Kisah Perdana Menteri Israel Mundur Karena Ribuan Prajurit IDF Tewas Saat Perang

Pemerintah Israel memandang remeh kekuatan lawan. Ribuan prajurit Israel tewas jadi korban perang.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Kisah Perdana Menteri Israel Mundur Karena Ribuan Prajurit IDF Tewas Saat Perang
Kisah Perdana Menteri Israel Mundur Karena Ribuan Prajurit IDF Tewas Saat Perang (Merdeka.com)

Pemerintah Israel memandang remeh kekuatan lawan. Ribuan prajurit Israel jadi korban.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perang Yom Kippur tahun 1973, hingga kini tercatat menjadi perang yang memakan jumlah korban tewas terbanyak bagi Pasukan israel.

2.656 Prajurit Israel tewas dalam perang itu. 

Perang Yom Kippur Menjadi Catatan Hitam Kegagalan Pemerintah Israel

Perang Yom Kippur merupakan balasan dari Mesir, Suriah dan negara-negara Arab lainnya atas kekalahan mereka dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Mereka bertekad memberi Israel pelajaran. Satu serangan besar-besaran secara mendadak, persis yang Israel biasa lakukan.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Perdana Menteri Israel Golda Meir meremehkan laporan intelijen tentang kemampuan militer Mesir dan Suriah.

Dia yakin negara-negara Arab tak akan menyerang Israel dalam waktu dekat. 

Israel Kecolongan

Hingga saat-saat terakhir, Golda Meir tak percaya Mesir akan melakukan serangan besar-besaran tanggal 6 Oktober 1973.

Apalagi hari itu adalah Hari Yom Kippur, hari suci bagi orang-orang Yahudi.

Tentara Israel membangun Garis Pertahanan Bar-lev di sepanjang Terusan Suez. Mereka yakin Mesir tak akan mampu menembusnya.

Ternyata Mesir dan Suriah Benar-Benar Menyerang

Ternyata Mesir dan Suriah Benar-Benar Menyerang
© 2023 merdeka.com

Mesir menerobos garis pertahanan Bar-Lev, dan melewati Sinai. Menghancurkan kekuatan Israel di sana.

Untuk pertama kalinya, Mesir bisa menghancurkan kekuatan Israel.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Sementara itu di dataran tinggi Golan, tank-tank Suriah juga menerobos pertahanan Israel.

Israel sempat kewalahan sebelum akhirnya mampu memukul balik Mesir dan Suriah.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Walau akhirnya menang secara militer, rakyat Israel tidak puas dengan ketidaksiapan pemerintah Israel dalam mengantisipasi serangan Mesir dan Suriah.

Hal itu membuat jatuh korban hingga 2.500 lebih di pihak IDF.

Golda Meir Mundur!

Mahkamah Agung Israel membentuk sebuah Komisi untuk menyelidiki masalah tersebut.

Puncaknya adalah saat PM Golda Meir memutuskan mundur dari posisinya tanggal 11 April 1974.

'Wanita besi Israel' ini dianggap bersalah atas kematian ribuan prajurit Israel di awal Perang Yom Kippur.

Meir menyerahkan kursi PM kepada Yitzhak Rabin.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Golda Meir menjabat PM tahun 1969-1974. Dia dikenal keras dalam memerangi musuh-musuh Israel

Serangan Mesir dan Suriah dalam Perang Yom Kippur mengakhiri kiprah politikus senior Israel ini.

Rekomendasi