Pengawal Iseng Tirukan Wapres Pidato, Tahunya Ada di Ruang Sebelah

Ada-ada saja kelakuan iseng pengawal kepresidenan. Mereka sering memparodikan pidato presiden dan wakilnya sekadar untuk bercanda.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Pengawal Iseng Tirukan Wapres Pidato, Tahunya Ada di Ruang Sebelah
Istana Wakil Presiden. ©Setwapres

Ada-ada saja kelakuan iseng pengawal kepresidenan. Mereka sering memparodikan pidato presiden dan wakilnya sekadar untuk bercanda.

Kisah yang mengundang senyum ini terjadi tahun 1950an. Ditulis oleh Komandan Detasemen Kawan Pribadi Presiden, H Mangil Martowidjojo dalam buku Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967 yang diterbitkan oleh PT Grasindo.

Saat itu Mohammad Hatta masih menjabat sebagai wakil presiden RI. Ada pengawal pribadi Wapres yang sedang bertugas di Istana bernama Moh Enoh.

Saat di ruang jaga, Enoh sempat-sempatnya bergaya dan menirukan pidato Bung Hatta saat berkeliling ke Jawa Barat. Rupanya selama dua minggu Enoh ikut mengawal, sehingga hapal betul gaya Bung Hatta.

"Saudara-saudara, 15 tahun lalu Bangsa Indonesia seperti itik yang mati kehausan dalam kolam, dan seperti ayam yang mati dalam lumbung," kata Enoh.

Enoh makin semangat membanyol. Dipelesetkannya pidato Bung Hatta.

"Kalau kolamnya kering ya mati kehausan, betul. Kalau lumbungnya kosong, ya mati kelaparan, betul," candanya.

Belum Enoh berhenti bicara, tiba-tiba Bung Hatta keluar dari ruangan yang dekat sekali dengan posisi penjaga. Wapres RI itu kemudian berjalan menuju Istana.

Tentu saja Enoh panik. Dia baru sadar ternyata Bung Hatta ada di dekatnya. Selama dia berorasi itu rupanya Bung Hatta sedang berada di ruang sebelah sedang membaca buku. Apes, Enoh dikerjai kawan-kawannya sesama pengawal istana.

Setelah Bung Hatta agak jauh, dia pun memaki-maki kawan yang mengerjainya. Namun semuanya hanya tersenyum puas.

"Rasain lu," balas mereka.

Namun Bung Hatta rupanya tidak marah dengan aksi Enoh. Soal ini tidak pernah dibesar-besarkan.

Rekomendasi