Kopi Priangan Merajai Pasaran Eropa

Sejarah kopi Priangan merajai pasar Eropa. Namun di Tanah Air meninggalkan kesengsaraan.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Kopi Priangan Merajai Pasaran Eropa
Kopi Priangan Merajai Pasaran Eropa (Merdeka.com)

Hitam putih kopi, tak sesedap rasanya kini. Bicara kopi adalah mengenang sejarah keserakahan kolonial Belanda.

Kopi adalah minuman paling populer dan digemari di dunia.
Dok. Istimewa

Dari Etiophia, kopi menyebar seiring perdagangan dan kolonialisme. Minuman 'ajaib' ini segera menjadi salah satu komoditi perkebunan paling laris di dunia.

Tahun 1707, VOC membagikan bibit kopi kepada para bupati di Priangan. Dimulailah sejarah penanaman kopi di Nusantara. Tak semua berhasil. Namun di dataran tinggi kopi berkembang dengan baik.
Dok. Istimewa
Kopi ternyata sangat menguntungkan. Tahun 1720 VOC mewajibkan Preangerstelsel. Sistem tanam paksa pertama yang dilakukan kompeni di Jawa Barat.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

VOC meraup keuntungan luar biasa dari kopi Priangan. Mereka menjadi salah satu eksportir kopi terbesar dunia. Kopi dari Jawa Barat ini sangat disukai di Eropa. Budaya minum kopi tumbuh subur di benua biru tersebut.

Kondisi sebaliknya terjadi di Tanah Air. Rakyat Priangan menderita & dipaksa menanam kopi oleh VOC dan para pembesar pribumi. Mereka dipaksa meninggalkan lahan pertanian mereka demi 'emas hitam'.
Dok. Istimewa
Karena terkenalnya kopi dari Jawa Barat, orang Eropa menyebutnya a cup of Java
Dok. Istimewa

Mereka tidak menggunakan istilah secangkir kopi, tetapi secangkir Java. Citra yang sangat kuat akan kelezatan kopi dari Priangan. A cup of java sangat digemari di Eropa.

Para aktivis di Paris pun konon gemar ngopi di kafe
Dok. Istimewa

Dari adu gagasan sambil minum kopi dari Jawa itu kabarnya Revolusi Prancis dimulai. Peristiwa ini mengubah wajah Eropa dan dunia. Siapa sangka ada andil dari kopi Priangan?

Ternyata selain menanam Kopi Arabica dan Robusta, Belanda pun pernah menanam Kopi Liberika.
Dok. Istimewa

Kopi ini tidak bertahan lama. Produksinya tak pernah berlanjut. Liberika pun terkena hama daun seperti arabica. Tanaman kopi mati di mana-mana ketika itu.

Secangkir kopi bisa memberikan banyak ide.  Kini dalam budaya kolaborasi, sudah jadi kewajiban untuk membahas aneka hal sambil minum kopi.

Kamu sudah ngopi hari ini? :)
Dok. Istimewa
Rekomendasi