Gumbira di tahun yang sama.
Dikutip dari infobudaya.net, kesenian tersebut merupakan bentuk penggambaran dari pergaulan yang biasa dilakukan oleh kalangan anak muda. Khususnya perempuan dalam berinteraksi antar masyarakat pedesaan di wilayah tersebut.
Yang menarik, ternyata tari jaipong juga kerap disebut sebagai kesenian yang mampu mengangkat derajat wanita sunda lewat pesan matriarki, dalam setiap unsur gerakannya.
Ditarikan Secara Atraktif

Wikipedia ©2020 Merdeka.com
Sebagai salah satu media yang ditarikan oleh kaum perempuan, tari jaipong selalu dilakukan dengan beberapa gaya lincah dan atraktif. Gerakan tersebut merupakan penggabungan dari beberapa kesenian tradisional khas Jawa Barat seperti pencak silat, wayang golek, dan ketuk tilu.
Pada pertunjukannya, tarian ini biasa dimainkan oleh para penari secara perorangan, berpasangan atau berkelompok. Gerakannya dalam tarian ini merupakan tarian atraktif dengan gerakan dominan antara tangan, bahu, pinggul yang di gerakan secara berirama sesuai aba-aba dari kendang rampak.
Pada saat menari, para penari tersebut melakukan sedikit gerakan atraksi dalam formasi yang dilakukan secara berpindah-pindah. Sehingga menambah sisi enerjik pada tarian tersebut.
Mengubah Stereotype Perempuan Sunda
Yang unik dari tari jaipong adalah terdapatnya suatu pesan yang tersirat melalui gerakan-gerakan dinamisnya, gerakan yang enerjik, penuh semangat, berani serta gesit. Secara tidak langsung gerakan tersebut menggambarkan sisi perempuan Sunda yang tidak gampang menyerah dalam segala hal.
Selain itu pola yang luwes serta perlahan dari beberapa part kendang juga menampilkan sisi ramah, patuh sekaligus berani dalam memegang teguh etika dan sopan santun di hadapan masyarakat.
Perempuan Sunda cenderung digambarkan sebagai sosok yang malas dan hanya mengandalkan kecantikannya saja. Namun dengan hadirnya tari jaipong, memegang peran untuk perempuan Sunda agar bisa lebih bebas dalam mengekspresikan cita-citanya.
Menggambarkan Sosok Perempuan yang Mandiri

Alat musik pengiring tari jaipongan/ Wikipedia ©2020 Merdeka.com
Selain mengubah stigma negatif akan perempuan Sunda, tarian yang pertama kali terkenal lewat media kaset “Suanda Grup” itu juga berperan sebagai pembentuk kepribadian perempuan Sunda yang mandiri secara sifat.
Dari keluwesan gerak yang dimulai secara perlahan, lewat irama saron dan kecapi Sunda, seorang penari jaipong mencoba menggambarkan bahwa mereka merupakan sosok perempuan yang mandiri.
Hal tersebut tergambar dari keinginan meraih cita-cita yang dilakukan melalui proses yang panjang dan perlahan. Sehingga keinginan untuk menjadi diri sendiri tanpa terkekang oleh pandangan orang lain bisa tergambar jelas lewat gerakannya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya